#jombang Instagram Photos & Videos

jombang - 878.5k posts

Advertisements

    Apakah ada cara lain untuk mendekati Tuhan, selain salat? Atas pertanyaan itu, Jalaluddin Rumi menjawab: “Salat lagi”. Tapi, mistikus besar Islam itu mengingatkan, salat tidak hanya atau jangan berhenti pada cangkang atau kulitnya saja. Sesuatu yang dimulai (dengan takbir Allahu Akbar) dan diakhiri (dengan salam) masih berupa bentuk luar atau cangkang, kata Rumi. “Apa yang masih diucapkan dengan lidah dan memiliki permulaan dan akhir barulah bentuk, cangkang. Isi atau jiwanya, tidak bisa dikuantifisir dan tidak terhingga, tanpa awal dan tanpa akhir”, katanya seperti diungkap dalam buku “Fihi ma Fihi”. Rumi melukiskan kondisi itu dengan merujuk kata-kata Rasulullah Muhammad SAW, yang memformalisasikan salat: “Saya sedang sendirian bersama Allah”. Maksudnya, dalam keadaan terserap total, tidak sadar eksistensi diri, karena tenggelam dalam penghayatan menyatu-padu (batin) dengan Allah. Ini yang mungkin disebut “Asyik-Masyuk” atau dalam ungkapan Jawa “Curigo Manjing Warongko” (keris masuk dalam sarungnya). Begitu instens dan syahdu (khusyu') perasaan itu, hingga ada yang menyebut keadaan itu juga sebagai “Warongko Manjing Curigo” (sarung yang masuk dalam kerisnya) karena keduannya ingin menyatu. Kata sejumlah kyai sepuh, ungkapan itu merujuk pada peristiwa Isra' Mi'raj, ketika Rasulullah SAW dipanggil untuk menghadap Allah SWT.

Dikutip dari tulisan Pak @parnihadi
Dalam Majalah “Swara Cinta” @dompet_dhuafa edisi Mei - Juni 2019 📷 @sandhi_okta
📍 Masjid Islamic Centre Dr. H. Moeldoko, Jombang

#swaracinta #dompetdhuafa #ramadhan2019 #ramadhan1440h #jombang #visitjombang #explorejombang #wisatajombang #digimaru #masjidmoeldoko #islamiccentre

    Apakah ada cara lain untuk mendekati Tuhan, selain salat? Atas pertanyaan itu, Jalaluddin Rumi menjawab: “Salat lagi”. Tapi, mistikus besar Islam itu mengingatkan, salat tidak hanya atau jangan berhenti pada cangkang atau kulitnya saja. Sesuatu yang dimulai (dengan takbir Allahu Akbar) dan diakhiri (dengan salam) masih berupa bentuk luar atau cangkang, kata Rumi. “Apa yang masih diucapkan dengan lidah dan memiliki permulaan dan akhir barulah bentuk, cangkang. Isi atau jiwanya, tidak bisa dikuantifisir dan tidak terhingga, tanpa awal dan tanpa akhir”, katanya seperti diungkap dalam buku “Fihi ma Fihi”. Rumi melukiskan kondisi itu dengan merujuk kata-kata Rasulullah Muhammad SAW, yang memformalisasikan salat: “Saya sedang sendirian bersama Allah”. Maksudnya, dalam keadaan terserap total, tidak sadar eksistensi diri, karena tenggelam dalam penghayatan menyatu-padu (batin) dengan Allah. Ini yang mungkin disebut “Asyik-Masyuk” atau dalam ungkapan Jawa “Curigo Manjing Warongko” (keris masuk dalam sarungnya). Begitu instens dan syahdu (khusyu') perasaan itu, hingga ada yang menyebut keadaan itu juga sebagai “Warongko Manjing Curigo” (sarung yang masuk dalam kerisnya) karena keduannya ingin menyatu. Kata sejumlah kyai sepuh, ungkapan itu merujuk pada peristiwa Isra' Mi'raj, ketika Rasulullah SAW dipanggil untuk menghadap Allah SWT.

    Dikutip dari tulisan Pak @parnihadi
    Dalam Majalah “Swara Cinta” @dompet_dhuafa edisi Mei - Juni 2019 📷 @sandhi_okta
    📍 Masjid Islamic Centre Dr. H. Moeldoko, Jombang

    #swaracinta #dompetdhuafa #ramadhan2019 #ramadhan1440h #jombang #visitjombang #explorejombang #wisatajombang #digimaru #masjidmoeldoko #islamiccentre

    0 0 19 seconds ago

Advertisements

    Tokoh lintas etnis dan agama di Kabupaten Jombang mengajak masyarakat tidak mengikuti aksi 22 Mei mendatang di Jakarta. Mereka menyerukan agar bangsa Indonesia memperkuat kerukunan, serta persatuan dan kesatuan.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ) KH Isrofil Amar mengatakan, FKMJ mencakup seluruh etnis dan agama di Kabupaten Jombang. Pihaknya kini berupaya untuk menjaga kerukunan antar etnis dan agama di Kota Santri. Salah satunya dengan menghapus keresahan masyarakat. "Karena selama ini dengan adanya informasi akan adanya people power, tampaknya banyak masyarakat yang resah. Dalam rangka untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, yang meresahkan masyarakat kita hindari," kata Kiai Isrofil kepada wartawan, Senin (20/5/2019). Sikap para tokoh lintas etnis dan agama Kabupaten Jombang terhadap agenda people power maupun gerakan kedaulatan rakyat ditegaskan dalam acara deklarasi di Makodim Jombang, Minggu (19/5). Sebanyak 32 ormas lintas etnis dan agama menandatangani sekaligus membacakan naskah deklarasi penolakan terhadap people power.
Mulai dari NU, Ansor, Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Badan Kerja Sama Gereja (BKSG), dan kelompok Hindu, serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Deklarasi ini disaksikan Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Dandim 0814 Jombang, serta Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto.

Setidaknya terdapat 4 poin dalam deklarasi ini. Yaitu meneguhkan kembali komitmen kebangsaan untuk mempertahankan Pancasila, UUD 45 dan NKRI, mendukung sepenuhnya TNI-Polri dalam mengawal dan menjaga NKRI, menolak gerakan people power, serta mengapresiasi dan mendukung penuh kinerja KPU dan Bawaslu.

Kiai Isrofil menjelaskan, untuk meredam perselisihan yang terjadi terkait Pilpres 2019, pihaknya mengajak semua pihak untuk selalu berpedoman pada Pancasila. Menurut dia, semua perselisihan bakal tuntas jika semua pihak mau mengamalkan dasar Negara Indonesia tersebut.
Lanjut dikolom komentar lur 
Sumber: detikNews. Com
#berita_jombang #infojombang #beritajombang #jombang #jomber

    Tokoh lintas etnis dan agama di Kabupaten Jombang mengajak masyarakat tidak mengikuti aksi 22 Mei mendatang di Jakarta. Mereka menyerukan agar bangsa Indonesia memperkuat kerukunan, serta persatuan dan kesatuan.

    Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ) KH Isrofil Amar mengatakan, FKMJ mencakup seluruh etnis dan agama di Kabupaten Jombang. Pihaknya kini berupaya untuk menjaga kerukunan antar etnis dan agama di Kota Santri. Salah satunya dengan menghapus keresahan masyarakat. "Karena selama ini dengan adanya informasi akan adanya people power, tampaknya banyak masyarakat yang resah. Dalam rangka untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, yang meresahkan masyarakat kita hindari," kata Kiai Isrofil kepada wartawan, Senin (20/5/2019). Sikap para tokoh lintas etnis dan agama Kabupaten Jombang terhadap agenda people power maupun gerakan kedaulatan rakyat ditegaskan dalam acara deklarasi di Makodim Jombang, Minggu (19/5). Sebanyak 32 ormas lintas etnis dan agama menandatangani sekaligus membacakan naskah deklarasi penolakan terhadap people power.
    Mulai dari NU, Ansor, Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Badan Kerja Sama Gereja (BKSG), dan kelompok Hindu, serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Deklarasi ini disaksikan Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Dandim 0814 Jombang, serta Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto.

    Setidaknya terdapat 4 poin dalam deklarasi ini. Yaitu meneguhkan kembali komitmen kebangsaan untuk mempertahankan Pancasila, UUD 45 dan NKRI, mendukung sepenuhnya TNI-Polri dalam mengawal dan menjaga NKRI, menolak gerakan people power, serta mengapresiasi dan mendukung penuh kinerja KPU dan Bawaslu.

    Kiai Isrofil menjelaskan, untuk meredam perselisihan yang terjadi terkait Pilpres 2019, pihaknya mengajak semua pihak untuk selalu berpedoman pada Pancasila. Menurut dia, semua perselisihan bakal tuntas jika semua pihak mau mengamalkan dasar Negara Indonesia tersebut.
    Lanjut dikolom komentar lur
    Sumber: detikNews. Com
    #berita_jombang #infojombang #beritajombang #jombang #jomber

    8 1 14 minutes ago

Advertisements

Advertisements

    Pemilu 2019 bukanlah satu hal yang sepele. Ini merupakan tonggak bangsa Indonesia dan penentu kepemimpinan bangsa ini serta Anggota Legeslatif 5 tahun ke depan. Biaya pelaksanaannya pun tidak tanggung tanggung karena memakan uang negara alias uang rakyat lebih dari 25 Trilyun Rupiah.

Sejak awal sebelum pelaksanaan, seluruh stake holder bangsa ini sudah mengingatkan agar Pemilu ini dilaksanakan secara JUJUR dan ADIL. Tidak ada intrik apalagi kecurangan sedikitpun. Bagaimanapun hidup di zaman ini segalanya menjadi transparan. Sulit menyembunyikan kenyataan dari manusia akan semua hal. Hidup di akhir zaman ini kata orang bagaikan hidup di dalam aquarium yang semua orang bisa melihat dengan nyata keadaan sebenarnya dari berbagai arah dan penjuru. Sehingga kecurangan sekecil apapun akan sulit disembunyikan.

Dini hari malam ini tanggl 21 Mei 2019 KPU telah melakukan satu peristiwa yang sangat mengejutkan dan aneh bin ajaib. Melanggar janjinya KPU sendiri yang akan mengumumkan hasil Pemilu pada tanggal 22 Mei 2019. Selain itu, pengumuman dilakukan pada dini hari pukul 02. wibb. Satu hal yang sangat janggal. Bagaimana tidak? PENGUMUMAN adalah sesuatu yang dimaksudkan agar didengar dan dilihat banyak orang. Sehingga sesuai dengan asal katanya, yakni UMUM... Nah, jika pengumuman dilakukan hampir pukul 02 dini hari, bagaimana bisa banyak orang yg mendengar dan mengetahuinya? Padahal di dalam al Qur'an dikatakan malam itu adalah  saat istirahat dan tidur bagi manusia. Hanya PENCURI, JIN, dan SYAITAN saja yang bekerja tengah malam.

Kami berharap semoga percepatan pengumuman hasil Pemilu oleh KPU ini bukan dimaksudkan untuk "ditembakkan" agar acara demo damai tanggal 22 Mei 2019 bisa dianggap MAKAR. sehingga para aktivis dan tokoh nasional bisa ditangkapi karena melakukan perbuatan INKONSTITUSIONAL padahal semestinya KONSTITUSIONAL.

#SaveOurDemocrasy

@agil.c.musadat
#agilchafilimusadat 
@agilcm_
#ACMfor2024

#jombang #mojokerto #nganjuk #madiun

    Pemilu 2019 bukanlah satu hal yang sepele. Ini merupakan tonggak bangsa Indonesia dan penentu kepemimpinan bangsa ini serta Anggota Legeslatif 5 tahun ke depan. Biaya pelaksanaannya pun tidak tanggung tanggung karena memakan uang negara alias uang rakyat lebih dari 25 Trilyun Rupiah.

    Sejak awal sebelum pelaksanaan, seluruh stake holder bangsa ini sudah mengingatkan agar Pemilu ini dilaksanakan secara JUJUR dan ADIL. Tidak ada intrik apalagi kecurangan sedikitpun. Bagaimanapun hidup di zaman ini segalanya menjadi transparan. Sulit menyembunyikan kenyataan dari manusia akan semua hal. Hidup di akhir zaman ini kata orang bagaikan hidup di dalam aquarium yang semua orang bisa melihat dengan nyata keadaan sebenarnya dari berbagai arah dan penjuru. Sehingga kecurangan sekecil apapun akan sulit disembunyikan.

    Dini hari malam ini tanggl 21 Mei 2019 KPU telah melakukan satu peristiwa yang sangat mengejutkan dan aneh bin ajaib. Melanggar janjinya KPU sendiri yang akan mengumumkan hasil Pemilu pada tanggal 22 Mei 2019. Selain itu, pengumuman dilakukan pada dini hari pukul 02. wibb. Satu hal yang sangat janggal. Bagaimana tidak? PENGUMUMAN adalah sesuatu yang dimaksudkan agar didengar dan dilihat banyak orang. Sehingga sesuai dengan asal katanya, yakni UMUM... Nah, jika pengumuman dilakukan hampir pukul 02 dini hari, bagaimana bisa banyak orang yg mendengar dan mengetahuinya? Padahal di dalam al Qur'an dikatakan malam itu adalah saat istirahat dan tidur bagi manusia. Hanya PENCURI, JIN, dan SYAITAN saja yang bekerja tengah malam.

    Kami berharap semoga percepatan pengumuman hasil Pemilu oleh KPU ini bukan dimaksudkan untuk "ditembakkan" agar acara demo damai tanggal 22 Mei 2019 bisa dianggap MAKAR. sehingga para aktivis dan tokoh nasional bisa ditangkapi karena melakukan perbuatan INKONSTITUSIONAL padahal semestinya KONSTITUSIONAL.

    #SaveOurDemocrasy

    @agil.c.musadat
    #agilchafilimusadat
    @agilcm_
    #ACMfor2024

    #jombang #mojokerto #nganjuk #madiun

    6 0 57 minutes ago

Advertisements

Top #jombang posts

    Piye perasaan mu jal nek tiba tiba patrol ketemu mahluk halus jadi" an ngene lur 😂.
Ramadhan tiba Ramadhan tiba, tiba tiba pocongan 😂.
.
.
Credit youtube.com/cupstuwerd

#jombangmbois #jombang #mbois

    Piye perasaan mu jal nek tiba tiba patrol ketemu mahluk halus jadi" an ngene lur 😂.
    Ramadhan tiba Ramadhan tiba, tiba tiba pocongan 😂.
    .
    .
    Credit youtube.com/cupstuwerd

    #jombangmbois #jombang #mbois

    2,203 67 16 May, 2019

Advertisements

    (Bupati pidato anak buah main HP)Pemandangan tak sedap terlihat saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111di lapangan Alun-alun Jombang,  Senin (20/5/2019). Pasalnya, saat Bupati jombang Hj. Mundjidah Wahab berpidato, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) peserta upacara malah sibuk bermain handphone (Hp). Padahal sebelum acara dimulai, protokoler menghimbau agar seluruh handphone atau alat komunikasi peserta upacara di silent atau dimatikan sampai upacara selesai.

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita & informasi jombang di instagram @wargajombang 
#wargajombang #infojombang #jawatimur  #jombang #pns #bupati #asn

    (Bupati pidato anak buah main HP)Pemandangan tak sedap terlihat saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111di lapangan Alun-alun Jombang, Senin (20/5/2019). Pasalnya, saat Bupati jombang Hj. Mundjidah Wahab berpidato, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) peserta upacara malah sibuk bermain handphone (Hp). Padahal sebelum acara dimulai, protokoler menghimbau agar seluruh handphone atau alat komunikasi peserta upacara di silent atau dimatikan sampai upacara selesai.

    Jadilah yang pertama mendapatkan update berita & informasi jombang di instagram @wargajombang
    #wargajombang #infojombang #jawatimur #jombang #pns #bupati #asn

    1,246 73 20 May, 2019

Advertisements

Advertisements