#aero18 Instagram Photos & Videos

aero18 - 298 posts

Advertisements

Advertisements

Advertisements

Advertisements

Advertisements

    KEDIRGANTARAAN INDONESIA

Dirgantara ialah ruang yg ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa. Biasanya kata ini digunakan untuk merujuk pada industri yang meneliti, merancang, membuat, dan meluncurkan, dan memelihara kendaraan yang terbang ke angkasa. Dirgantara adalah istilah yang luas, yang digunakan di bidang komersial, industri, dan militer.

Lalu bagaimana dengan kedirgantaraan di indonesia?? Semenjak Revolusi dan Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945. Pembuatan pesawat terbang di Indonesia telah dirintis oleh satuan-satuan angkatan udara. Sejak saat itu orang Indonesia menyadari bahwa sebagai negara kepulauan Indonesia selalu akan membutuhkan sarana transportasi udara, darat, dan laut. Alat tarnsportasi tersebut berguna untuk kelancaran roda pembangunan di segala bidang maupun dari strategi pertahanan keamanan.

Pada tahun 1946, didirikan Biro Perencanaan dan Konstruksi oleh TRI-Udara Angkatan Udara Indonesia (sekarang TNI-AU) yang di pelopori  oleh Wiweko Supono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan Sumarsono, yang mengambil tempat di Magetan, dekat Madiun, Jawa Timur. Pesawat yang pertama kali dibuat pada saat itu adalah NWG-1 (pesawat layang). Di indonesia sendiri ada sebuah industri pesawat yaitu PT. Dirgantara Indonesia (DI) (Indonesian Aerospace Inc.). PT DI adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. DI didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.

#imtaero
#aero18

    KEDIRGANTARAAN INDONESIA

    Dirgantara ialah ruang yg ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa. Biasanya kata ini digunakan untuk merujuk pada industri yang meneliti, merancang, membuat, dan meluncurkan, dan memelihara kendaraan yang terbang ke angkasa. Dirgantara adalah istilah yang luas, yang digunakan di bidang komersial, industri, dan militer.

    Lalu bagaimana dengan kedirgantaraan di indonesia?? Semenjak Revolusi dan Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945. Pembuatan pesawat terbang di Indonesia telah dirintis oleh satuan-satuan angkatan udara. Sejak saat itu orang Indonesia menyadari bahwa sebagai negara kepulauan Indonesia selalu akan membutuhkan sarana transportasi udara, darat, dan laut. Alat tarnsportasi tersebut berguna untuk kelancaran roda pembangunan di segala bidang maupun dari strategi pertahanan keamanan.

    Pada tahun 1946, didirikan Biro Perencanaan dan Konstruksi oleh TRI-Udara Angkatan Udara Indonesia (sekarang TNI-AU) yang di pelopori oleh Wiweko Supono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan Sumarsono, yang mengambil tempat di Magetan, dekat Madiun, Jawa Timur. Pesawat yang pertama kali dibuat pada saat itu adalah NWG-1 (pesawat layang). Di indonesia sendiri ada sebuah industri pesawat yaitu PT. Dirgantara Indonesia (DI) (Indonesian Aerospace Inc.). PT DI adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. DI didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.

    #imtaero
    #aero18

    45 1 7 October, 2018
    [INDUSTRI KEDIRGANTARAAN INDONESIA]

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Kondisi geografis Indonesia sangat memerlukan pesawat untuk konektivitas antar pulau. Karena itu pesawat komersial sangat penting bagi Indonesia karena merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu industri kedirgantaraan memiliki peran yang sangat penting.

Pada tahun 1946, Indonesia mendirikan Biro Perencanaan dan Konstruksi oleh TRI-Udara Angkatan Udara Indonesia (sekarang TNI-AU) yang di pelopori  oleh Wiweko Supono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan Sumarsono, yang mengambil tempat di Magetan, dekat Madiun, Jawa Timur. Pesawat yang pertama kali dibuat pada saat itu adalah NWG-1.

Untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam industri pesawat terbang maka sesuai dengan keputusan Menteri Kepala Staff Angkatan Udara No. 448 Tanggal 1 Agustus 1960, didirikanlah Lembaga Persiapan Industri Penerbangan ( LAPIP ). LAPIP diresmikan pada tanggal 16 Desember 1961.

Pada tanggal 21 Maret 1966 Marsekal pertama Nurtanio gugur dalam kecelakaan pesawat terbang, sebagai tanda penghormatan atas jasa beliau, maka LAPIP diubah namanya menjadi Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio (LIPNUR). Pada 26 April 1976. LIPNUR berganti nama menjadi PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur.

Pada 11 Oktober 1985 Industri Pesawat Terbang Nurtanio berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara. 
Pada tahun 2000. IPTN merumuskan kembali untuk mewujudkan spirit ‘Nurtanio 2000’ yang menekankan pada penerapan baru, berorientasi bisnis, strategi untuk memenuhi situasi dengan struktur baru. 
Pada tanggal 24 Agustus 2000 setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi PT.Dirgantara Indonesia, diresmikan di Bandung oleh Presiden RI ke-4 Alm. Bapak Presiden K.H. Abdurrahman Wahid.

#IMTAERO
#AERO18

    [INDUSTRI KEDIRGANTARAAN INDONESIA]

    Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Kondisi geografis Indonesia sangat memerlukan pesawat untuk konektivitas antar pulau. Karena itu pesawat komersial sangat penting bagi Indonesia karena merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu industri kedirgantaraan memiliki peran yang sangat penting.

    Pada tahun 1946, Indonesia mendirikan Biro Perencanaan dan Konstruksi oleh TRI-Udara Angkatan Udara Indonesia (sekarang TNI-AU) yang di pelopori oleh Wiweko Supono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan Sumarsono, yang mengambil tempat di Magetan, dekat Madiun, Jawa Timur. Pesawat yang pertama kali dibuat pada saat itu adalah NWG-1.

    Untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam industri pesawat terbang maka sesuai dengan keputusan Menteri Kepala Staff Angkatan Udara No. 448 Tanggal 1 Agustus 1960, didirikanlah Lembaga Persiapan Industri Penerbangan ( LAPIP ). LAPIP diresmikan pada tanggal 16 Desember 1961.

    Pada tanggal 21 Maret 1966 Marsekal pertama Nurtanio gugur dalam kecelakaan pesawat terbang, sebagai tanda penghormatan atas jasa beliau, maka LAPIP diubah namanya menjadi Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio (LIPNUR). Pada 26 April 1976. LIPNUR berganti nama menjadi PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur.

    Pada 11 Oktober 1985 Industri Pesawat Terbang Nurtanio berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara.
    Pada tahun 2000. IPTN merumuskan kembali untuk mewujudkan spirit ‘Nurtanio 2000’ yang menekankan pada penerapan baru, berorientasi bisnis, strategi untuk memenuhi situasi dengan struktur baru.
    Pada tanggal 24 Agustus 2000 setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi PT.Dirgantara Indonesia, diresmikan di Bandung oleh Presiden RI ke-4 Alm. Bapak Presiden K.H. Abdurrahman Wahid.

    #IMTAERO
    #AERO18

    49 0 7 October, 2018
    [Kedirgantaraan]
Dirgantara ialah ruang yg ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa. Biasanya kata ini digunakan untuk merujuk pada industri yang meneliti, merancang, membuat, dan meluncurkan, dan memelihara kendaraan yang terbang ke angkasa. Kedirgantaraan di Indonesia sendiri semakin berkembang yang di sokong banyak industri diantaranya PT DI. 
PT DI memproduksi berbagai pesawat diantaranya pesawat gelatik (PZL) yang merupakan pesawat serbaguna hasil lisensi dari varian PZL-104 Wilga dari Polandia. Pesawat ini memiliki kemampuan STOL (short take off and landing) yang menggunakan desain high wing serta mengandalkan mesin Continental O-470-I atau O-470-L 6 silinder dengan pendingin udara, yang mampu memberikan kecepatan setinggi 203 km/h dan jarak jangkau 800 km. 
Pesawat Gelatik ini dilengkapi dengan brake handle, pump-switch, emergency release handle, pressure gauge, am-meter, shut off valve dan master cylinder actuater assembly. Selain itu, untuk kepentingan agricultural (Pertanian)pesawat ini juga memiliki spray boom.Penerbangan perdana Gelatik dilaksanakan pada 30 Desember 1963, 
#imtaero
#aero18

    [Kedirgantaraan]
    Dirgantara ialah ruang yg ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa. Biasanya kata ini digunakan untuk merujuk pada industri yang meneliti, merancang, membuat, dan meluncurkan, dan memelihara kendaraan yang terbang ke angkasa. Kedirgantaraan di Indonesia sendiri semakin berkembang yang di sokong banyak industri diantaranya PT DI.
    PT DI memproduksi berbagai pesawat diantaranya pesawat gelatik (PZL) yang merupakan pesawat serbaguna hasil lisensi dari varian PZL-104 Wilga dari Polandia. Pesawat ini memiliki kemampuan STOL (short take off and landing) yang menggunakan desain high wing serta mengandalkan mesin Continental O-470-I atau O-470-L 6 silinder dengan pendingin udara, yang mampu memberikan kecepatan setinggi 203 km/h dan jarak jangkau 800 km.
    Pesawat Gelatik ini dilengkapi dengan brake handle, pump-switch, emergency release handle, pressure gauge, am-meter, shut off valve dan master cylinder actuater assembly. Selain itu, untuk kepentingan agricultural (Pertanian)pesawat ini juga memiliki spray boom.Penerbangan perdana Gelatik dilaksanakan pada 30 Desember 1963,
    #imtaero
    #aero18

    2 0 7 October, 2018
    [KEDIRGANTARAAN INDONESIA]

N219 merupakan pesawat penumpangkapasitas 19 penumpang yang digerakkan dengan dua mesin turboprop produksi Pratt and Whitney Aircraft of Canada Limited PT6A–42 masing-masing bertenaga 850 SHP. Pesawat ini mampu terbang dan mendarat di landasan pendek sehingga mudah beroperasi di daerah-daerah terpencil.

Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupunkargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

Pesawat N219 bisa digunakan untuk mengangkut penumpang sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, hingga bantuan saat bencana alam. Dengan kelebihan tersebut, pesawat ini juga lebih murah dibandingkan pesawat sejenisnya, yaitu Twin Otter.

Pesawat N219 memiliki kecepatan maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot. Artinya kecepatan cukup rendah namun pesawat masih bisa terkontrol, ini penting terutama saat memasuki wilayah tebing dan pegunungan.

PTDI telah sukses melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017 lalu. Uji terbang dilakukan menggunakan purwarupa pesawat N219 selama 340 jam untuk mendapatkan type certificate (TC). Setelah melakukan uji coba penerbangan beberapa kali, pada 10 November 2017 pesawat N219 diberi nama “Nurtanio” oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bertempat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Nama "Nurtanio" dipilih oleh Presiden sebagai penghargaan kepada Laksamana Muda Udara (Anumerta)Nurtanio Pringgoadisuryo yang merupakan sosok perintis industri pesawat terbang Indonesia. 
#IMTAERO
#AERO18

    [KEDIRGANTARAAN INDONESIA]

    N219 merupakan pesawat penumpangkapasitas 19 penumpang yang digerakkan dengan dua mesin turboprop produksi Pratt and Whitney Aircraft of Canada Limited PT6A–42 masing-masing bertenaga 850 SHP. Pesawat ini mampu terbang dan mendarat di landasan pendek sehingga mudah beroperasi di daerah-daerah terpencil.

    Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupunkargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

    Pesawat N219 bisa digunakan untuk mengangkut penumpang sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, hingga bantuan saat bencana alam. Dengan kelebihan tersebut, pesawat ini juga lebih murah dibandingkan pesawat sejenisnya, yaitu Twin Otter.

    Pesawat N219 memiliki kecepatan maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot. Artinya kecepatan cukup rendah namun pesawat masih bisa terkontrol, ini penting terutama saat memasuki wilayah tebing dan pegunungan.

    PTDI telah sukses melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017 lalu. Uji terbang dilakukan menggunakan purwarupa pesawat N219 selama 340 jam untuk mendapatkan type certificate (TC). Setelah melakukan uji coba penerbangan beberapa kali, pada 10 November 2017 pesawat N219 diberi nama “Nurtanio” oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bertempat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Nama "Nurtanio" dipilih oleh Presiden sebagai penghargaan kepada Laksamana Muda Udara (Anumerta)Nurtanio Pringgoadisuryo yang merupakan sosok perintis industri pesawat terbang Indonesia.
    #IMTAERO
    #AERO18

    57 5 7 October, 2018
    [Kedirgantaraan]

Delta Air Lines, Inc. (NYSE: DAL) (IATA: DL, ICAO: DAL) , adalah sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Atlanta, Georgia. Delta Air Lines melayani penerbangan domestik dan juga internasional, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, Timur Tengah dan Kepulauan Karibia. Pada bulan Desember 2006, Delta Air Lines akan menjadi satu-satunya perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang terbang dari/ke benua Afrika. mengoperasikan 1.534 penerbangan per hari. Delta Connection memiliki 2.533 penerbangan setiap hari. Delta, Delta Connection, dan penerbangan lainnya dari mitra Aliansi SkyTeam memiliki 6.795 penerbangan setiap hari.
Delta Air Lines merupakan operator terbesar pesawat Boeing 757 dan Boeing 767, sekaligus menjadi pengguna pertama pesawat jenis ini
Delta Air Lines menjadi operator terbesar kedua pesawat jenis MD-88 (di belakang American Airlines)  Delta Air Lines menjadi salah satu operator dari dua operator pesawat Boeing 767-400ER. Operator 767-400ER lainnya adalah Continental Airlines
Armada Delta Air Lines tidak meliputi pesawat non-Amerika seperti Airbus. Delta hanya mengoperasikan pesawat-pesawat Boeing dan McDonnell Douglas. Namun, setelah merger dengan Northwest tahun 2009, Delta juga mengoperasikan pesawat Airbus (bekas Northwest), seperti 57 buah Airbus A319, 69 Airbus A320,dan 32 Airbus A330 (baik seri -200 maupun seri -300), serta juga mengoperasikan 16 Boeing 747-400, dan 33 McDonnell Douglas DC-9. Total armada Delta adalah 730 pesawat dan 225 pesawat regional, membuatnya menjadi maskapai terbesar di dunia dalam ukuran armada pesawatnya. Usia rata-rata pesawatnya adalah 14,9 tahun.
#aero18
#imtaero

    [Kedirgantaraan]

    Delta Air Lines, Inc. (NYSE: DAL) (IATA: DL, ICAO: DAL) , adalah sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Atlanta, Georgia. Delta Air Lines melayani penerbangan domestik dan juga internasional, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, Timur Tengah dan Kepulauan Karibia. Pada bulan Desember 2006, Delta Air Lines akan menjadi satu-satunya perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang terbang dari/ke benua Afrika. mengoperasikan 1.534 penerbangan per hari. Delta Connection memiliki 2.533 penerbangan setiap hari. Delta, Delta Connection, dan penerbangan lainnya dari mitra Aliansi SkyTeam memiliki 6.795 penerbangan setiap hari.
    Delta Air Lines merupakan operator terbesar pesawat Boeing 757 dan Boeing 767, sekaligus menjadi pengguna pertama pesawat jenis ini
    Delta Air Lines menjadi operator terbesar kedua pesawat jenis MD-88 (di belakang American Airlines) Delta Air Lines menjadi salah satu operator dari dua operator pesawat Boeing 767-400ER. Operator 767-400ER lainnya adalah Continental Airlines
    Armada Delta Air Lines tidak meliputi pesawat non-Amerika seperti Airbus. Delta hanya mengoperasikan pesawat-pesawat Boeing dan McDonnell Douglas. Namun, setelah merger dengan Northwest tahun 2009, Delta juga mengoperasikan pesawat Airbus (bekas Northwest), seperti 57 buah Airbus A319, 69 Airbus A320,dan 32 Airbus A330 (baik seri -200 maupun seri -300), serta juga mengoperasikan 16 Boeing 747-400, dan 33 McDonnell Douglas DC-9. Total armada Delta adalah 730 pesawat dan 225 pesawat regional, membuatnya menjadi maskapai terbesar di dunia dalam ukuran armada pesawatnya. Usia rata-rata pesawatnya adalah 14,9 tahun.
    #aero18
    #imtaero

    44 4 6 October, 2018
    [Boeing Mulai Produksi Pesawat Sayap Tekuk- B777X]
. 
Boeing resmi memulai produksi pesawat widebody B777X di pabriknya di Everett, Seattle, Washington, AS. Pesawat B777X yang mulai dibangun ini adalah pesawat prototype yang dijadwalkan bakal terbang perdana pada 2019 dan mulai dioperasikan maskapai pada 2020.
Bentang sayap B777X bisa mencapai 71 meter, lebih panjang 6 meter dibanding versi klasik saat ini. Sayap B777X juga bisa dilipat ujungnya untuk memudahkan manuver pesawat saat di bandara.
B777X mengombinasikan proyek B777 yang berumur 20 tahun dengan teknologi modern yang dimiliki B787. Pesawat ini digadang-gadang bakal memiliki sayap komposit terpanjang yang ada hingga saat ini.
Meski sayap B777X berbahan komposit layaknya B787, namun bodinya tetap menggunakan bahan aluminum. Beragam model B777X akan menampung 350 hingga 400 kursi, dengan desain interior yang mirip dengan B787. B777X akan ditenagai oleh dua mesin turbofan GE9X buatan General Electrics (GE).
.
The 777X family includes the 777-8X and the 777-9X. The 777X will be the largest and most efficient twin-engine jet in the world, with 12 percent lower fuel consumption and 10 percent lower operating costs than the competition. 
Opening new growth opportunities for airlines, the 777-9X offers seating for more than 400 passengers, depending on an airline’s configuration choices. With a range of more than 8,200 nautical miles (15,185 km), the airplane will have the lowest operating cost per seat of any commercial airplane. 
The second member of the family, the 777-8X, will be the most flexible jet in the world. The airplane will seat 350 passengers and offer an incredible range capability of more than 9,300 nautical miles (17,220 km). The 777X introduces the latest technologies in multiple places, including the most advanced commercial engine ever – the GE9X by GE Aviation – and an all-new high-efficiency composite wing that has a longer span than today’s 777. The airplane’s folding, raked wingtip and optimized span deliver greater efficiency, significant fuel savings and complete airport gate compatibility.
.
.
Source: Aviatren.com
#IMTAERO
#AERO18

    [Boeing Mulai Produksi Pesawat Sayap Tekuk- B777X]
    .
    Boeing resmi memulai produksi pesawat widebody B777X di pabriknya di Everett, Seattle, Washington, AS. Pesawat B777X yang mulai dibangun ini adalah pesawat prototype yang dijadwalkan bakal terbang perdana pada 2019 dan mulai dioperasikan maskapai pada 2020.
    Bentang sayap B777X bisa mencapai 71 meter, lebih panjang 6 meter dibanding versi klasik saat ini. Sayap B777X juga bisa dilipat ujungnya untuk memudahkan manuver pesawat saat di bandara.
    B777X mengombinasikan proyek B777 yang berumur 20 tahun dengan teknologi modern yang dimiliki B787. Pesawat ini digadang-gadang bakal memiliki sayap komposit terpanjang yang ada hingga saat ini.
    Meski sayap B777X berbahan komposit layaknya B787, namun bodinya tetap menggunakan bahan aluminum. Beragam model B777X akan menampung 350 hingga 400 kursi, dengan desain interior yang mirip dengan B787. B777X akan ditenagai oleh dua mesin turbofan GE9X buatan General Electrics (GE).
    .
    The 777X family includes the 777-8X and the 777-9X. The 777X will be the largest and most efficient twin-engine jet in the world, with 12 percent lower fuel consumption and 10 percent lower operating costs than the competition.
    Opening new growth opportunities for airlines, the 777-9X offers seating for more than 400 passengers, depending on an airline’s configuration choices. With a range of more than 8,200 nautical miles (15,185 km), the airplane will have the lowest operating cost per seat of any commercial airplane.
    The second member of the family, the 777-8X, will be the most flexible jet in the world. The airplane will seat 350 passengers and offer an incredible range capability of more than 9,300 nautical miles (17,220 km). The 777X introduces the latest technologies in multiple places, including the most advanced commercial engine ever – the GE9X by GE Aviation – and an all-new high-efficiency composite wing that has a longer span than today’s 777. The airplane’s folding, raked wingtip and optimized span deliver greater efficiency, significant fuel savings and complete airport gate compatibility.
    .
    .
    Source: Aviatren.com
    #IMTAERO
    #AERO18

    86 1 6 October, 2018
    Kedirgantaraan Indonesia

Penerbangan di Indonesia sangat berperan penting dalam menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi lain. Dengan pesawat terbang kita dapat menuju ke suatu tempat dengan waktu yang relatif singkat.

Kegiatan penerbangan di Indonesia sebenarnya sudah dimulai setahun setelah Wright bersaudara berhasil menemukan pesawat terbang untuk pertama kalinya.

Setelah negara Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, seluruh fasilitas milik pemerintah Belanda di Indonesia mulai diambil alih oleh bangsa Indonesia. Saat itu fasilitas penerbangan dikuasai oleh Tentara Republik Indonesia (TRI) bagian udara.

Setelah itu, dunia kedirgantaraan Indonesia berkembang, hingga pada tanggal 23 agustus 1976, berdiri Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) yang kini lebih dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia (DI) atas gagasan Presiden RI ke-3, B. J. Habibie.

Indonesi tidak hanya menjadi penonton di dunia penerbangan. Sudah banyak inovasi yang disumbangkan Indonesia untuk dunia kedirgantaraan. Salah satunya adalah teknologi "Fly By Wire (FBW)" yang ditemukan oleh B. J. Habibie.

Fly by wire adalah sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah kendali pesawat. Perangkat ini bisa meringankan pekerjaan pilot. 
Kini, sudah banyak pesawat yang menggunakan teknologi ini. Bahkan sudah diadopsi oleh dunia otomotif roda dua, menjadi "Throttle By Wire". Seperti yang sudah tersematkan pada Honda CBR 250 RR.

cc : @imtaeropolban @aeronautika17

#imtaero
#aero18

    Kedirgantaraan Indonesia

    Penerbangan di Indonesia sangat berperan penting dalam menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi lain. Dengan pesawat terbang kita dapat menuju ke suatu tempat dengan waktu yang relatif singkat.

    Kegiatan penerbangan di Indonesia sebenarnya sudah dimulai setahun setelah Wright bersaudara berhasil menemukan pesawat terbang untuk pertama kalinya.

    Setelah negara Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, seluruh fasilitas milik pemerintah Belanda di Indonesia mulai diambil alih oleh bangsa Indonesia. Saat itu fasilitas penerbangan dikuasai oleh Tentara Republik Indonesia (TRI) bagian udara.

    Setelah itu, dunia kedirgantaraan Indonesia berkembang, hingga pada tanggal 23 agustus 1976, berdiri Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) yang kini lebih dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia (DI) atas gagasan Presiden RI ke-3, B. J. Habibie.

    Indonesi tidak hanya menjadi penonton di dunia penerbangan. Sudah banyak inovasi yang disumbangkan Indonesia untuk dunia kedirgantaraan. Salah satunya adalah teknologi "Fly By Wire (FBW)" yang ditemukan oleh B. J. Habibie.

    Fly by wire adalah sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah kendali pesawat. Perangkat ini bisa meringankan pekerjaan pilot.
    Kini, sudah banyak pesawat yang menggunakan teknologi ini. Bahkan sudah diadopsi oleh dunia otomotif roda dua, menjadi "Throttle By Wire". Seperti yang sudah tersematkan pada Honda CBR 250 RR.

    cc : @imtaeropolban @aeronautika17

    #imtaero
    #aero18

    42 2 6 October, 2018
    [KEDIRGANTARAAN]
Tahun 2012 merupakan momen kebangkitan Dirgantara Indonesia. Pada awal 2012 Dirgantara Indonesia berhasil mengirimkan 4 pesawat CN235 pesanan Korea Selatan. Selain itu Dirgantara Indonesia juga sedang berusaha menyelesaikan 3 pesawat CN235 pesanan TNI AL, dan 24 Heli Super Puma dari EUROCOPTER.
Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI
(Sejarah kedirgantaraan) 
Andi mencontohkan pesawat tipe N212i. Yang ada di benak banyak orang adalah ini pesawat jadul karena sudah ada sejak tahun 1976. Padahal, layaknya pesawat tipe Boeing 737 yang dirancang tahun 1960-an, selalu mengalami evolusi. Fitur dan teknologinya terus berkembang. “Kami juga begitu. Yang sekarang, N212i, sengaja ditambahkan “i” di belakang sebagai petunjuk bahwa N212 yang sekarang buatan Indonesia dan tidak dibuat lagi di Spanyol. Dulu, RI dan Spanyol yang membuatnya dan hanya untuk pasar ASEAN,” ujar dia.

Sejak 2013, lanjut dia, perseroan berani melakukan inovasi di sisi produksi hingga berhasil mendapat kepercayaan dari Airbus. Upaya itu juga dipandang perlu mengingat biaya produksi pesawat kecil membengkak bila dilakukan di Eropa. “Kami punya skill dan labour cost di Indonesia masih lebih murah dari Eropa. Maka, produksinya diserahkan ke kami. Dengan begitu, produk kami bisa masuk ke pasar Amerika Latin dan Eropa lewat Spanyol,” ujar dia.

Inovasi terkini adalah pesawat N219 yang dikembangkan dari nol dan memakan waktu tiga tahun sejak 2014. Rencananya, pesawat ini akan diuji coba pada Agustus 2016 mendatang dan diluncurkan setahun kemudian. “Produk ini dirancang bisa mengangkut lebih banyak. Ruang dalam pesawat lebih luas dan tinggi langit-langitnya. Jadi, orang di dalam tidak harus membungkuk. Komponennya juga sudah 60% lokal. Sehingga, industri pendukung di sekitar kami juga kebagian pekerjaan,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

#imtaero
#aero18

    [KEDIRGANTARAAN]
    Tahun 2012 merupakan momen kebangkitan Dirgantara Indonesia. Pada awal 2012 Dirgantara Indonesia berhasil mengirimkan 4 pesawat CN235 pesanan Korea Selatan. Selain itu Dirgantara Indonesia juga sedang berusaha menyelesaikan 3 pesawat CN235 pesanan TNI AL, dan 24 Heli Super Puma dari EUROCOPTER.
    Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI
    (Sejarah kedirgantaraan)
    Andi mencontohkan pesawat tipe N212i. Yang ada di benak banyak orang adalah ini pesawat jadul karena sudah ada sejak tahun 1976. Padahal, layaknya pesawat tipe Boeing 737 yang dirancang tahun 1960-an, selalu mengalami evolusi. Fitur dan teknologinya terus berkembang. “Kami juga begitu. Yang sekarang, N212i, sengaja ditambahkan “i” di belakang sebagai petunjuk bahwa N212 yang sekarang buatan Indonesia dan tidak dibuat lagi di Spanyol. Dulu, RI dan Spanyol yang membuatnya dan hanya untuk pasar ASEAN,” ujar dia.

    Sejak 2013, lanjut dia, perseroan berani melakukan inovasi di sisi produksi hingga berhasil mendapat kepercayaan dari Airbus. Upaya itu juga dipandang perlu mengingat biaya produksi pesawat kecil membengkak bila dilakukan di Eropa. “Kami punya skill dan labour cost di Indonesia masih lebih murah dari Eropa. Maka, produksinya diserahkan ke kami. Dengan begitu, produk kami bisa masuk ke pasar Amerika Latin dan Eropa lewat Spanyol,” ujar dia.

    Inovasi terkini adalah pesawat N219 yang dikembangkan dari nol dan memakan waktu tiga tahun sejak 2014. Rencananya, pesawat ini akan diuji coba pada Agustus 2016 mendatang dan diluncurkan setahun kemudian. “Produk ini dirancang bisa mengangkut lebih banyak. Ruang dalam pesawat lebih luas dan tinggi langit-langitnya. Jadi, orang di dalam tidak harus membungkuk. Komponennya juga sudah 60% lokal. Sehingga, industri pendukung di sekitar kami juga kebagian pekerjaan,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

    #imtaero
    #aero18

    67 6 5 October, 2018

Top #aero18 posts

Advertisements

Advertisements

Advertisements