#RamonStory Instagram Photos & Videos

RamonStory - 333 posts

    Jangan tertipu oleh orang yang hanya pandai menguraikan Al – Quran. Uraian hanyalah kata kata. Lihatlah mereka yang mendasarkan perilaku pada Al – Quran.
Umar Ibnu al – Khattab .
.
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi semua saudara muslim ana.. Yang menjalankan nya.. Semoga keberkahan Ramadhan ini menjadikan kita orang orang yang senantiasa bertaubat dari maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Aamiin 💕💕
.
.
Cinta boleh tidak menyatukan kita sebagai pasangan penyempurna agama,, tapi kita menjadi lebih dekat akrena kita bersaudara , mungkin tidak sedarah atau tidak seiman tapi ini lebih karena memanusiaan 😊
.
.
#ramonstory  #rayamondy #hitocaesar

    Jangan tertipu oleh orang yang hanya pandai menguraikan Al – Quran. Uraian hanyalah kata kata. Lihatlah mereka yang mendasarkan perilaku pada Al – Quran.
    Umar Ibnu al – Khattab .
    .
    Selamat menjalankan ibadah puasa bagi semua saudara muslim ana.. Yang menjalankan nya.. Semoga keberkahan Ramadhan ini menjadikan kita orang orang yang senantiasa bertaubat dari maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Aamiin 💕💕
    .
    .
    Cinta boleh tidak menyatukan kita sebagai pasangan penyempurna agama,, tapi kita menjadi lebih dekat akrena kita bersaudara , mungkin tidak sedarah atau tidak seiman tapi ini lebih karena memanusiaan 😊
    .
    .
    #ramonstory #rayamondy #hitocaesar

    123 1 13 May, 2019
    Abah family .
A : MON! Kamu baru bangun? Belum Mandi
(Mondy bingung)
M: i iya, belum sempat mandi. 
A : Astagfirullah. Emang kamu gak puasa? Gak subuhan? (Abah kebingungan menatap mama lalu setengah berbisik)
Mah... Emang Kemod gak diajari mandi besar abis junub? (Mama tampak tersinggung. Raya yang sempat mendengar karena bergelayutan dg mama mulai berpikir. Mandi? Mandi besar jadi Abah kira.) R : ABAH! (Dg emosi)
Emang abah pikir neng sama Kemod abis ngapain? Emang neng gak ngerti hukum agama. (Mondy yg mulai paham malah cekikikan)

R : Gini ya Bah. Eneng sama Aa tidak melakukan hal yg mengharuskan mandi besar! (Abah mengernyit tak percaya. ) : ya gapapa Neng, kalian suami istri, tapi ingat waktu! (Raya makin kesal) 
R : idih Abah, Lagian ya Bah, 
Mah, neng sama 
Aa udah sepakat gak mau hamil dulu sebelum kita lulus. Jadi.... (Raya menoleh ke arah 
Mondy yg tersenyum menaikturunkan alis)

A : jadi kalian belum pernah .... (Abah tak melanjutkan nenatap tajam pada RaMon) (RaMon tak menjawab dan hanya saling melempar senyum mengangkat bahu)

A : kalian belum.... R : KEPO! (Raya menjulurkan lidah dan segera menarik tangan Mondy di bawa masuk ke dalam)

R : Mandi dulu yuk?
(Bergandengan mesra berjalan ke kamar.) A : Oe.. Ingat puasa Mon! (Dg berteriak) (Abah terus saja memperhatikan kemesraan RaMon) hingga menghilang dibalik pintu. 
Ma2 : kenapa Bah? Nyesel menikahkan mereka? Mereka udah dewasa Bah. 
Abahnya aja ini yg mikirnya aneh2 mulu!

#ramonstory
#rayamondy
#ramonlovers

    Abah family .
    A : MON! Kamu baru bangun? Belum Mandi
    (Mondy bingung)
    M: i iya, belum sempat mandi.
    A : Astagfirullah. Emang kamu gak puasa? Gak subuhan? (Abah kebingungan menatap mama lalu setengah berbisik)
    Mah... Emang Kemod gak diajari mandi besar abis junub? (Mama tampak tersinggung. Raya yang sempat mendengar karena bergelayutan dg mama mulai berpikir. Mandi? Mandi besar jadi Abah kira.) R : ABAH! (Dg emosi)
    Emang abah pikir neng sama Kemod abis ngapain? Emang neng gak ngerti hukum agama. (Mondy yg mulai paham malah cekikikan)

    R : Gini ya Bah. Eneng sama Aa tidak melakukan hal yg mengharuskan mandi besar! (Abah mengernyit tak percaya. ) : ya gapapa Neng, kalian suami istri, tapi ingat waktu! (Raya makin kesal)
    R : idih Abah, Lagian ya Bah,
    Mah, neng sama
    Aa udah sepakat gak mau hamil dulu sebelum kita lulus. Jadi.... (Raya menoleh ke arah
    Mondy yg tersenyum menaikturunkan alis)

    A : jadi kalian belum pernah .... (Abah tak melanjutkan nenatap tajam pada RaMon) (RaMon tak menjawab dan hanya saling melempar senyum mengangkat bahu)

    A : kalian belum.... R : KEPO! (Raya menjulurkan lidah dan segera menarik tangan Mondy di bawa masuk ke dalam)

    R : Mandi dulu yuk?
    (Bergandengan mesra berjalan ke kamar.) A : Oe.. Ingat puasa Mon! (Dg berteriak) (Abah terus saja memperhatikan kemesraan RaMon) hingga menghilang dibalik pintu.
    Ma2 : kenapa Bah? Nyesel menikahkan mereka? Mereka udah dewasa Bah.
    Abahnya aja ini yg mikirnya aneh2 mulu!

    #ramonstory
    #rayamondy
    #ramonlovers

    487 5 12 May, 2019
    Good morning to friends of Ramonlovers who still support them, support their success,
.
how are you all, I hope you are still faithful because you love sincerely,
.
still support them even though they are not a real estate partner in the world
.
you will not change your support for them, because everything from your heart isn't from selfishness .
I hope you are also successful for all your business and always happy
.
#raya #ramonlovers #rayamondy #hitocaesar #rayakitty #wonderwoman  #TheGoodPartner #lovestory  #ramonstory

    Good morning to friends of Ramonlovers who still support them, support their success,
    .
    how are you all, I hope you are still faithful because you love sincerely,
    .
    still support them even though they are not a real estate partner in the world
    .
    you will not change your support for them, because everything from your heart isn't from selfishness .
    I hope you are also successful for all your business and always happy
    .
    #raya #ramonlovers #rayamondy #hitocaesar #rayakitty #wonderwoman #TheGoodPartner #lovestory #ramonstory

    282 0 25 April, 2019
    #RamonStory #BilaCintaBohong 11 #dibuangsayang
#fan_fictionstory #rasyarini 
Mondy mulai membujuk Amora dan menyuapinya. Gadis kecil itu makan sambil memainkan robot-robotan di tangannya.  Beberapa kali ia memamerkan kebolehannya menggerak-gerakan lengan dan kaki robot yang membuat mainan itu jadi rusak tidak bisa bergerak otomatis lagi. 
Meski beberapa kali menarik nafas panjang, Mondy tetap memujinya. Kerena robotnya tak mau jalan, Amora meletakkan robot itu dan berlari mengambil mobil remote dan memainkannya sambil berjalan kesana kemari. 
Alhasil MOndy pun harus berjalan mengikuti demi menyuapinya. "Ayah unya Ola?" tanyanya lucu sebelum menerima suapan Mondy. "Iya dong! Mam lagi, Aa...!" Amora pun membuka mulutnya. 
Raya menatap takjub dan setia menanti suaminya di meja makan. 
Stefi sedang pergi makan malam diluar bersama teman2 bisnisnya.

Melihat seorang Ayah menyuapi anaknya adalah pemandangan langka. Dan seorang Mondy dengan sekian banyak pelayan melakukannya dengan amat baik dan ikhlas. 
Raya hampir menitikkan air mata haru karenanya. 
Ia bersyukur dan berdoa semoga Mondy akan tetap menjadi Mondy yang sekarang, yang sangat ia cintai dan mencintai keluarganya. "Bunda mamam aja dulu kalo lapar, kasian dedeknya." Mondy menyuruhnya agak berteriak. 
Raya menggeleng dan tersenyum ke arahnya, 
Tapi detik berikutnya sebuah bisikan mengusik pikirannya. "Sejak datang tadi Mondy benar-benar sweet. Kebanyakan lelaki menjadi baik dan amat baik jika ada maunya atau telah melakukan kesalahan, dia tebus untuk menutupi kesalahannya." Jantung Raya berdetak lebih cepat. Ia mencoba mengalihkan prasangka itu tapi tak bisa. 
Pesan yang dikirim kak Tya kemarin kembali mengacaukan pikiranya, bahwa Kak Tya memergoki Mondy berjalan di parkiram sebuah mall dengan wanita muda dan cantik. Keduanya menuju lobi hotel. 
Raya ingin mengkonfirmasi tapi selalu tak ada kesempatan dan kali ini ia tak mau merusak suasana. 
Tendangan bertubi di perutnya mengusik kesadarannya. Ia beristighfar berulang-ulang. "Astaghfirullah... jangan biarkan hamba suuzan pada suami hamba! Insya Allah... Ayah nggak nakal dek!

    #RamonStory #BilaCintaBohong 11 #dibuangsayang
    #fan_fictionstory #rasyarini
    Mondy mulai membujuk Amora dan menyuapinya. Gadis kecil itu makan sambil memainkan robot-robotan di tangannya. Beberapa kali ia memamerkan kebolehannya menggerak-gerakan lengan dan kaki robot yang membuat mainan itu jadi rusak tidak bisa bergerak otomatis lagi.
    Meski beberapa kali menarik nafas panjang, Mondy tetap memujinya. Kerena robotnya tak mau jalan, Amora meletakkan robot itu dan berlari mengambil mobil remote dan memainkannya sambil berjalan kesana kemari.
    Alhasil MOndy pun harus berjalan mengikuti demi menyuapinya. "Ayah unya Ola?" tanyanya lucu sebelum menerima suapan Mondy. "Iya dong! Mam lagi, Aa...!" Amora pun membuka mulutnya.
    Raya menatap takjub dan setia menanti suaminya di meja makan.
    Stefi sedang pergi makan malam diluar bersama teman2 bisnisnya.

    Melihat seorang Ayah menyuapi anaknya adalah pemandangan langka. Dan seorang Mondy dengan sekian banyak pelayan melakukannya dengan amat baik dan ikhlas.
    Raya hampir menitikkan air mata haru karenanya.
    Ia bersyukur dan berdoa semoga Mondy akan tetap menjadi Mondy yang sekarang, yang sangat ia cintai dan mencintai keluarganya. "Bunda mamam aja dulu kalo lapar, kasian dedeknya." Mondy menyuruhnya agak berteriak.
    Raya menggeleng dan tersenyum ke arahnya,
    Tapi detik berikutnya sebuah bisikan mengusik pikirannya. "Sejak datang tadi Mondy benar-benar sweet. Kebanyakan lelaki menjadi baik dan amat baik jika ada maunya atau telah melakukan kesalahan, dia tebus untuk menutupi kesalahannya." Jantung Raya berdetak lebih cepat. Ia mencoba mengalihkan prasangka itu tapi tak bisa.
    Pesan yang dikirim kak Tya kemarin kembali mengacaukan pikiranya, bahwa Kak Tya memergoki Mondy berjalan di parkiram sebuah mall dengan wanita muda dan cantik. Keduanya menuju lobi hotel.
    Raya ingin mengkonfirmasi tapi selalu tak ada kesempatan dan kali ini ia tak mau merusak suasana.
    Tendangan bertubi di perutnya mengusik kesadarannya. Ia beristighfar berulang-ulang. "Astaghfirullah... jangan biarkan hamba suuzan pada suami hamba! Insya Allah... Ayah nggak nakal dek!

    85 7 19 March, 2019
    Buat yang kangen #RamonStory #BilaCintaBohong 10 #dibuangsayang
#fan_fictionstory #rasyarini "Kita bantu Bunda ya?" Amora kembali mengerucutkan bibirnya. Ia tak mau turun dari egndongan sang Ayah, dan mengencangkan rangkulan di leher Ayahnya. 
Mondy membenarkan posisi Amora dalam gendongannya di lengan kiri sambil berjalan mendekati istrinya. 
Dengan lengan kekar yang lain, ia membantu Raya berdiri dan memapahnya menuju kamar. "Cayang... Ola turun dulu. Ayah biar mandi!" perintah Raya. 
Amora menggeleng dan tetap menggelayut di pundak Mondy. "Ayah bau acem loh! Kak Ola kan udah mandi, udah wangi!" bujuk Raya lagi. "GAK!" protesnya membentak ketika Raya dan mOndy berusaha menurunkannya. 
Ibu dan ayah muda itu kompak kaget. 
Raya agak shock. Sementara Mondy mencoba bersabar. "Kak Ola sama Ayah! Bunda sama Adek!" bujuk MOndy yang mebuat Amora tersenyum dan sedikit melonggarkan tangannya. "Tapi Ayah mandi dulu.... Sama Mbak Tik dulu ya?" Amora pun menurut. Kebetulan Tutik telah selesai membantu Be-Je di dapur. **** Raya dan Mondy mencoba memaklumi. "Adeknya belum lahir aja dia udah cemburu Mas?" keluh Raya. "Aku juga gak bisa memperhatikannya seprti dulu lagi." "Ya udah gapapa. Ayah yang akan perhatikan dan coba kasih pengertian ke kakak!" Raya memaksakan diri tersenyum di tengah erangan karena kesakitan. "Kenapa?" panik MOndi. 
Raya mengatur nafas, self healing. "Gak papa. Anak kamu ini lo, nendang-nendang terus!" keluh Raya akhirnya. 
Mondy tertawa, "Hm... pengen ngajak Ayah main ya sayang?" Refleks Raya mengangguk ketika MOndy mengelus perutnya. "Eh... enggak!" ralatnya cepat. "Ya udah... Bunda diam disini aja, Ayah mandi dulu! biar segar!" **** Mereka turun untuk makan bersama. 
Yang lain sudah ada di sana. Meski kerepotan, Raya masih cekatan membantu Be-je menyiapkan makan malam. 
Amora sudah duduk manis di sana tapi menolak suapan Tutik. "Kok gak mamam sayang!" tegur Mondy. Raya hanya meliriknya masih menyiapkan piring dan gelas di meja. 
Mondy mengambil alih piring ditangan Tutik dan menyuruhnya pergi. 
Mondy mulai membujuk Amora dan menyuapinya.

    Buat yang kangen #RamonStory #BilaCintaBohong 10 #dibuangsayang
    #fan_fictionstory #rasyarini "Kita bantu Bunda ya?" Amora kembali mengerucutkan bibirnya. Ia tak mau turun dari egndongan sang Ayah, dan mengencangkan rangkulan di leher Ayahnya.
    Mondy membenarkan posisi Amora dalam gendongannya di lengan kiri sambil berjalan mendekati istrinya.
    Dengan lengan kekar yang lain, ia membantu Raya berdiri dan memapahnya menuju kamar. "Cayang... Ola turun dulu. Ayah biar mandi!" perintah Raya.
    Amora menggeleng dan tetap menggelayut di pundak Mondy. "Ayah bau acem loh! Kak Ola kan udah mandi, udah wangi!" bujuk Raya lagi. "GAK!" protesnya membentak ketika Raya dan mOndy berusaha menurunkannya.
    Ibu dan ayah muda itu kompak kaget.
    Raya agak shock. Sementara Mondy mencoba bersabar. "Kak Ola sama Ayah! Bunda sama Adek!" bujuk MOndy yang mebuat Amora tersenyum dan sedikit melonggarkan tangannya. "Tapi Ayah mandi dulu.... Sama Mbak Tik dulu ya?" Amora pun menurut. Kebetulan Tutik telah selesai membantu Be-Je di dapur. **** Raya dan Mondy mencoba memaklumi. "Adeknya belum lahir aja dia udah cemburu Mas?" keluh Raya. "Aku juga gak bisa memperhatikannya seprti dulu lagi." "Ya udah gapapa. Ayah yang akan perhatikan dan coba kasih pengertian ke kakak!" Raya memaksakan diri tersenyum di tengah erangan karena kesakitan. "Kenapa?" panik MOndi.
    Raya mengatur nafas, self healing. "Gak papa. Anak kamu ini lo, nendang-nendang terus!" keluh Raya akhirnya.
    Mondy tertawa, "Hm... pengen ngajak Ayah main ya sayang?" Refleks Raya mengangguk ketika MOndy mengelus perutnya. "Eh... enggak!" ralatnya cepat. "Ya udah... Bunda diam disini aja, Ayah mandi dulu! biar segar!" **** Mereka turun untuk makan bersama.
    Yang lain sudah ada di sana. Meski kerepotan, Raya masih cekatan membantu Be-je menyiapkan makan malam.
    Amora sudah duduk manis di sana tapi menolak suapan Tutik. "Kok gak mamam sayang!" tegur Mondy. Raya hanya meliriknya masih menyiapkan piring dan gelas di meja.
    Mondy mengambil alih piring ditangan Tutik dan menyuruhnya pergi.
    Mondy mulai membujuk Amora dan menyuapinya.

    83 3 6 hours ago
    Buat yang kangen #RamonStory #BilaCintaBohong 09 #dibuangsayang
#fan_fictionstory #rasyarini 
Yang masih gemas dengan Amora siapa ya? * * * 
Raya hanya bisa duduk memandang dan mengawasi Amora bermain. Sesekali putri kecilnya itu memamerkan mainannya dan mendapat acungan jempol darinya. Terkadang Amora mendekat mengadu boneka dan squisy-nya yang rusak dan usang. "Iya... Besok dipelbaiki ya cayang," Raya mengusap lembut kepala Amora. "Kalo tidak bisa, nanti dibelikan Ayah!" Amora tersenyum senang dan kembali asik dengan mainannya. Alea sudah memasuki usia sekolah sehingga tidak bisa tiap hari bermain dengannya. "Assalamualaikum!" Suara lantang itu terdengar. 
Amora mendongak dan menghempaskan mainannya begitu saja. Ia hapal dengan suara itu dan langsung berlari ke arah tangga karena tahu asal suara dari lantai satu. "AYAHHHH!" teriaknya sambil berlari menuju anak tangga dan mulai menuruninya. 
Mondy senang mendengar suara cedal khas itu tapi langsung membolakan mata begitu melihat Amora diujung tangga dan mulai tertatih menuruninya, amat hati-hati. 
Mondy berlari secepat ia bisa, menaiki tangga dan HUP! 
Ia menangkap tubuh mungil Amora di anak tangga ke tiga, dan langsung ia gendong. Jantungnya masih berdebar meski putri kecilnya sudah dalam dekapan. 
Amora melingkarkan lengan mungilnya di leher Mondy. "Hihi... Ayah!..." Amora tertawa riang  menahan geli mendapat ciuman bertubu dari sang Ayah. "Inces Ayah nakal ya? Kan udah dibilang jangan turun sendirian!" Mondy mencubit gemas lengan Amora, yang membuatnya menggembungkan pipi memajukan bibir lucu. 
Mondy tertawa dan baru menyadari sedari tadi suara kepayahan memanggil-manggil Amora. Siapa lagi kalo bukan Raya. Ia berusaha bangkit dari duduknya dengan susah payah. 
Melihat hal itu Mondy langsung panik, pandangan langsung tertuju pada betis putih mulus istrinya setelah mendengar rintihan Raya. Ia takut ada bercak darah seperti saat Raya jatuh dulu yang bisa berakibat fatal. "Ayah unya Ola!" Amora merangkul erat Mondy sampai Mondy susah nafas. "Iya... Ayah punya Ola! Kan Ola... kes--sayangan Ay- yah!" balas Mondy melonggarkan rangkulan putrinya.

    Buat yang kangen #RamonStory #BilaCintaBohong 09 #dibuangsayang
    #fan_fictionstory #rasyarini
    Yang masih gemas dengan Amora siapa ya? * * *
    Raya hanya bisa duduk memandang dan mengawasi Amora bermain. Sesekali putri kecilnya itu memamerkan mainannya dan mendapat acungan jempol darinya. Terkadang Amora mendekat mengadu boneka dan squisy-nya yang rusak dan usang. "Iya... Besok dipelbaiki ya cayang," Raya mengusap lembut kepala Amora. "Kalo tidak bisa, nanti dibelikan Ayah!" Amora tersenyum senang dan kembali asik dengan mainannya. Alea sudah memasuki usia sekolah sehingga tidak bisa tiap hari bermain dengannya. "Assalamualaikum!" Suara lantang itu terdengar.
    Amora mendongak dan menghempaskan mainannya begitu saja. Ia hapal dengan suara itu dan langsung berlari ke arah tangga karena tahu asal suara dari lantai satu. "AYAHHHH!" teriaknya sambil berlari menuju anak tangga dan mulai menuruninya.
    Mondy senang mendengar suara cedal khas itu tapi langsung membolakan mata begitu melihat Amora diujung tangga dan mulai tertatih menuruninya, amat hati-hati.
    Mondy berlari secepat ia bisa, menaiki tangga dan HUP!
    Ia menangkap tubuh mungil Amora di anak tangga ke tiga, dan langsung ia gendong. Jantungnya masih berdebar meski putri kecilnya sudah dalam dekapan.
    Amora melingkarkan lengan mungilnya di leher Mondy. "Hihi... Ayah!..." Amora tertawa riang menahan geli mendapat ciuman bertubu dari sang Ayah. "Inces Ayah nakal ya? Kan udah dibilang jangan turun sendirian!" Mondy mencubit gemas lengan Amora, yang membuatnya menggembungkan pipi memajukan bibir lucu.
    Mondy tertawa dan baru menyadari sedari tadi suara kepayahan memanggil-manggil Amora. Siapa lagi kalo bukan Raya. Ia berusaha bangkit dari duduknya dengan susah payah.
    Melihat hal itu Mondy langsung panik, pandangan langsung tertuju pada betis putih mulus istrinya setelah mendengar rintihan Raya. Ia takut ada bercak darah seperti saat Raya jatuh dulu yang bisa berakibat fatal. "Ayah unya Ola!" Amora merangkul erat Mondy sampai Mondy susah nafas. "Iya... Ayah punya Ola! Kan Ola... kes--sayangan Ay- yah!" balas Mondy melonggarkan rangkulan putrinya.

    76 2 6 hours ago
    #NEWAL
#fan_fictionstory 
#rasyarini
#Destiny #NEWSTORY
010

Andra kembali mengesah pasrah. Ia berusaha melihat ke dalam rumah melalui  kaca jendela yang tertutup rapat korden. 
Ia bertahan beberapa menit, tak juga melangkah sekalipun sudah berdiri dan berpamitan pada sang mama. 
Saat mendongak usai mencium tangan Ce Dedeh yang memalingkan muka, ia melihat pergerakan dibalik kaca. Ia menangkap bayangan dibalik korden yang sedikit terbuka. Dan  dengan jelas ia melihat wajah Emon menjulurkan lidah kearahnya. Tak hanya sekali tapi berkali-kali seakan puas melihat nasib Andra malam itu. 
Emon pasti telah menguping dan melihat ia diomeli habis-habisan sama mama. 
Mendapat tatapan tajam dari Andra membuat Emon gugup. Jika semula ia puas mentertawakan Andra di balik korden karena telah dimarahi habis-habisan oleh sang mama, kali ini ia merasakan amarah pada tatapan Andra. 
Mencoba menguasai diri Emon menjulurkaan lidah sekali lagi dan langsung sigap menutup korden sebelum melihat reaksi Andra. **** Andra menelan kekecewaannya tapi disisi lain ia tersenyum senang bisa mendapatkan juluran lidah Emon. 
Emon masih bisa menunjukkan rasa kesalnya, pastilah ia dalam keaadaan baik-baik saja. "Setidaknya ia masih tampak cantik," Gumamnya tanpa sadar - langsung tersipu malu. 
Andra tersenyum senang membayangkan wajah Emon yang menggemaskan beberapa menit lalu. 
Pesan WA yang ia kirimkan ke Emon sepanjang siang, sore hingga maghrib setelah larut malam akhirnya berubah warna centang 2 biru. 
Pertanda Emon sudah membaca pesanya dan mungkin masih sedang online. **** Tanpa menunggu, Andra sigap mengetik. 
__Puas kan gue dihabisin Mamah?__ Send to Emon 
Antara kesal tapi juga semangat, Andra menunggu balasan Emon, ketika pesan itu langsung terbaca dan Emon tampak sedang mengetik pesan. Kantuk Andra langsung sirna. 
Lagi-lagi Emon hanya mengirimkan emoticon menjulurkan lidah
__Maaf... ✌.__ tulis Andra diikuti emiticon Peace. 
__Untuk?__ balas Emon. 
__Untuk hari ini. Hari paling menyebalkan kan?__ 
Tak ada balasan dari Emon. 
#andraemon #story #ramonstory

    #NEWAL
    #fan_fictionstory
    #rasyarini
    #Destiny #NEWSTORY
    010

    Andra kembali mengesah pasrah. Ia berusaha melihat ke dalam rumah melalui kaca jendela yang tertutup rapat korden.
    Ia bertahan beberapa menit, tak juga melangkah sekalipun sudah berdiri dan berpamitan pada sang mama.
    Saat mendongak usai mencium tangan Ce Dedeh yang memalingkan muka, ia melihat pergerakan dibalik kaca. Ia menangkap bayangan dibalik korden yang sedikit terbuka. Dan dengan jelas ia melihat wajah Emon menjulurkan lidah kearahnya. Tak hanya sekali tapi berkali-kali seakan puas melihat nasib Andra malam itu.
    Emon pasti telah menguping dan melihat ia diomeli habis-habisan sama mama.
    Mendapat tatapan tajam dari Andra membuat Emon gugup. Jika semula ia puas mentertawakan Andra di balik korden karena telah dimarahi habis-habisan oleh sang mama, kali ini ia merasakan amarah pada tatapan Andra.
    Mencoba menguasai diri Emon menjulurkaan lidah sekali lagi dan langsung sigap menutup korden sebelum melihat reaksi Andra. **** Andra menelan kekecewaannya tapi disisi lain ia tersenyum senang bisa mendapatkan juluran lidah Emon.
    Emon masih bisa menunjukkan rasa kesalnya, pastilah ia dalam keaadaan baik-baik saja. "Setidaknya ia masih tampak cantik," Gumamnya tanpa sadar - langsung tersipu malu.
    Andra tersenyum senang membayangkan wajah Emon yang menggemaskan beberapa menit lalu.
    Pesan WA yang ia kirimkan ke Emon sepanjang siang, sore hingga maghrib setelah larut malam akhirnya berubah warna centang 2 biru.
    Pertanda Emon sudah membaca pesanya dan mungkin masih sedang online. **** Tanpa menunggu, Andra sigap mengetik.
    __Puas kan gue dihabisin Mamah?__ Send to Emon
    Antara kesal tapi juga semangat, Andra menunggu balasan Emon, ketika pesan itu langsung terbaca dan Emon tampak sedang mengetik pesan. Kantuk Andra langsung sirna.
    Lagi-lagi Emon hanya mengirimkan emoticon menjulurkan lidah
    __Maaf... ✌.__ tulis Andra diikuti emiticon Peace.
    __Untuk?__ balas Emon.
    __Untuk hari ini. Hari paling menyebalkan kan?__
    Tak ada balasan dari Emon.
    #andraemon #story #ramonstory

    79 4 5 March, 2019
    #NEWAL #NEWSTORY #DESTINY  PART 003
#fan_fictionstory #rasyarini

Semua memang garis nasib. Setelah lepas dari jerat Pak Burhan si Bandar Narkoba, Gagal menikah dengan Tari setelah habis-habisan, ia hamper tak punya masa depan, bahkan bisa jadi gelandangan jika rumah panti tak memaafkan dan menerima, atau jika Key tak menolongnya untuk kesekian kalinya. 
Ce Dedeh mendapatkan rejeki nomplok dari gaji-gajinya selama menjadi TKW yang sempat tertahan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja. Fantastis... jumlahnya hampir 200 juta rupiah. 
Uang itulah yang dijadikan modal bagi Andra. Ia membeli bengkel tak jauh dari kampus yang kebetulan dijual murah pemilik karena ia dan keluarganya pindah ke luar Jawa. *****++++****** "Haus?" tanya Andra yang tiba-tiba saja berada di belakang Emon sambil menyodorkan minuman ringan.  Emon menerima dengan senyum. “Cape?” tanya Andra.
Emon menggeleng. "Lo tenang aja Mon, selama di kampus ini gak akan ada satu pun yang berani macam-macam sama lo!" ucap Andra sombong. “Emang lo siapa? ketua geng disini?" ledek Emon. 
Keduanya saling lirik lalu tertawa. "Sory ya Mon.... kemarin-kemarin Gu...Gue... gue ngaku kalo lo itu....." "Iya... makasih," Emon memotong ucapan Andra dengan cepat. Risih rasanya mendengar kata ‘pacar’. “Kalo lo itu pacar gue…” lanjut Andra hamper tak terdengar. 
Emon menatap santai lurus ke depan. “Hah! Cuma makasih doang? Nawarin imbal balik kek? Nanya apa kek? Aduh Mon… Lo itu ya, bener-bener nyebelin!” Ingin rasanya Andra menjitak atau mencubit Emon karena kesal sekaligus gemas. Maba lain selama ospek harus bersusah payah sementara dia sudah Andra mudahkan, tapi hanya ‘kata makasih doang’ yang terdengar. Kagak ada heboh-hebohnya. "Lo memang istimewa Mon. Amat pantas di perjuangkan." Puji batin Andra. “Gue bersyukur berkesempatan mengenal dan bisa dekat dengan lo!” Ponsel keduanya berdering hampir bersamaan.

Keduanya saling pandang dan terkekeh sebelum mengecek ponsel masing-masing. "Key?" lirih Emon yang terdengar Andra. Raut kecewa mendadak tergambar di wajah Andra melihat semangat Emon setengah menjauh menerima panggilan dari adik bontotnya.

#tbc #next or #stop #ramonstory

    #NEWAL #NEWSTORY #DESTINY PART 003
    #fan_fictionstory #rasyarini

    Semua memang garis nasib. Setelah lepas dari jerat Pak Burhan si Bandar Narkoba, Gagal menikah dengan Tari setelah habis-habisan, ia hamper tak punya masa depan, bahkan bisa jadi gelandangan jika rumah panti tak memaafkan dan menerima, atau jika Key tak menolongnya untuk kesekian kalinya.
    Ce Dedeh mendapatkan rejeki nomplok dari gaji-gajinya selama menjadi TKW yang sempat tertahan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja. Fantastis... jumlahnya hampir 200 juta rupiah. 
    Uang itulah yang dijadikan modal bagi Andra. Ia membeli bengkel tak jauh dari kampus yang kebetulan dijual murah pemilik karena ia dan keluarganya pindah ke luar Jawa. *****++++****** "Haus?" tanya Andra yang tiba-tiba saja berada di belakang Emon sambil menyodorkan minuman ringan.  Emon menerima dengan senyum. “Cape?” tanya Andra.
    Emon menggeleng. "Lo tenang aja Mon, selama di kampus ini gak akan ada satu pun yang berani macam-macam sama lo!" ucap Andra sombong. “Emang lo siapa? ketua geng disini?" ledek Emon.
    Keduanya saling lirik lalu tertawa. "Sory ya Mon.... kemarin-kemarin Gu...Gue... gue ngaku kalo lo itu....." "Iya... makasih," Emon memotong ucapan Andra dengan cepat. Risih rasanya mendengar kata ‘pacar’. “Kalo lo itu pacar gue…” lanjut Andra hamper tak terdengar.
    Emon menatap santai lurus ke depan. “Hah! Cuma makasih doang? Nawarin imbal balik kek? Nanya apa kek? Aduh Mon… Lo itu ya, bener-bener nyebelin!” Ingin rasanya Andra menjitak atau mencubit Emon karena kesal sekaligus gemas. Maba lain selama ospek harus bersusah payah sementara dia sudah Andra mudahkan, tapi hanya ‘kata makasih doang’ yang terdengar. Kagak ada heboh-hebohnya. "Lo memang istimewa Mon. Amat pantas di perjuangkan." Puji batin Andra. “Gue bersyukur berkesempatan mengenal dan bisa dekat dengan lo!” Ponsel keduanya berdering hampir bersamaan.

    Keduanya saling pandang dan terkekeh sebelum mengecek ponsel masing-masing. "Key?" lirih Emon yang terdengar Andra. Raut kecewa mendadak tergambar di wajah Andra melihat semangat Emon setengah menjauh menerima panggilan dari adik bontotnya.

    #tbc #next or #stop #ramonstory

    102 4 26 February, 2019
    Ketika peluh mengeluh 
Kata tak berani mengaduh

Jangan turutkan kesulitan
Karena selalu ada jalan 
Tak perlu jadi dia atau mereka. 
Karena aku, kamu, dia, kita dan mereka adalah sama : kata ganti orang saja. 
#newstory
#ramonstory
#cerbung #fan_fictionstory
#rasyarini

    Ketika peluh mengeluh
    Kata tak berani mengaduh

    Jangan turutkan kesulitan
    Karena selalu ada jalan
    Tak perlu jadi dia atau mereka.
    Karena aku, kamu, dia, kita dan mereka adalah sama : kata ganti orang saja.
    #newstory
    #ramonstory
    #cerbung #fan_fictionstory
    #rasyarini

    26 7 7 January, 2019
    #BilaCintaBohong 
#BCB part 708 "Opi?" tanya Stefi setengah berbisik. 
Tatapan keponya menyudutkan Rama Widjaya. Biasanya ia disuruh memanggil dengan sebutan Opa. 
Rama bingung antara menjawab pertanyaan cucunya dan Stefi. 
Amora sudah menatap marah padanya, tatapan Stefi mengintimidasinya. "Oh iya sayang. Bagus! Bagus sekali. Amora suka?" jawabnya. 
Sekitika wajah ngambek Amora berubah. Ia mendongak lebih dalam dan tersenyum pada kakeknya. 
Segera Rama mendaratkan ciuman gemas dan sayang pada  pipi chubby Amora. "Opi????" ulang Stefi. "Oh itu!" Rama berpikir. Ia tentu tak mau dikira meniru. "Ikut-ikutan Galang. Galang kan panggil aku Papi. Mungki maksudnya Opa Papi, eh... Jadi Opi!" jelas Rama. "Bagus juga," pikir Stefi. 
Beberapa tamu mengira Amora putri Stefi dan Rama. 
Seorang wanita sosialita, entah istri pengusaha atau pejabat, bahkan mendekat saking gemasnya melihat Amora. 
Apalagi saat mulai lelah, Amora merangkul pinggang Rama, sekalipun tangan mungilnya tentu tak sampai. Kepalanya bersandar manja di dada Opi-nya yang betah memangkunya. "Jeng ini putrinya? Lucu dan pinter sekali. kelihatanya manja, putri satu2nya ya?" tanya wanita itu. Ia beralih menatap Rama. "Wah penantian panjang ya Pak? Gak sia-sia. Cantik menggemaskan begini." lanjutnya. 
Wanita itu kembali menatap Stefi seakan menagih jawaban atas pertanyaanya.

Pasangan muda menghampiri, si wanitanya pun menanyakan hal yang sama. "Putrinya ya jeng? Jeng yang punya gawe kan ya?" Stefi tersenyum. "Eh... Iya. Saya Mommy-nya." jawab Stefi akhirnya. 
Ada yang berkomentar mirip, ada yg masih bertanya-tanya. "Omi..." rengekan manja Amora mengalihkan mereka. "Iya  sayang," jawab Stefi, mengulurkan tangan, mengambil alih Amora lalu berdiri menggendongnya. "Kenapa? Ola cape? Ngantuk ya?" "Mimik!" jawab Amora lugu. 
Wanita-wanita itupun pamit setelah mencubit dan mencium gemas Amora. 
Dengan senang hati dan perasaan lega, Stefi membawa Amora pada tutik. 
Masih #bersambung 
#rasyarini 
#ramonstory #cerbungramon #cast #rayahito eh #rayamondy 
#fan_fictionstory

    #BilaCintaBohong
    #BCB part 708 "Opi?" tanya Stefi setengah berbisik.
    Tatapan keponya menyudutkan Rama Widjaya. Biasanya ia disuruh memanggil dengan sebutan Opa.
    Rama bingung antara menjawab pertanyaan cucunya dan Stefi.
    Amora sudah menatap marah padanya, tatapan Stefi mengintimidasinya. "Oh iya sayang. Bagus! Bagus sekali. Amora suka?" jawabnya.
    Sekitika wajah ngambek Amora berubah. Ia mendongak lebih dalam dan tersenyum pada kakeknya.
    Segera Rama mendaratkan ciuman gemas dan sayang pada pipi chubby Amora. "Opi????" ulang Stefi. "Oh itu!" Rama berpikir. Ia tentu tak mau dikira meniru. "Ikut-ikutan Galang. Galang kan panggil aku Papi. Mungki maksudnya Opa Papi, eh... Jadi Opi!" jelas Rama. "Bagus juga," pikir Stefi.
    Beberapa tamu mengira Amora putri Stefi dan Rama.
    Seorang wanita sosialita, entah istri pengusaha atau pejabat, bahkan mendekat saking gemasnya melihat Amora.
    Apalagi saat mulai lelah, Amora merangkul pinggang Rama, sekalipun tangan mungilnya tentu tak sampai. Kepalanya bersandar manja di dada Opi-nya yang betah memangkunya. "Jeng ini putrinya? Lucu dan pinter sekali. kelihatanya manja, putri satu2nya ya?" tanya wanita itu. Ia beralih menatap Rama. "Wah penantian panjang ya Pak? Gak sia-sia. Cantik menggemaskan begini." lanjutnya.
    Wanita itu kembali menatap Stefi seakan menagih jawaban atas pertanyaanya.

    Pasangan muda menghampiri, si wanitanya pun menanyakan hal yang sama. "Putrinya ya jeng? Jeng yang punya gawe kan ya?" Stefi tersenyum. "Eh... Iya. Saya Mommy-nya." jawab Stefi akhirnya.
    Ada yang berkomentar mirip, ada yg masih bertanya-tanya. "Omi..." rengekan manja Amora mengalihkan mereka. "Iya sayang," jawab Stefi, mengulurkan tangan, mengambil alih Amora lalu berdiri menggendongnya. "Kenapa? Ola cape? Ngantuk ya?" "Mimik!" jawab Amora lugu.
    Wanita-wanita itupun pamit setelah mencubit dan mencium gemas Amora.
    Dengan senang hati dan perasaan lega, Stefi membawa Amora pada tutik.
    Masih #bersambung
    #rasyarini
    #ramonstory #cerbungramon #cast #rayahito eh #rayamondy
    #fan_fictionstory

    86 6 29 December, 2018
    #fan_fictionstory 
#BilaCintaBohong part 707 "Hati-hati sayang," Mondi membukakan pintu untuk Raya sambil menggandeng Amora. "Unda....! Ndong Unda!" dengan riang Amora berteriak senang. "Hah... kumat lagi!" gerutu Mondi. 
Beruntung mereka melihat Stefi keluar dari mobil yang behenti dibelakangnya. "OMI....!" teriak Amora senang dan berlari ke arah Stefi. 
BRUK!
Tak hati-hati Amora terjatuh di karpet. 
Raya kaget dan beranjak hendak menolong tapi ditahan Mondi. "Biarkan. Biasa..." Tak ada yang mendekat dan menolong, membuat Amora berdiri meski bibirnya sudah ditekuk siap mencuri start untuk menangis, tapi ia bangkit. 
Uluran tangan terbuka Stefi yang sedikit mendekat membuatnya kembali berlari. "Ati-ati sayang. Jangan lari!" pekikan keras Raya memperingati. 
Raya mengelus perutnya menyandarkan kepala dibahu suaminya yang merangkulnya. "Sayang...kenapa? Cape?" tanya Mondi. "Gapapa. dedeknya lagi pengen dimanja Ayah! cemburu sama kakak." potong Raya. "Pengen digendong sama ayah," bisik Raya.
Sigap Mondi pasang ancang-ancang menggendong Raya. "Eh... jangan sekarang!" pekik Raya kaget dan malu. 
Pura-pura merapikan rambut suaminya, Raya berbisik. "Jangan disini, malu! Nanti aja di rumah," Mondi tersenyum dan mengecup puncak kepala istrinya tak memperdulikan banyak pasang mata  melihat. **** Pujian demi pujian diterima keluarga kecil Mondi. Cantik dan pintarnya Amora, keutuhan rumah tangganya, sikap saling care yang mereka tunjukkan sudah lebih dari cukup buat orang lain iri. 
Amora menikmati pesta setelah sempat ke toko mainan bareng Melly dan Tutik. 
Ia asik bermain dengan wajah belepotan coklat. 
Ia asik memamerkan mainan2 barunya pada Rama  yang memangkunya, sementara Stefi sibuk mengelap wajah belepotanya dengan tisyu. "Ha.... Dus!" ocehnya. "Dus!" Tak ada yang berkomentar membuat Amora ngambek. Menatap keduanya bergantian. "Oh iya. Bagus!" jawab Stefi cepat. "OPI?" Amora mendongak menatap kakeknya. 
#rasyarini
#BCB #cerbungramon  #ramonstory #rayamondy #ramonlovers

    #fan_fictionstory
    #BilaCintaBohong part 707 "Hati-hati sayang," Mondi membukakan pintu untuk Raya sambil menggandeng Amora. "Unda....! Ndong Unda!" dengan riang Amora berteriak senang. "Hah... kumat lagi!" gerutu Mondi.
    Beruntung mereka melihat Stefi keluar dari mobil yang behenti dibelakangnya. "OMI....!" teriak Amora senang dan berlari ke arah Stefi.
    BRUK!
    Tak hati-hati Amora terjatuh di karpet.
    Raya kaget dan beranjak hendak menolong tapi ditahan Mondi. "Biarkan. Biasa..." Tak ada yang mendekat dan menolong, membuat Amora berdiri meski bibirnya sudah ditekuk siap mencuri start untuk menangis, tapi ia bangkit.
    Uluran tangan terbuka Stefi yang sedikit mendekat membuatnya kembali berlari. "Ati-ati sayang. Jangan lari!" pekikan keras Raya memperingati.
    Raya mengelus perutnya menyandarkan kepala dibahu suaminya yang merangkulnya. "Sayang...kenapa? Cape?" tanya Mondi. "Gapapa. dedeknya lagi pengen dimanja Ayah! cemburu sama kakak." potong Raya. "Pengen digendong sama ayah," bisik Raya.
    Sigap Mondi pasang ancang-ancang menggendong Raya. "Eh... jangan sekarang!" pekik Raya kaget dan malu.
    Pura-pura merapikan rambut suaminya, Raya berbisik. "Jangan disini, malu! Nanti aja di rumah," Mondi tersenyum dan mengecup puncak kepala istrinya tak memperdulikan banyak pasang mata melihat. **** Pujian demi pujian diterima keluarga kecil Mondi. Cantik dan pintarnya Amora, keutuhan rumah tangganya, sikap saling care yang mereka tunjukkan sudah lebih dari cukup buat orang lain iri.
    Amora menikmati pesta setelah sempat ke toko mainan bareng Melly dan Tutik.
    Ia asik bermain dengan wajah belepotan coklat.
    Ia asik memamerkan mainan2 barunya pada Rama yang memangkunya, sementara Stefi sibuk mengelap wajah belepotanya dengan tisyu. "Ha.... Dus!" ocehnya. "Dus!" Tak ada yang berkomentar membuat Amora ngambek. Menatap keduanya bergantian. "Oh iya. Bagus!" jawab Stefi cepat. "OPI?" Amora mendongak menatap kakeknya.
    #rasyarini
    #BCB #cerbungramon #ramonstory #rayamondy #ramonlovers

    92 5 29 December, 2018
    #BilaCintaBohong part 706 "Bunda masuk!" perintah Mondi tegas. "Jalanan macet, kita bisa telat!" Raya menarik nafas panjang dan masuk mobil. *** Amora terisak dan terus berontak sekalipun sudah berada di dalam mobil. 
Tentu saja tenaganya kalah oleh Mondi. Mondi terpaksa mencekal tangan dan kaki putrinya, membiarkan ia mengoceh, marah, berontak dan terus menangis. "Unda....hiks.. hiks," Amora menoleh ke belakang.

Tak tega Raya mengulurkan tangannya. "Hiks...hiks...." "Amora di depan sama Ayah!" tegas Mondi, Raya pun menarik uluran tangannya, membiarkan Mondi berusaha menenangkan putrinya. 
Setelah tangis Amora mereda, Mondi melonggarkan cekalan tangannya dan mulai mengajak ngobrol dan menciumi puncak kepala putrinya. "hiks...hiks,.." sesekali Amora masih terisak. 
Mondi mulai mengajaknya berbicara dan mengobrol, menghapus jejak tangis dan ingus putrinya dengan tisyu. 
Menit-menit berikutnya Amora mulai membalas pertanyaan Mondi dan mulai mengoceh. "Lat.. Jah Yah? Yah?" celoteh Amora. "Iya jalan mau liat gajah. Tapi besok ya? Sekarang Ola temani Ayah dan Bunda dulu." "Yah... macet! Kak Amora harus sabar nih."
ucap Mondi ganti topik. "Cet Yah!"
tiru Amora.
"Iya, macet!" jawab Mondi "Bing Anyak...." "Iya." "Ampu... Jo. Yah.. halan! Don... Halan!" Amora menoleh ke Jono, manarik kemejanya menyuruh jalan. "Don... Lan!" "Iya, non Amora! hijau jalan. Tapi macet." jawab Jono yang paham maksud Amora. "Hm... Mobilnya harus antri jalan sayang," jelas Mondi. "Kan macet, gak bisa jalan, nanti nabrak dong!" "Cet ... yah? Abak Bing!" "Iya." Amora terus mengoceh dan mulai banyak gerak. Berdiri, lalu minta dipangku dan berdiri lagi dipangkuan Mondi. 
Ia mulai menikmati pemandangan dan bertanya ini itu. 
Raya bersandar lemah di jok belakang, lega setelah melalui ketegangan yang menguras energinya. 
Harusnya ia percaya dari awal pada suaminya, bahwa dengan caranya ia bisa menaklukkan Amora. Untuk seorang Ayah, Mondi termasuk sabar menangani putrinya. ** #fan_fictionstory
#rasyarini 
#BCB #cerbungramon  #ramonstory #rayamondy #rakitstory
#cast  #rayahito

    #BilaCintaBohong part 706 "Bunda masuk!" perintah Mondi tegas. "Jalanan macet, kita bisa telat!" Raya menarik nafas panjang dan masuk mobil. *** Amora terisak dan terus berontak sekalipun sudah berada di dalam mobil.
    Tentu saja tenaganya kalah oleh Mondi. Mondi terpaksa mencekal tangan dan kaki putrinya, membiarkan ia mengoceh, marah, berontak dan terus menangis. "Unda....hiks.. hiks," Amora menoleh ke belakang.

    Tak tega Raya mengulurkan tangannya. "Hiks...hiks...." "Amora di depan sama Ayah!" tegas Mondi, Raya pun menarik uluran tangannya, membiarkan Mondi berusaha menenangkan putrinya.
    Setelah tangis Amora mereda, Mondi melonggarkan cekalan tangannya dan mulai mengajak ngobrol dan menciumi puncak kepala putrinya. "hiks...hiks,.." sesekali Amora masih terisak.
    Mondi mulai mengajaknya berbicara dan mengobrol, menghapus jejak tangis dan ingus putrinya dengan tisyu.
    Menit-menit berikutnya Amora mulai membalas pertanyaan Mondi dan mulai mengoceh. "Lat.. Jah Yah? Yah?" celoteh Amora. "Iya jalan mau liat gajah. Tapi besok ya? Sekarang Ola temani Ayah dan Bunda dulu." "Yah... macet! Kak Amora harus sabar nih."
    ucap Mondi ganti topik. "Cet Yah!"
    tiru Amora.
    "Iya, macet!" jawab Mondi "Bing Anyak...." "Iya." "Ampu... Jo. Yah.. halan! Don... Halan!" Amora menoleh ke Jono, manarik kemejanya menyuruh jalan. "Don... Lan!" "Iya, non Amora! hijau jalan. Tapi macet." jawab Jono yang paham maksud Amora. "Hm... Mobilnya harus antri jalan sayang," jelas Mondi. "Kan macet, gak bisa jalan, nanti nabrak dong!" "Cet ... yah? Abak Bing!" "Iya." Amora terus mengoceh dan mulai banyak gerak. Berdiri, lalu minta dipangku dan berdiri lagi dipangkuan Mondi.
    Ia mulai menikmati pemandangan dan bertanya ini itu.
    Raya bersandar lemah di jok belakang, lega setelah melalui ketegangan yang menguras energinya.
    Harusnya ia percaya dari awal pada suaminya, bahwa dengan caranya ia bisa menaklukkan Amora. Untuk seorang Ayah, Mondi termasuk sabar menangani putrinya. ** #fan_fictionstory
    #rasyarini
    #BCB #cerbungramon #ramonstory #rayamondy #rakitstory
    #cast #rayahito

    89 7 29 December, 2018
    #BilaCintaBohong part 705 "Kamu bawa perlengkapan Amora dan tas ibu, biar Amora sama saya," perintah Raya. "Iya buk!" Raya menggandeng Amora. Ia selalu senang berjalan dengan sepatu pink-nya yang sudah lumayan usang. ****** Mereka sudah siap berangkat. "Ndong Unda.... Ndong Unda!" Amora mendadak rewel minta digendok bunda.
Tadi memang Raya sempat menggendongnya sebentar tapi takut kenapa2, ia turunkan dan menggandengnya, takut putrinya kecapean ia minta tolong Tutik menggendongnya 
Amora  melorot dari gendongan tutik dan marah. 
Raya mengusap perutnya. meski belum membuncit tapi ada kehidupan di sana. Ia dilema. Di satu sisi ia ingin menggendong putrinya, tapi Mondi pasti akan marah, belum lagi kalo sampai terjadi apa-apa dengan janinya, karena Amora yang tak bisa diam, dan suka menendang-nendang kegirangan saat digendong bundanya. 
Amora mogok, gak mau ikut. Ia malah duduk dilantai dan memukul-mukulkan kakinya. 
Bujukan Be-je dan Tutik tak membuahkan hasil. Yang ada ia justru makin ngamuk dan kian kencang menangis (gas poll pokoknya.) "Ndong Unda.... Ndong Unda!  Aaa..... Hoa....aaa...!" Mondi hilang kesabaran. Membanting pintu mobil dan berjalan ke arahnya. "Kebiasaan! Keseringan di manja!" geram Mondi. 
Raya bertahan tak mendekat dengan menepis rasa iba yang amat sangat. "Sama ayah ya? Yuk!" Mondi mengulurkan tangan. "GAK!" Amora menepis tangan Mondi. "Unda...Unda...!" Amora memanggil berharap BUndanya mendekat. "Tut! Masuk ke mobil sama Nyonya! Bik... jaga rumah, kalo kak Stefi tanya bilang saya berangka duluan!" Tutik dan Be-je mengangguk. "Amora, BERDIRI!" bentak Mondi. 
Amora kaget menghentikan racauan dan tangisnya. "Ikut Ayah!" perintahnya lebih pelan. 
Amora menatap Ayahnya dan bertahan. "GAK! Ola ama Unda! Ola ma Unda! Aaaa.... Unda," protes Amora saat Mondi terpaksa membawanya. Ia terus berontak dalam gendongan Ayahnya. "Oaa.... Ndong Unda... Ola ma nda.... hiks... hiks... Unda!" Raya yang sudah membuka handle pintu, tak tega melihat isak tangisnya. "Bunda masuk!" perintah Mondi tegas.

#fan_fictionstory
#rasyarini
#BCB #cerbungramon #ramonstory #rakitstory

    #BilaCintaBohong part 705 "Kamu bawa perlengkapan Amora dan tas ibu, biar Amora sama saya," perintah Raya. "Iya buk!" Raya menggandeng Amora. Ia selalu senang berjalan dengan sepatu pink-nya yang sudah lumayan usang. ****** Mereka sudah siap berangkat. "Ndong Unda.... Ndong Unda!" Amora mendadak rewel minta digendok bunda.
    Tadi memang Raya sempat menggendongnya sebentar tapi takut kenapa2, ia turunkan dan menggandengnya, takut putrinya kecapean ia minta tolong Tutik menggendongnya
    Amora melorot dari gendongan tutik dan marah.
    Raya mengusap perutnya. meski belum membuncit tapi ada kehidupan di sana. Ia dilema. Di satu sisi ia ingin menggendong putrinya, tapi Mondi pasti akan marah, belum lagi kalo sampai terjadi apa-apa dengan janinya, karena Amora yang tak bisa diam, dan suka menendang-nendang kegirangan saat digendong bundanya.
    Amora mogok, gak mau ikut. Ia malah duduk dilantai dan memukul-mukulkan kakinya.
    Bujukan Be-je dan Tutik tak membuahkan hasil. Yang ada ia justru makin ngamuk dan kian kencang menangis (gas poll pokoknya.) "Ndong Unda.... Ndong Unda! Aaa..... Hoa....aaa...!" Mondi hilang kesabaran. Membanting pintu mobil dan berjalan ke arahnya. "Kebiasaan! Keseringan di manja!" geram Mondi.
    Raya bertahan tak mendekat dengan menepis rasa iba yang amat sangat. "Sama ayah ya? Yuk!" Mondi mengulurkan tangan. "GAK!" Amora menepis tangan Mondi. "Unda...Unda...!" Amora memanggil berharap BUndanya mendekat. "Tut! Masuk ke mobil sama Nyonya! Bik... jaga rumah, kalo kak Stefi tanya bilang saya berangka duluan!" Tutik dan Be-je mengangguk. "Amora, BERDIRI!" bentak Mondi.
    Amora kaget menghentikan racauan dan tangisnya. "Ikut Ayah!" perintahnya lebih pelan.
    Amora menatap Ayahnya dan bertahan. "GAK! Ola ama Unda! Ola ma Unda! Aaaa.... Unda," protes Amora saat Mondi terpaksa membawanya. Ia terus berontak dalam gendongan Ayahnya. "Oaa.... Ndong Unda... Ola ma nda.... hiks... hiks... Unda!" Raya yang sudah membuka handle pintu, tak tega melihat isak tangisnya. "Bunda masuk!" perintah Mondi tegas.

    #fan_fictionstory
    #rasyarini
    #BCB #cerbungramon #ramonstory #rakitstory

    79 6 29 December, 2018
    #BilaCintaBohong part 
680 "Iya Mas, udah aku revisi tinggal dikit kok." Elak Raya ketika mas Akbar menagih revisi story-nya. Mendadak kepalanya pusing dan keringat dingin. 
Selanjutnya bisa Raya tebak,ia akan kena omelan dan mulai dibanding-bandingkan dg penulis lain. 
Tak hanya itu saja, kuping Raya pun harus selalu siap mendengar nyinyiran mbak Bintang. Sgala topik pasti bernada nyinyir. "Yang affair suamimu dg sekretaris itu kasusnya udah selesai ya? Alhamdulillah gue ikut seneng ray. Gue kira lo bikin 'pelakor' itu pengalaman pribadi kasusmu itu." "Gak lah mb. Mb Bintang sendiri dengar kan pas meeting pak Jun yang minta dibuatkan. Ide cerita murni dari dia," protes Raya tak terima 
Sudah eneg mau muntah, denger omongan sampah, rasanya Raya ingin kabur dari sana secepatnya. Kalo bisa muntah sekalian mungkin lebih lega. "Mas akbar, aku mau pulang dulu mau... mau...." Raya memeras otak 'mencari alasan' tapi tak menemukan juga. ""Mau kemana sih?" ketus Akbar kepo. Raya belum genap 3 jam dan mereka belum deal eksekusi cerita dan  sudah mau pulang. 
DRT...DRT....
Nama Mondi tertera di layar. "Ups sory...." lirih  Raya meringis. "Siapa? Suami kamu?" tanya Akbar dg isyarat bibirnya. 
Raya mengangguk . "Wa'alaikumsalam...." ..... "Aduh, gimana ya?" Raya garuk2 kepala melirik Akbar dg perasaan canggung. "Ya udah pergi aja! Gue duluan!" pamit Akbar menepuk lengan Raya dg naskah yang dibawanya. "Gimana bunda? Bunda baik2 saja kan?" teriak suara di ujung telfon. "Iya," jawab Raya lemah. "Banyak kerjaan ya?" "Gak juga." "Ya udah, bentar lagi ayah nyampe sana. Ayah mau pastikan bunda baik2 saja." "Assalamualaikum." Klek! "Waalaikumsalam," Raya mengesah karena tak merasa baik2 saja, tapi juga bersyukur ada kesempatan dan alasan buat kabur. "Semalam lembur ya mbak. Kayak kurang tidur. Pucat. Mbak Raya sakit?" tegur salah satu kru yang melewatinya. 
Raya menggeleng memaksakan diri tersenyum. **** Raya langsung menarik Mondi masuk ke dalam mobil. "Kok buru2 sih? Padahal Ayah belum bilang..." Mondi menggantung ucapanya melihat istrinya membekap mulutnya. 
Tbc

#ramonstory 
#cerbungBCB 
#fan_fictionstory 
#Rasyarini

    #BilaCintaBohong part
    680 "Iya Mas, udah aku revisi tinggal dikit kok." Elak Raya ketika mas Akbar menagih revisi story-nya. Mendadak kepalanya pusing dan keringat dingin.
    Selanjutnya bisa Raya tebak,ia akan kena omelan dan mulai dibanding-bandingkan dg penulis lain.
    Tak hanya itu saja, kuping Raya pun harus selalu siap mendengar nyinyiran mbak Bintang. Sgala topik pasti bernada nyinyir. "Yang affair suamimu dg sekretaris itu kasusnya udah selesai ya? Alhamdulillah gue ikut seneng ray. Gue kira lo bikin 'pelakor' itu pengalaman pribadi kasusmu itu." "Gak lah mb. Mb Bintang sendiri dengar kan pas meeting pak Jun yang minta dibuatkan. Ide cerita murni dari dia," protes Raya tak terima
    Sudah eneg mau muntah, denger omongan sampah, rasanya Raya ingin kabur dari sana secepatnya. Kalo bisa muntah sekalian mungkin lebih lega. "Mas akbar, aku mau pulang dulu mau... mau...." Raya memeras otak 'mencari alasan' tapi tak menemukan juga. ""Mau kemana sih?" ketus Akbar kepo. Raya belum genap 3 jam dan mereka belum deal eksekusi cerita dan sudah mau pulang.
    DRT...DRT....
    Nama Mondi tertera di layar. "Ups sory...." lirih Raya meringis. "Siapa? Suami kamu?" tanya Akbar dg isyarat bibirnya.
    Raya mengangguk . "Wa'alaikumsalam...." ..... "Aduh, gimana ya?" Raya garuk2 kepala melirik Akbar dg perasaan canggung. "Ya udah pergi aja! Gue duluan!" pamit Akbar menepuk lengan Raya dg naskah yang dibawanya. "Gimana bunda? Bunda baik2 saja kan?" teriak suara di ujung telfon. "Iya," jawab Raya lemah. "Banyak kerjaan ya?" "Gak juga." "Ya udah, bentar lagi ayah nyampe sana. Ayah mau pastikan bunda baik2 saja." "Assalamualaikum." Klek! "Waalaikumsalam," Raya mengesah karena tak merasa baik2 saja, tapi juga bersyukur ada kesempatan dan alasan buat kabur. "Semalam lembur ya mbak. Kayak kurang tidur. Pucat. Mbak Raya sakit?" tegur salah satu kru yang melewatinya.
    Raya menggeleng memaksakan diri tersenyum. **** Raya langsung menarik Mondi masuk ke dalam mobil. "Kok buru2 sih? Padahal Ayah belum bilang..." Mondi menggantung ucapanya melihat istrinya membekap mulutnya.
    Tbc

    #ramonstory
    #cerbungBCB
    #fan_fictionstory
    #Rasyarini

    108 6 21 December, 2018
    #ramonstory 
#BilaCintaBohong part 
679 
Sudah lebih dari seminggu ini, Raya hanya bisa menatap suaminya mondar-mandir mempersiapkan diri ke kantor. Ada rasa bersalah. "Maaf ya gak bisa ngurus ayah." Tanganya menahan dan menghentikan aktifitas Mondi. 
Ia menunduk mengusap lembut  lalu mengecup puncak kepala istrinya. "Gak papa sayang.... yang penting malam bunda bisa manjain ayah." ucapnya tersenyum genit. 
Raya memalingkan muka malu. Keduanya tersipu beberapa saat. "Mas...!" panggil Raya ketika Mondi beranjak. "Hm... Apa lagi?" Mondi menghela nafas. 
Raya berusaha bangun dan memakaikan dasi suaminya yang masih di pegang ditangan. "Udah..gak usah dipikirkan. Ayah bisa sendiri." Ponsel Raya di nakas berdering, Mondi yang berada lebih dekat bisa melihat nama Pak suwandi di layar. 
Tak ingin terlihat kepo, Mondi buru2 pamit dg alasan sudah telat. ***** "Masak aku nggak boleh dekat dg anak aku sendiri?" keluh Raya pada Tutik

Dengan alasan kehamilanya, Stefi tak mengijinkan Raya berinteraksi dg Amora. "Sabar ya buk, semua kan demi kebaikan ibu, dan dedek bayi. Dedek Amora aktif sekali, nanti ibu kewalahan. Kalo di gendong ibu gak mau diem. Saya aja miris bu," "Nanti kalo dedek yang diperut ibu udah kuat dan gak mual muntah lagi, pasti dibolehin." hibur tutik.

Raya harus menguatkan diri agar bisa tampak sehat dan segar. 
Saat kehamilan Amora ia bahkan kerja keras di Belanda dan nyatanya baik2 saja. 
Mengalihkan keluhan kehamilanya, Raya memaksakan menyibukkan diri, tak perduli larangan Stefi dan Mondi. 
Raya nekat bekerja, dan melakukan banyak hal. Dengan begitu semua orang percaya ia baik2 saja, meski ditempat kerja ia sering tak berdaya. Ia hanya tak ingin tampak lemah di depan semua.

Hampir tiap hari ia kena semprot kru yang lain. Termas Bhakti perdana, sutradara baru yang menangani story-nya. 
Tak ada satupun di kantor yang mengetahui kehamilanya. Raya juga tdk bercerita. Lebih tepatnya malu kalo ketahuan hamil. Semua pasti akan mencibir. Anak baru setahun sudah mau dikasih adik. Padahal di luar sana banyak juga yang anak setahun sudah punya adik.

#fan_fictionstory
#rasyarini
#BCB #cerbungramon #cerbungramonbaper

    #ramonstory
    #BilaCintaBohong part
    679
    Sudah lebih dari seminggu ini, Raya hanya bisa menatap suaminya mondar-mandir mempersiapkan diri ke kantor. Ada rasa bersalah. "Maaf ya gak bisa ngurus ayah." Tanganya menahan dan menghentikan aktifitas Mondi.
    Ia menunduk mengusap lembut lalu mengecup puncak kepala istrinya. "Gak papa sayang.... yang penting malam bunda bisa manjain ayah." ucapnya tersenyum genit.
    Raya memalingkan muka malu. Keduanya tersipu beberapa saat. "Mas...!" panggil Raya ketika Mondi beranjak. "Hm... Apa lagi?" Mondi menghela nafas.
    Raya berusaha bangun dan memakaikan dasi suaminya yang masih di pegang ditangan. "Udah..gak usah dipikirkan. Ayah bisa sendiri." Ponsel Raya di nakas berdering, Mondi yang berada lebih dekat bisa melihat nama Pak suwandi di layar.
    Tak ingin terlihat kepo, Mondi buru2 pamit dg alasan sudah telat. ***** "Masak aku nggak boleh dekat dg anak aku sendiri?" keluh Raya pada Tutik

    Dengan alasan kehamilanya, Stefi tak mengijinkan Raya berinteraksi dg Amora. "Sabar ya buk, semua kan demi kebaikan ibu, dan dedek bayi. Dedek Amora aktif sekali, nanti ibu kewalahan. Kalo di gendong ibu gak mau diem. Saya aja miris bu," "Nanti kalo dedek yang diperut ibu udah kuat dan gak mual muntah lagi, pasti dibolehin." hibur tutik.

    Raya harus menguatkan diri agar bisa tampak sehat dan segar.
    Saat kehamilan Amora ia bahkan kerja keras di Belanda dan nyatanya baik2 saja.
    Mengalihkan keluhan kehamilanya, Raya memaksakan menyibukkan diri, tak perduli larangan Stefi dan Mondi.
    Raya nekat bekerja, dan melakukan banyak hal. Dengan begitu semua orang percaya ia baik2 saja, meski ditempat kerja ia sering tak berdaya. Ia hanya tak ingin tampak lemah di depan semua.

    Hampir tiap hari ia kena semprot kru yang lain. Termas Bhakti perdana, sutradara baru yang menangani story-nya.
    Tak ada satupun di kantor yang mengetahui kehamilanya. Raya juga tdk bercerita. Lebih tepatnya malu kalo ketahuan hamil. Semua pasti akan mencibir. Anak baru setahun sudah mau dikasih adik. Padahal di luar sana banyak juga yang anak setahun sudah punya adik.

    #fan_fictionstory
    #rasyarini
    #BCB #cerbungramon #cerbungramonbaper

    130 8 21 December, 2018
    Malam ini aku mau nyepam soal story aku di wattpad. Jadi tadi pas aku on watty, aku liat tiga ceritaku dapat peringkat semua. Agak aneh sih karena ketiganya bukan cerita on going atau cerita baru. Akhirnya iseng-iseng deh buat beginian. 😁😁 #maafkeun 
Slide 1-4 adalah anak sulungku di watty. Cerita pertama yang aku tulis di sana. Tadinya gak pengin post cerita itu, tapi karena idenya kayak udah menari-nari di kepala, akhirnya dipostinglah cerita tersebut di sana. Dan alhamdulillah banyak yang suka. Sampai detik ini, sudah ada 18ribu lebih viewers & 2 ribu lebih like. Satu hal yang gak pernah terbayangkan. Cerita perdana dan dapat respon begitu luar biasa. Mungkin kalian ada yang berpikir "apa sih nih, lebay" atau "segitu aja bangga", dsb. Terserah sih mau ngomong apa. Tapi gak mudah lho untuk dapetin itu. Gak percaya? Coba aja. 😊 Terlepas dari itu, tadi sempat kaget juga waktu liat kalau cerita ini masih dapet peringkat. Soalnya ini cerita udah ending lama banget. Udah satu tahun kayaknya ini cerita berakhir, dan masih dapet peringkat di watty. Viewersnya juga bertambah sih sejak ending. Terima kasih banyak untuk semua readers ku 😊😊 Slide 5-9 adalah anak keduaku. Awal ngeshare cerita ini emang ide belum mateng banget sih. Jadi wajar kalau sampai saat ini, hampir satu tahun cerita ini belum aku lanjutin lagi 😅😅 maafkan aku para readers ku yang telah lama menunggu. 🙏🙏 Sebenarnya udah diketik sih, tapi belum selesai. Masih mandeg. Padahal mungkin tinggal 1 part lagi udah kelar cerita ini. Tapi ya ... mau gimana lagi. Masih belum bisa dilanjut. 🙏🙏 Kalau dari viewers lumayan sih ada 8 ribu lebih, like nya seribu lebih kayaknya. Cerita ini pun juga dapet peringkat. Padahal udah lama gak di update2 😁😁. Sabar ya readers, semoga saja cerita ini bisa dilanjut sampai ending. Bahkan sampai naik cetak jadi buku, aamiin. 😊😊 #watty #wattpad #wattys2018 #wattpadindonesia #wattpadromance #ceritawattpad #ceritafiksi #ceritafiksiwattpad #raya #rayakitty #ramonstory #ramonlovers #rml #ramonatik #mondy #fiksiremaja #romancestory #juststory #penuliswattpadindonesia

    Malam ini aku mau nyepam soal story aku di wattpad. Jadi tadi pas aku on watty, aku liat tiga ceritaku dapat peringkat semua. Agak aneh sih karena ketiganya bukan cerita on going atau cerita baru. Akhirnya iseng-iseng deh buat beginian. 😁😁 #maafkeun
    Slide 1-4 adalah anak sulungku di watty. Cerita pertama yang aku tulis di sana. Tadinya gak pengin post cerita itu, tapi karena idenya kayak udah menari-nari di kepala, akhirnya dipostinglah cerita tersebut di sana. Dan alhamdulillah banyak yang suka. Sampai detik ini, sudah ada 18ribu lebih viewers & 2 ribu lebih like. Satu hal yang gak pernah terbayangkan. Cerita perdana dan dapat respon begitu luar biasa. Mungkin kalian ada yang berpikir "apa sih nih, lebay" atau "segitu aja bangga", dsb. Terserah sih mau ngomong apa. Tapi gak mudah lho untuk dapetin itu. Gak percaya? Coba aja. 😊 Terlepas dari itu, tadi sempat kaget juga waktu liat kalau cerita ini masih dapet peringkat. Soalnya ini cerita udah ending lama banget. Udah satu tahun kayaknya ini cerita berakhir, dan masih dapet peringkat di watty. Viewersnya juga bertambah sih sejak ending. Terima kasih banyak untuk semua readers ku 😊😊 Slide 5-9 adalah anak keduaku. Awal ngeshare cerita ini emang ide belum mateng banget sih. Jadi wajar kalau sampai saat ini, hampir satu tahun cerita ini belum aku lanjutin lagi 😅😅 maafkan aku para readers ku yang telah lama menunggu. 🙏🙏 Sebenarnya udah diketik sih, tapi belum selesai. Masih mandeg. Padahal mungkin tinggal 1 part lagi udah kelar cerita ini. Tapi ya ... mau gimana lagi. Masih belum bisa dilanjut. 🙏🙏 Kalau dari viewers lumayan sih ada 8 ribu lebih, like nya seribu lebih kayaknya. Cerita ini pun juga dapet peringkat. Padahal udah lama gak di update2 😁😁. Sabar ya readers, semoga saja cerita ini bisa dilanjut sampai ending. Bahkan sampai naik cetak jadi buku, aamiin. 😊😊 #watty #wattpad #wattys2018 #wattpadindonesia #wattpadromance #ceritawattpad #ceritafiksi #ceritafiksiwattpad #raya #rayakitty #ramonstory #ramonlovers #rml #ramonatik #mondy #fiksiremaja #romancestory #juststory #penuliswattpadindonesia

    40 1 12 December, 2018
    Thank you tim @guepedia_penerbitan_online .

Novel Antara Cinta dan Papa
Penulis : rasyarini
ISBN : 978-602-443-322-2
Penerbit : Guepedia Publisher
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : 284 halaman
Harga : 83.000

kisah cinta aktifis kampus, raja demo penentang korupsi dg anak koruptor. 
ironisnya, dialah yg menjebloskan papa 'kekasih'nya itu ke dalam penjara.
Sekalipun cinta itu tulus perjalananya tak selalu mulus

Bisa di beli di
TOKOPEDIA
https://www.tokopedia.com/guepedia/antara-cinta-dan-papa

BUKALAPAK
https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/novel/m3qip3-jual-antara-cinta-dan-papa?product_push=&promoted_configuration=

Atau

Email : guepedia@gmail•com
WA di 081287602508 
Atau DM @rasyarini @fan_fictionstory 
Happy shopping & reading
#guepedia
#ramonstory
#novel
#BilaCintaBohong
#ramonlovers
#literasi 
#pejuang #literasiindonesia
#buku 
#gift
#cerbungRamon

    Thank you tim @guepedia_penerbitan_online .

    Novel Antara Cinta dan Papa
    Penulis : rasyarini
    ISBN : 978-602-443-322-2
    Penerbit : Guepedia Publisher
    Ukuran : 14 x 21 cm
    Tebal : 284 halaman
    Harga : 83.000

    kisah cinta aktifis kampus, raja demo penentang korupsi dg anak koruptor.
    ironisnya, dialah yg menjebloskan papa 'kekasih'nya itu ke dalam penjara.
    Sekalipun cinta itu tulus perjalananya tak selalu mulus

    Bisa di beli di
    TOKOPEDIA
    https://www.tokopedia.com/guepedia/antara-cinta-dan-papa

    BUKALAPAK
    https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/novel/m3qip3-jual-antara-cinta-dan-papa?product_push=&promoted_configuration=

    Atau

    Email : guepedia@gmail •com
    WA di 081287602508
    Atau DM @rasyarini @fan_fictionstory
    Happy shopping & reading
    #guepedia
    #ramonstory
    #novel
    #BilaCintaBohong
    #ramonlovers
    #literasi
    #pejuang #literasiindonesia
    #buku
    #gift
    #cerbungRamon

    31 4 3 December, 2018
    Judul buku. :  Musik dan Cinta (Kumpulan cerpen)
Penulis. : Chatya Fawziyyah
Penyunting. : Intishar Crew
Penerbit : CV. Intishar Publishing
Cet I. : Mei 2017
Jumlah hal. : 134 halaman
Ukuran buku: 12x18 cn
ISBN. : 978-602-6702-09-8
Harga. : Rp 45.000 (belum ongkir)

Sinopsis

Musik dan Cinta
Adalah buku kumpulan cerpen. Menceritakan beberapa kisah cinta dua anak manusia. Ada yang happy ending adapula yang sad ending. Terdiri dari delapan cerpen. Lima diantaranya terinspirasi dari lagu-lagu pop yang pernah hits pada masanya. Satu judul terinspirasi dari musik dangdut. Musik yang sering dianggap sebagai musik pinggiran dan kurang diminati beberapa kalangan. Dan sisanya mengangkat sebuah kisah cinta cowok dan cewek. Yaitu tentang sebuah taruhan yang dilakuan oleh Ilham, Casi, dan Bisma. Taruhan mereka apa? Dan bagaimana kisah mereka?
Lalu tentang sebuah ketulusan hati seorang gadis pada seorang cowok yang kurang peka. Dan bagaimana akhir sebuah ketulusan itu?
Bagaimana kisah-kisah mereka semuanya? Kisah mana yang menarik dan mungkin juga bisa bikin baper? 😀
Temukan kisah lengkapnya di buku kumpulan cerpen Musik dan Cinta.

Gak penasaran sama cerpen-cerpen baper di buku kumcer ini? Gak pengin nambah koleksi buku cerita di rak dan meja kamu?? Gak pengin jadiin buku ini sebagai teman disela waktu senggang kamu? Oh iya @rayanurfitrird
atau yg lebih dikenal Raya Kitty, punya kumcer ini lho. Kamu gak pengin punya juga gitu? 😁😁 Yuk, yuk order sekarang buku kumcer kecenya 😊😊 Format pemesanannya masih sama ya : nama lengkap - alamat lengkap - jumlah pesanan
Bisa chat langsung atau lewat WA 082242434272
#bukukumcer #kumpulancerpen #musikdancinta #cerpenbaper #fiksi #terbitkanbuku #terbitkanbukumu #terbitkankaryamu #ayomembaca #membacabuku #membaca #gerakanmembaca #gerakanmembacabuku #ilhamfever #if #ramonlover #ramonstory #rml #evandra

    Judul buku. : Musik dan Cinta (Kumpulan cerpen)
    Penulis. : Chatya Fawziyyah
    Penyunting. : Intishar Crew
    Penerbit : CV. Intishar Publishing
    Cet I. : Mei 2017
    Jumlah hal. : 134 halaman
    Ukuran buku: 12x18 cn
    ISBN. : 978-602-6702-09-8
    Harga. : Rp 45.000 (belum ongkir)

    Sinopsis

    Musik dan Cinta
    Adalah buku kumpulan cerpen. Menceritakan beberapa kisah cinta dua anak manusia. Ada yang happy ending adapula yang sad ending. Terdiri dari delapan cerpen. Lima diantaranya terinspirasi dari lagu-lagu pop yang pernah hits pada masanya. Satu judul terinspirasi dari musik dangdut. Musik yang sering dianggap sebagai musik pinggiran dan kurang diminati beberapa kalangan. Dan sisanya mengangkat sebuah kisah cinta cowok dan cewek. Yaitu tentang sebuah taruhan yang dilakuan oleh Ilham, Casi, dan Bisma. Taruhan mereka apa? Dan bagaimana kisah mereka?
    Lalu tentang sebuah ketulusan hati seorang gadis pada seorang cowok yang kurang peka. Dan bagaimana akhir sebuah ketulusan itu?
    Bagaimana kisah-kisah mereka semuanya? Kisah mana yang menarik dan mungkin juga bisa bikin baper? 😀
    Temukan kisah lengkapnya di buku kumpulan cerpen Musik dan Cinta.

    Gak penasaran sama cerpen-cerpen baper di buku kumcer ini? Gak pengin nambah koleksi buku cerita di rak dan meja kamu?? Gak pengin jadiin buku ini sebagai teman disela waktu senggang kamu? Oh iya @rayanurfitrird
    atau yg lebih dikenal Raya Kitty, punya kumcer ini lho. Kamu gak pengin punya juga gitu? 😁😁 Yuk, yuk order sekarang buku kumcer kecenya 😊😊 Format pemesanannya masih sama ya : nama lengkap - alamat lengkap - jumlah pesanan
    Bisa chat langsung atau lewat WA 082242434272
    #bukukumcer #kumpulancerpen #musikdancinta #cerpenbaper #fiksi #terbitkanbuku #terbitkanbukumu #terbitkankaryamu #ayomembaca #membacabuku #membaca #gerakanmembaca #gerakanmembacabuku #ilhamfever #if #ramonlover #ramonstory #rml #evandra

    26 0 17 November, 2018

Top #RamonStory posts