#Kajian Instagram Photos & Videos

Kajian - 1.4m posts

    [ Kalau Bisa Jangan Berhutang ] ✨
-
Ketahuilah bahwa banyak hutang adalah  sebab datangnya kerugian di dunia sedangkan banyak dosa adalah sebab kerugian di akhirat. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat untuk meminta perlindungan dari dua hal tadi dengan membaca do’a:

ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGROM
(Ya Allah,aku meminta perlindungan padaMu dari banyak dosa & banyak hutang)
(HR Bukhari)
(Faedah hadist ini dari Al Fawa’id, Ibnul Qoyim)

Dalam hadits riwayat bukhari di atas dijelaskan bahwa kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi berlindung dari banyak hutang. Karena banyak hutang adalah sebab seseorang banyak berdusta.

Lihatlah betapa banyak orang yang banyak utang selalu mengingkari janji untuk melunasi padahal dia mampu untuk melunasinya.

Lalu yang dimaksudkan hutang yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya adalah tiga bentuk sebagai berikut:

1. Hutang yang dibelanjakan untuk hal-hal yang terlarang.
2. Hutang bukan pada yang haram tetapi dia tidak memiliki cara untuk melunasinya.
3. Hutang yang tidak diniati untuk dilunasi.

Inilah keterangan Ibnu Battol ketika menjelaskan hadits riwayat Bukhari di atas.

Namun berbahagialah orang yang sudah berniat melunasi hutangnya karena Allah senantiasa akan menolongnya untuk mewujudkan niat baiknya itu.

Dari Abdullah bin Ja’far, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah akan memberi pertolongan pada orang yang berhutang yang ingin melunasi hutangnya sampai dia melunasi hutangnya tersebut selama hutang tersebut bukan pada perkara yang dilarang oleh Allah.” (HR Ibnu Majah. Shahih)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.”
(HR Bukhari)

Ya Allah, lindungilah kami dari berbuat dosa dan beratnya hutang, mudahkanlah kami untuk melunasinya.
-
.
.
.
.
.
👤 : Ustadz Syafiq Basalamah
📑 : Pengusahamuslim.com
🎥 : @konsultasi_islam
🔁 : Feel free for share 🙏🏻
🌟 : Follow @Muslimtype | #muslimtype
🔸#SelfReminder | Tag Sahabatmu 🔸

#muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #dakwah #hutang #sunnah

    [ Kalau Bisa Jangan Berhutang ] ✨
    -
    Ketahuilah bahwa banyak hutang adalah  sebab datangnya kerugian di dunia sedangkan banyak dosa adalah sebab kerugian di akhirat. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat untuk meminta perlindungan dari dua hal tadi dengan membaca do’a:

    ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGROM
    (Ya Allah,aku meminta perlindungan padaMu dari banyak dosa & banyak hutang)
    (HR Bukhari)
    (Faedah hadist ini dari Al Fawa’id, Ibnul Qoyim)

    Dalam hadits riwayat bukhari di atas dijelaskan bahwa kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi berlindung dari banyak hutang. Karena banyak hutang adalah sebab seseorang banyak berdusta.

    Lihatlah betapa banyak orang yang banyak utang selalu mengingkari janji untuk melunasi padahal dia mampu untuk melunasinya.

    Lalu yang dimaksudkan hutang yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya adalah tiga bentuk sebagai berikut:

    1. Hutang yang dibelanjakan untuk hal-hal yang terlarang.
    2. Hutang bukan pada yang haram tetapi dia tidak memiliki cara untuk melunasinya.
    3. Hutang yang tidak diniati untuk dilunasi.

    Inilah keterangan Ibnu Battol ketika menjelaskan hadits riwayat Bukhari di atas.

    Namun berbahagialah orang yang sudah berniat melunasi hutangnya karena Allah senantiasa akan menolongnya untuk mewujudkan niat baiknya itu.

    Dari Abdullah bin Ja’far, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Allah akan memberi pertolongan pada orang yang berhutang yang ingin melunasi hutangnya sampai dia melunasi hutangnya tersebut selama hutang tersebut bukan pada perkara yang dilarang oleh Allah.” (HR Ibnu Majah. Shahih)

    Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Sesungguhnya yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.”
    (HR Bukhari)

    Ya Allah, lindungilah kami dari berbuat dosa dan beratnya hutang, mudahkanlah kami untuk melunasinya.
    -
    .
    .
    .
    .
    .
    👤 : Ustadz Syafiq Basalamah
    📑 : Pengusahamuslim.com
    🎥 : @konsultasi_islam
    🔁 : Feel free for share 🙏🏻
    🌟 : Follow @Muslimtype | #muslimtype
    🔸 #SelfReminder | Tag Sahabatmu 🔸

    #muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #dakwah #hutang #sunnah

    6 0 1 minute ago
    ❤ KAJIAN PRA-NIKAH ❤
.
Hadiri & Syiarkan
.
Kebanyakan manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketenangan jiwa. Tentu pula semua berusaha menghindar dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih lagi dalam lingkungan keluarga.
.
Ingatlah, semua ini tak mungkin akan terwujud kecuali dengan iman kepada Allah, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepada-Nya, disamping melakukan beragam usaha yang sesuai dengan syariat demi terwujudnya Keluarga yang Sakinah
.
Selengkapnya akan dibahas dalam kajian Majelis Umat Rabbani Nur Islam (MURNI). In syaa Allah bersama Ustadz @kasifheer & Bang Aswan dengan tema "Membangun Keluarga Sakinah"
.
DAFTAR! Catet Tanggalnya & Pastikan Datengi Kajiannya 😊
.
🗓 Sabtu, 30 Maret 2019
⏰ Pukul 12.00 s/d Selesai
🕌 Masjid Jami' Al-Mukhlishin. Bumi Malaka Asri 1, Malaka Sari, Jakarta Timur
📍http://bit.ly/mapsmurni
.
GRATIS! Terbuka untuk Umum (Ikhwan & Akhwat)
.
Jangan lupa ajak keluarga, saudara serta umat muslim yang lainnya 😇 karena “Menuntut Ilmu itu Wajib bagi Setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)
.
Link Registrasi: bit.ly/KajianMurni
.
Info What'sApp:
0812 8911 4272 (Ikhwan)
0838 7359 1322 (Akhwat)
.
Majelis Umat Rabbani Nur Islam
Sejukan Hati, Meraih Ridho Illahi
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Instagram, FB, YouTube: @murni.media

#kajian #kajianislam #kajiansunnah #kajianmuslimah #kajianmuslim #anakmuda #yukngaji #kajianjakarta #kajianpranikah #jomblo #singlelillah #ikhwan #akhwat #muslim #muslimah #kajianmurni #majelisilmu #majelisumat #rabbani #nur #islam

    ❤ KAJIAN PRA-NIKAH ❤
    .
    Hadiri & Syiarkan
    .
    Kebanyakan manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketenangan jiwa. Tentu pula semua berusaha menghindar dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih lagi dalam lingkungan keluarga.
    .
    Ingatlah, semua ini tak mungkin akan terwujud kecuali dengan iman kepada Allah, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepada-Nya, disamping melakukan beragam usaha yang sesuai dengan syariat demi terwujudnya Keluarga yang Sakinah
    .
    Selengkapnya akan dibahas dalam kajian Majelis Umat Rabbani Nur Islam (MURNI). In syaa Allah bersama Ustadz @kasifheer & Bang Aswan dengan tema "Membangun Keluarga Sakinah"
    .
    DAFTAR! Catet Tanggalnya & Pastikan Datengi Kajiannya 😊
    .
    🗓 Sabtu, 30 Maret 2019
    ⏰ Pukul 12.00 s/d Selesai
    🕌 Masjid Jami' Al-Mukhlishin. Bumi Malaka Asri 1, Malaka Sari, Jakarta Timur
    📍http://bit.ly/mapsmurni
    .
    GRATIS! Terbuka untuk Umum (Ikhwan & Akhwat)
    .
    Jangan lupa ajak keluarga, saudara serta umat muslim yang lainnya 😇 karena “Menuntut Ilmu itu Wajib bagi Setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)
    .
    Link Registrasi: bit.ly/KajianMurni
    .
    Info What'sApp:
    0812 8911 4272 (Ikhwan)
    0838 7359 1322 (Akhwat)
    .
    Majelis Umat Rabbani Nur Islam
    Sejukan Hati, Meraih Ridho Illahi
    ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
    Instagram, FB, YouTube: @murni.media

    #kajian #kajianislam #kajiansunnah #kajianmuslimah #kajianmuslim #anakmuda #yukngaji #kajianjakarta #kajianpranikah #jomblo #singlelillah #ikhwan #akhwat #muslim #muslimah #kajianmurni #majelisilmu #majelisumat #rabbani #nur #islam

    3 0 4 minutes ago
    #Repost from @dakwah.vidgram with @regram.app ... Ustadz Erwandi Tarmizi

Syekh Ibnu Utsaimin pernah mendapatkan pertanyaan mengenai seorang pegawai yang bekerja di sebuah perusahaan yang berhutang dengan sistem ribawi kepada bank, lalu memberikan gaji untuk para karyawan dari hutang ribawi tersebut.

Syekh menanggapinya dengan bertanya, “Apakah pegawai tersebut bertugas menuliskan transaksi hutang piutang ribawi antara perusahaan dengan pihak bank?”
Penanya, “Tidak. Pegawai yang dimaksudkan adalah saya sendiri.” Syekh Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika Anda tidak bekerja mencatat transaksi riba, tidak pula menjadi saksi transaksi tersebut, atau bertugas mengambil uang utangan dari bank ribawi, juga tidak bertugas membayarkan cicilan ke bank ribawi, maka saya berpendapat pekerjaan Anda tidak bermasalah. Selama pekerjaan Anda di tidak terkait dengan transaksi riba. Dosa perusahaan yang berhutang dengan cara riba tersebut merupakan tanggungan pemilik perusahaan. Jika Anda tidak bertugas di perusahaan tersebut untuk melakukan negosiasi dengan pihak bank, tidak pula menandatangani transaksi hutang piutang ribawi dengan pihak bank maka anda tidak berdosa.

Bekerja di perusahaan semisal ini adalah boleh dengan dua syarat

Pertama, perusahaan ini tidak dibangun dan didirikan untuk tujuan riba semisal bank ribawi

Kedua, pekerjaan dan tugas Anda di perusahaan tersebut tidak bersentuhan langsung dengan transaksi riba, baik menulis, menjadi saksi atau menyokong aktivitas ribawi lainnya. Tidak boleh memberi pelayanan untuk berlangsungnya transaksi riba. Adapun pekerjaan Anda sama sekali tidak terkait dengan transaksi riba sehingga hukumnya boleh” (Liqa al-Bab al-Maftuh 59:15). Baca selengkapnya di https://pengusahamuslim.com/2572-tempat-kerja-berhutang-1360.html

Judul full video: riba zaman now (link video: https://youtu.be/5V_rgcHt-0M)

@pustaka.walidain 
#pustawalidain
#bukusunnah
#ustadzerwanditarmizi_dv
#yayanabuahmad
#riba_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    #Repost from @dakwah.vidgram with @regram.app ... Ustadz Erwandi Tarmizi

    Syekh Ibnu Utsaimin pernah mendapatkan pertanyaan mengenai seorang pegawai yang bekerja di sebuah perusahaan yang berhutang dengan sistem ribawi kepada bank, lalu memberikan gaji untuk para karyawan dari hutang ribawi tersebut.

    Syekh menanggapinya dengan bertanya, “Apakah pegawai tersebut bertugas menuliskan transaksi hutang piutang ribawi antara perusahaan dengan pihak bank?”
    Penanya, “Tidak. Pegawai yang dimaksudkan adalah saya sendiri.” Syekh Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika Anda tidak bekerja mencatat transaksi riba, tidak pula menjadi saksi transaksi tersebut, atau bertugas mengambil uang utangan dari bank ribawi, juga tidak bertugas membayarkan cicilan ke bank ribawi, maka saya berpendapat pekerjaan Anda tidak bermasalah. Selama pekerjaan Anda di tidak terkait dengan transaksi riba. Dosa perusahaan yang berhutang dengan cara riba tersebut merupakan tanggungan pemilik perusahaan. Jika Anda tidak bertugas di perusahaan tersebut untuk melakukan negosiasi dengan pihak bank, tidak pula menandatangani transaksi hutang piutang ribawi dengan pihak bank maka anda tidak berdosa.

    Bekerja di perusahaan semisal ini adalah boleh dengan dua syarat

    Pertama, perusahaan ini tidak dibangun dan didirikan untuk tujuan riba semisal bank ribawi

    Kedua, pekerjaan dan tugas Anda di perusahaan tersebut tidak bersentuhan langsung dengan transaksi riba, baik menulis, menjadi saksi atau menyokong aktivitas ribawi lainnya. Tidak boleh memberi pelayanan untuk berlangsungnya transaksi riba. Adapun pekerjaan Anda sama sekali tidak terkait dengan transaksi riba sehingga hukumnya boleh” (Liqa al-Bab al-Maftuh 59:15). Baca selengkapnya di https://pengusahamuslim.com/2572-tempat-kerja-berhutang-1360.html

    Judul full video: riba zaman now (link video: https://youtu.be/5V_rgcHt-0M)

    @pustaka.walidain
    #pustawalidain
    #bukusunnah
    #ustadzerwanditarmizi_dv
    #yayanabuahmad
    #riba_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    0 1 13 minutes ago
    Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

Bagaimana Cara Mengendalikan Diri Ketika Sedang Emosi?

Pertama, segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan, dengan membaca ta’awudz. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang". (HR. Bukhari dan Muslim). .
.
Kedua, diam dan jaga lisan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian marah, diamlah". (HR. Ahmad). .
.
Ketiga, mengambil posisi lebih rendah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan, "Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur". (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782). .
.
Keempat, segera berwudhu atau mandi. Terdapat hadis dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, "Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu". (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784. Hadis ini dinilai lemah oleh para ulama). Baca selengkapnya di https://konsultasisyariah.com/18243-cara-mengendalikan-emosi-dalam-islam.html

Judul full video: menantu idaman (link video: https://youtu.be/1IqcTKcmcdw)

@dakwah.vidgram
Facebook: dakwah.vidgram
Twitter: dakwah_vidgram
Youtube: dakwah vidgram

#ustadzrizalyuliarputrananda_dv
#yayanabuahmad
#marah_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

    Bagaimana Cara Mengendalikan Diri Ketika Sedang Emosi?

    Pertama, segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan, dengan membaca ta’awudz. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang". (HR. Bukhari dan Muslim). .
    .
    Kedua, diam dan jaga lisan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian marah, diamlah". (HR. Ahmad). .
    .
    Ketiga, mengambil posisi lebih rendah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan, "Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur". (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782). .
    .
    Keempat, segera berwudhu atau mandi. Terdapat hadis dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, "Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu". (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784. Hadis ini dinilai lemah oleh para ulama). Baca selengkapnya di https://konsultasisyariah.com/18243-cara-mengendalikan-emosi-dalam-islam.html

    Judul full video: menantu idaman (link video: https://youtu.be/1IqcTKcmcdw)

    @dakwah.vidgram
    Facebook: dakwah.vidgram
    Twitter: dakwah_vidgram
    Youtube: dakwah vidgram

    #ustadzrizalyuliarputrananda_dv
    #yayanabuahmad
    #marah_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    1 0 15 minutes ago

Top #Kajian posts

    Yang Orang Tua Inginkan...
.
.
.
@tawbat.id

    Yang Orang Tua Inginkan...
    .
    .
    .
    @tawbat.id

    1,448 64 10 hours ago