#2cinta1hati_story Instagram Photos & Videos

2cinta1hati_story - 126 posts

Advertisements

Advertisements

    Part 122

Akupun langsung membantunya berdiri. "Mbak, mbak sedang hamil? Mbak ngga apa-apa kan?" tanyaku khawatir padanya.

Tapi bukannya menjawab, wanita itu malah menatap Kak Bani, begitupun Kak Bani yang ternyata sudah menatap wanita itu. Ada apa..? Apa mereka saling kenal..? "Dia istri aku Prill.." kata Kak Bani sambil menggandeng tangan wanita itu. "Apa? Istri? Kak Bani udah nikah? Sejak kapan Kak?" Tanyaku tak percaya. "Sejak 6 bulan yg lalu.." katanya sambil tersenyum. "Tapi.. tapi kenapa Kak Bani ngga ngabarin kita? Kenapa Kak Bani ngga ngundang kita? Apa Kak Bani benci sama aku?" Tanyaku. "Aku ngga benci kok sama kamu. Kenapa aku ga ngabarin kamu saat aku nikah itu karena aku nikahpun hanya acara keluarga biasa. Saat itu Papa kritis dan ingin melihat aku menikah sebelum dia pergi. Akhirnya kami menikah di rumah sakit. Jadi aku ga bisa ngabarin siapa2 karena benar2 hanya keluarga aku dan istri aku aja." Jelasnya panjang lebar. "Aku ikut bahagia melihat Kak Bani bahagia.." kataku tersenyum. "Yaudah kita pamit dulu yaa, udah sore banget nih. Li gue cabut duluan yaa. Kapan2 gue mampir ke apartement lo.." kata Kak Bani sambil menuju mobilnya. "Siiip. Gue tunggu Ban.." ********** Akhirnya semua berakhir bahagia. Aku bahagia dengan kehidupanku bersama Kak Ali. Dan Kak Bani aku lihat juga dia bahagia bersama istrinya. Mereka masing2 punya tempat tersendiri dihatiku. 
___END___

#2cinta1hati_story

    Part 122

    Akupun langsung membantunya berdiri. "Mbak, mbak sedang hamil? Mbak ngga apa-apa kan?" tanyaku khawatir padanya.

    Tapi bukannya menjawab, wanita itu malah menatap Kak Bani, begitupun Kak Bani yang ternyata sudah menatap wanita itu. Ada apa..? Apa mereka saling kenal..? "Dia istri aku Prill.." kata Kak Bani sambil menggandeng tangan wanita itu. "Apa? Istri? Kak Bani udah nikah? Sejak kapan Kak?" Tanyaku tak percaya. "Sejak 6 bulan yg lalu.." katanya sambil tersenyum. "Tapi.. tapi kenapa Kak Bani ngga ngabarin kita? Kenapa Kak Bani ngga ngundang kita? Apa Kak Bani benci sama aku?" Tanyaku. "Aku ngga benci kok sama kamu. Kenapa aku ga ngabarin kamu saat aku nikah itu karena aku nikahpun hanya acara keluarga biasa. Saat itu Papa kritis dan ingin melihat aku menikah sebelum dia pergi. Akhirnya kami menikah di rumah sakit. Jadi aku ga bisa ngabarin siapa2 karena benar2 hanya keluarga aku dan istri aku aja." Jelasnya panjang lebar. "Aku ikut bahagia melihat Kak Bani bahagia.." kataku tersenyum. "Yaudah kita pamit dulu yaa, udah sore banget nih. Li gue cabut duluan yaa. Kapan2 gue mampir ke apartement lo.." kata Kak Bani sambil menuju mobilnya. "Siiip. Gue tunggu Ban.." ********** Akhirnya semua berakhir bahagia. Aku bahagia dengan kehidupanku bersama Kak Ali. Dan Kak Bani aku lihat juga dia bahagia bersama istrinya. Mereka masing2 punya tempat tersendiri dihatiku.
    ___END___

    #2cinta1hati_story

    103 29 8 hours ago
    Part 121

Aku senang bisa bertemu dengannya lagi. Jika kalian bertanya bagaimana perasaanku padanya saat ini aku akan menjawab jika aku bahagia bisa bertemu dengannya lagi. Perasaan ini bukan perasaan cinta yang pernah aku rasakan padanya dulu. Ini lebih seperti perasaan sayang. Kak Bani selalu ada di hatiku dan menempati tempat yang tak akan tergantikan siapapun meski itu Kak Ali. Tapi untuk perasaan cinta, aku sudah lama menghapusnya. Cintaku kini hanya murni untuk Kak Ali, suamiku. Sedangkan Kak Bani lebih kepada perasaan sayang kepada seorang kakak. Ini sama seperti kalian yang menganggap salah satu mantan pacar kalian sebagai orang yang special tapi bukan dalam hal cinta. Aku harap Kak Bani juga sudah merasakan hal yang sama kepadaku jadi tak akan ada rasa sakit saat kami bertemu seperti ini. "Haii.." sapanya padaku dengan sedikit kaku.

Dan tanpa basa-basi lagi aku langsung memeluknya. Kurasakan dia sedikit menegang, mungkin karena kaget. Kak Ali hanya memperhatikan kami dengan tersenyum. Dia tidak akan marah, karena dia tau betapa aku sangat mencintainya, dia juga tau jika aku sangat merindukan Kak Bani. "Kak Bani kapan datang..?" tanyaku kemudian. "Udah beberapa bulan yang lalu." Jawabnya. Lalu tiba2 ada seseorang yang menabrakku dari belakang hingga orang itu jatuh. Obatnyapun berserakan dilantai. "Maaf.. maaf.. saya tidak sengaja.." katanya kepada kami lalu dia memunguti obat-obatannya. Akupun membantunya. Aku memungut sebuah obat, bukan obat, itu prenatal, sejenis vitamin untuk ibu hamil. Astaga.. wanita ini sedang hamil..? dan dia terjatuh tadi?

#2cinta1hati_story

    Part 121

    Aku senang bisa bertemu dengannya lagi. Jika kalian bertanya bagaimana perasaanku padanya saat ini aku akan menjawab jika aku bahagia bisa bertemu dengannya lagi. Perasaan ini bukan perasaan cinta yang pernah aku rasakan padanya dulu. Ini lebih seperti perasaan sayang. Kak Bani selalu ada di hatiku dan menempati tempat yang tak akan tergantikan siapapun meski itu Kak Ali. Tapi untuk perasaan cinta, aku sudah lama menghapusnya. Cintaku kini hanya murni untuk Kak Ali, suamiku. Sedangkan Kak Bani lebih kepada perasaan sayang kepada seorang kakak. Ini sama seperti kalian yang menganggap salah satu mantan pacar kalian sebagai orang yang special tapi bukan dalam hal cinta. Aku harap Kak Bani juga sudah merasakan hal yang sama kepadaku jadi tak akan ada rasa sakit saat kami bertemu seperti ini. "Haii.." sapanya padaku dengan sedikit kaku.

    Dan tanpa basa-basi lagi aku langsung memeluknya. Kurasakan dia sedikit menegang, mungkin karena kaget. Kak Ali hanya memperhatikan kami dengan tersenyum. Dia tidak akan marah, karena dia tau betapa aku sangat mencintainya, dia juga tau jika aku sangat merindukan Kak Bani. "Kak Bani kapan datang..?" tanyaku kemudian. "Udah beberapa bulan yang lalu." Jawabnya. Lalu tiba2 ada seseorang yang menabrakku dari belakang hingga orang itu jatuh. Obatnyapun berserakan dilantai. "Maaf.. maaf.. saya tidak sengaja.." katanya kepada kami lalu dia memunguti obat-obatannya. Akupun membantunya. Aku memungut sebuah obat, bukan obat, itu prenatal, sejenis vitamin untuk ibu hamil. Astaga.. wanita ini sedang hamil..? dan dia terjatuh tadi?

    #2cinta1hati_story

    90 5 9 hours ago

Advertisements

    Part 120 "Ngga kok, aku udah sembuh." Nah Lohh.. benar kan apa yang aku duga. Kak Ali udah sembuh cuma dia sedang ngerjain aku aja. Huufftt dasarr.. Akupun langsung menjewer kupingnya. "Aww.. aww.. aw.. sayang.. kamu ngapain sihh.." "Ini hukuman buat Kak Ali karena udah ngerjain aku." "Astaga sayang.. kalo aku ngga pura2 sakit mungkin kamu ngga akan mau dimanja2 sama aku." Katanya membela diri. "Trus gimana kalau aku benar2 hamil dan kejadian hampir keguguran seperti dulu terulang lagi gara2 aku kecapean..? Apa Kak Ali mau aku Bed Rest selama 2 minggu lagi..?" Tanyaku sedikit kesal. "Kamu gila yaa!! ngga,, aku ngga mau itu terulang lagi. Kalo kamu hamil akan aku pastikan bukan si Adit yang jd dokter kamu, jadi dia ngga bisa ngasih aturan sialan itu untuk kita." "Kak.. Kak Ali udah janji kan ngga akan menyumpah di hadapan Zidan..?" "Oo iyaa.. aku lupa.. maaf.." katanya sambil cengengesan, dan aku hanya menggeleng2kan kepalaku. ********* Sorenya..... Setelah aku memilih beberapa alat tes kehamilan, akupun bergegas ke kasir dan membayarnya. Kak Ali emang mengantarku, tapi dia hanya munungguku di dalam mobil bersama Zidan. Ketika aku keluar apotek, betapa kagetnya aku melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Kak Ali sedang menggendong Zidan dan sedang berbicara dengan seseorang. Orang yang sudah 3 tahun ini tak aku temui. Dia Kak Bani.

#2cinta1hati_story

    Part 120 "Ngga kok, aku udah sembuh." Nah Lohh.. benar kan apa yang aku duga. Kak Ali udah sembuh cuma dia sedang ngerjain aku aja. Huufftt dasarr.. Akupun langsung menjewer kupingnya. "Aww.. aww.. aw.. sayang.. kamu ngapain sihh.." "Ini hukuman buat Kak Ali karena udah ngerjain aku." "Astaga sayang.. kalo aku ngga pura2 sakit mungkin kamu ngga akan mau dimanja2 sama aku." Katanya membela diri. "Trus gimana kalau aku benar2 hamil dan kejadian hampir keguguran seperti dulu terulang lagi gara2 aku kecapean..? Apa Kak Ali mau aku Bed Rest selama 2 minggu lagi..?" Tanyaku sedikit kesal. "Kamu gila yaa!! ngga,, aku ngga mau itu terulang lagi. Kalo kamu hamil akan aku pastikan bukan si Adit yang jd dokter kamu, jadi dia ngga bisa ngasih aturan sialan itu untuk kita." "Kak.. Kak Ali udah janji kan ngga akan menyumpah di hadapan Zidan..?" "Oo iyaa.. aku lupa.. maaf.." katanya sambil cengengesan, dan aku hanya menggeleng2kan kepalaku. ********* Sorenya..... Setelah aku memilih beberapa alat tes kehamilan, akupun bergegas ke kasir dan membayarnya. Kak Ali emang mengantarku, tapi dia hanya munungguku di dalam mobil bersama Zidan. Ketika aku keluar apotek, betapa kagetnya aku melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Kak Ali sedang menggendong Zidan dan sedang berbicara dengan seseorang. Orang yang sudah 3 tahun ini tak aku temui. Dia Kak Bani.

    #2cinta1hati_story

    89 13 10 hours ago
    Part 119

Tiga tahun kemudian.... "Sayang... Sayang... Dia pipis sembarangan lagi.." Aku menggeleng mendengar suara manja Kak Ali. Pagi ini dia benar2 sangat menyebalkan. Sudah berapa kali aku masak hanya karena dia tidak selera makan dan menyuruhku memasak masakan lainnya. Jika merawat nenek2 jompo yang sudah pikun menjengkelkan maka merawat Kak Ali yang sedang sakit akan 10 kali lipat lebih menjengkelkan lagi.

Belum lagi Zidan, putra pertama kami yang nakalnya sudah seperti iblis. Ok, aku emang keterlaluan karena menyamakan anakku sendiri dengan iblis, tapi demi Tuhan... Zidan benar2 sangat nakal dan bandel. Kata Mami Zidan sudah seperti jelmaan Kak Ali saat kecil. Yaahhh.. memang, tampang dan kelakuannya mirip sekali dengan papanya. "Astaga sayang... Apa kamu ga bisa sedikit membantu aku? aku benar2 sangat capek." Yahh.. aku memang sangat capek menghadapi kelakuan mereka berdua yang sepertinya kompak mengerjaiku. Kak Ali sepertinya sudah sembuh tapi dia enggan kemana2 seakan2 dia ngga mau sembuh dan hanya ingin bermanja-manjaan denganku. "Yaudah,, aku bantu kamu.." katanya mengalah. Kak Ali yang sekarang memang sudah berubah, dia jadi semakin dewasa, meskipun sikap cuek dan sikap menjengkelkannya yang lain sering kambuh. Tapi bagiku dia menjadi sosok ayah yang sempurna untuk Zidan. "Sayang, nanti sore anterin aku yaa.." kataku. Kalian jangan kaget klo aku memanggil Kak Ali dengan sebutan sayang, itu sudah kulakukan sejak 3 tahun yang lalu. Hehehe. "Kemana? engga ahh.. kita di rumah aja." Tolak Kak Ali. "Ke apotek di ujung jalan, dekat apartemen kita.." jawabku kemudian.

Yah.. saat ini kami memang tinggal di apartemen bukan di rumah kak Ali, kata kak Ali biar kami bisa hidup lebih mandiri. "Mau ngapain ke apotek..?" "Aku udah telat dua minggu, aku fikir----" "Apa? Kamu hamil??" tanyanya mengagetkanku. "Ngga.. aku juga belum yakin.." "Ok,, nanti sore aku anterin kamu. Sekarang kamu istirahat aja, biar aku yang beresin semuanya." Katanya kemudian. "Kak Ali kan masih sakit..." #2cinta1hati_story

    Part 119

    Tiga tahun kemudian.... "Sayang... Sayang... Dia pipis sembarangan lagi.." Aku menggeleng mendengar suara manja Kak Ali. Pagi ini dia benar2 sangat menyebalkan. Sudah berapa kali aku masak hanya karena dia tidak selera makan dan menyuruhku memasak masakan lainnya. Jika merawat nenek2 jompo yang sudah pikun menjengkelkan maka merawat Kak Ali yang sedang sakit akan 10 kali lipat lebih menjengkelkan lagi.

    Belum lagi Zidan, putra pertama kami yang nakalnya sudah seperti iblis. Ok, aku emang keterlaluan karena menyamakan anakku sendiri dengan iblis, tapi demi Tuhan... Zidan benar2 sangat nakal dan bandel. Kata Mami Zidan sudah seperti jelmaan Kak Ali saat kecil. Yaahhh.. memang, tampang dan kelakuannya mirip sekali dengan papanya. "Astaga sayang... Apa kamu ga bisa sedikit membantu aku? aku benar2 sangat capek." Yahh.. aku memang sangat capek menghadapi kelakuan mereka berdua yang sepertinya kompak mengerjaiku. Kak Ali sepertinya sudah sembuh tapi dia enggan kemana2 seakan2 dia ngga mau sembuh dan hanya ingin bermanja-manjaan denganku. "Yaudah,, aku bantu kamu.." katanya mengalah. Kak Ali yang sekarang memang sudah berubah, dia jadi semakin dewasa, meskipun sikap cuek dan sikap menjengkelkannya yang lain sering kambuh. Tapi bagiku dia menjadi sosok ayah yang sempurna untuk Zidan. "Sayang, nanti sore anterin aku yaa.." kataku. Kalian jangan kaget klo aku memanggil Kak Ali dengan sebutan sayang, itu sudah kulakukan sejak 3 tahun yang lalu. Hehehe. "Kemana? engga ahh.. kita di rumah aja." Tolak Kak Ali. "Ke apotek di ujung jalan, dekat apartemen kita.." jawabku kemudian.

    Yah.. saat ini kami memang tinggal di apartemen bukan di rumah kak Ali, kata kak Ali biar kami bisa hidup lebih mandiri. "Mau ngapain ke apotek..?" "Aku udah telat dua minggu, aku fikir----" "Apa? Kamu hamil??" tanyanya mengagetkanku. "Ngga.. aku juga belum yakin.." "Ok,, nanti sore aku anterin kamu. Sekarang kamu istirahat aja, biar aku yang beresin semuanya." Katanya kemudian. "Kak Ali kan masih sakit..." #2cinta1hati_story

    99 18 14 hours ago
    Part 118

Dia melepaskan ciuman saat kami sudah sama2 kehabisan nafas. "Aku mencintai kamu Prill.. dari dulu sampai sekarang hanya kamu." Katanya kemudian. "Aku juga mencintai kak Ali, walau sekarang perasaanku masih terbelah dengan Kak Bani, tapi aku lebih mencintai Kak Ali. Dan aku yakin suatu saat nanti aku hanya akan mencintai Kak Ali. Ga ada siapapun lagi di hatiku selain Kak Ali. Aku janji" Jawabku jujur. "Aku tau itu..." katanya lalu dia menciumku kembali. Tapi ga lama dia melepaskan ciumannya kembali. "Arrrgghhh Adit sialan.. Br*ngsek!!! Umpatnya kepada Dokter Adit.

Aku hanya menggeleng. "Kenapa sih Kak Ali benci banget sama Dokter Adit..?" "Dia nyuruh kamu bed rest selama 2 minggu, emangnya kamu fikir aku mampu menahan selama itu..?" "Astaga kak.. ini kan demi anak kita.." "Omong kosong. Dia cuma mau ngerjain aku." Omelnya. Aku hanya tertawa melihat tingkah lakunya. "Kenapa kamu ketawa..?" tanyanya kemudian. "Kak Ali kayak anak kecil.." Jawabku masih dengan tertawa. "Anak kecil..? hei berani2nya kamu mengatai suami kamu kayak gitu..?" katanya kemudian sambil menggelitikiku dan menghujani wajahku dgn ciuman2nya, membuatku merasa geli. "Hahhaaaha maaf kak... maaf.. ampuunn kak geli..." kataku masih dengan tertawa. "Aku ngga butuh maaf.." kata Kak Ali lagi.

Tuhan.. aku benar2 bahagia. Aku berterima kasih pada-Mu karena sudah menyatukan kami. Aku berterima kasih samaa Oma dan Opa karena sudah memberikan Jodoh yang baik untukku. Aku berterima kasih sama Kak Bani, karena sudah mau mengalah demi kebahagiaan kami.

Ini akhir yang sempurna untuk aku dan Kak Ali. Walau sebenarnya ini bukan akhir yang sempurna untuk hubungan kami bertiga, tapi aku berharap semoga pada saatnya nanti kak Bani juga akan merasakan kebahagiaan dan memiliki akhir yang sempurna dengan orang yang dicintainya, seperti kebahagiaan yang aku rasakan saat ini bersama Kak Ali. Dan ketika saat itu terjadi aku harap aku menjadi orang pertama yang menyaksikan kebahagiaannya.

Semoga saja...... #2cinta1hati_story

    Part 118

    Dia melepaskan ciuman saat kami sudah sama2 kehabisan nafas. "Aku mencintai kamu Prill.. dari dulu sampai sekarang hanya kamu." Katanya kemudian. "Aku juga mencintai kak Ali, walau sekarang perasaanku masih terbelah dengan Kak Bani, tapi aku lebih mencintai Kak Ali. Dan aku yakin suatu saat nanti aku hanya akan mencintai Kak Ali. Ga ada siapapun lagi di hatiku selain Kak Ali. Aku janji" Jawabku jujur. "Aku tau itu..." katanya lalu dia menciumku kembali. Tapi ga lama dia melepaskan ciumannya kembali. "Arrrgghhh Adit sialan.. Br*ngsek!!! Umpatnya kepada Dokter Adit.

    Aku hanya menggeleng. "Kenapa sih Kak Ali benci banget sama Dokter Adit..?" "Dia nyuruh kamu bed rest selama 2 minggu, emangnya kamu fikir aku mampu menahan selama itu..?" "Astaga kak.. ini kan demi anak kita.." "Omong kosong. Dia cuma mau ngerjain aku." Omelnya. Aku hanya tertawa melihat tingkah lakunya. "Kenapa kamu ketawa..?" tanyanya kemudian. "Kak Ali kayak anak kecil.." Jawabku masih dengan tertawa. "Anak kecil..? hei berani2nya kamu mengatai suami kamu kayak gitu..?" katanya kemudian sambil menggelitikiku dan menghujani wajahku dgn ciuman2nya, membuatku merasa geli. "Hahhaaaha maaf kak... maaf.. ampuunn kak geli..." kataku masih dengan tertawa. "Aku ngga butuh maaf.." kata Kak Ali lagi.

    Tuhan.. aku benar2 bahagia. Aku berterima kasih pada-Mu karena sudah menyatukan kami. Aku berterima kasih samaa Oma dan Opa karena sudah memberikan Jodoh yang baik untukku. Aku berterima kasih sama Kak Bani, karena sudah mau mengalah demi kebahagiaan kami.

    Ini akhir yang sempurna untuk aku dan Kak Ali. Walau sebenarnya ini bukan akhir yang sempurna untuk hubungan kami bertiga, tapi aku berharap semoga pada saatnya nanti kak Bani juga akan merasakan kebahagiaan dan memiliki akhir yang sempurna dengan orang yang dicintainya, seperti kebahagiaan yang aku rasakan saat ini bersama Kak Ali. Dan ketika saat itu terjadi aku harap aku menjadi orang pertama yang menyaksikan kebahagiaannya.

    Semoga saja...... #2cinta1hati_story

    99 16 18 hours ago
    Part 117 "Aku mencintaimu sejak melihat fotomu yang ini.." Kata Kak Ali sambil menunjukkan padaku sebuah foto gadis kecil yang aku tau itu adalah foto aku saat aku berusia sekitar 12 tahun. Kenapa dia bisa punya foto aku? "Kamu ngga percaya?" tanyanya kemudian.

Dan aku hanya menggeleng. Apa dia bercanda? Dia ngga mungkin langsung jatuh cinta sama aku hanya karena melihat foto aku yang masih belia. "Itu hak kamu klo ngga percaya, tapi aku benar2 mencintai kamu sejak saat itu. Sampai2 aku pernah mengintaimu di Surabaya hanya karena aku ngga bisa menahan diri utk melihat kamu dr jarak dekat." Lanjutnya kemudian. "Mengintai? Jangan2 Kak Ali adalah orang gila tampan yang dimaksud teman2 dan satpam kampusku waktu itu yaa.." "Orang gila tampan..?" "Iya... mereka bilang ada orang gila tampan yang sedang mengikuti kami dengan mobil sportnya.. Apa itu benar-benar Kak Ali..?" "Sialan, mereka belum tau aja gimana kerennya orang gila yang mereka sebutin itu." Akupun tertawa mendengar kata2 Kak Ali tersebut. Kak Alipun ikut tertawa bersamaku.

Lalu tiba2 Kak Ali memegang daguku, mendekatkan diri dan kamipun berciuman dengan sangat lembut. Ciuman yang mampu membakarku seketika. Astaga.. dia benar2 mampu membuatku gila hanya karena ciumannya.

#2cinta1hati_story

    Part 117 "Aku mencintaimu sejak melihat fotomu yang ini.." Kata Kak Ali sambil menunjukkan padaku sebuah foto gadis kecil yang aku tau itu adalah foto aku saat aku berusia sekitar 12 tahun. Kenapa dia bisa punya foto aku? "Kamu ngga percaya?" tanyanya kemudian.

    Dan aku hanya menggeleng. Apa dia bercanda? Dia ngga mungkin langsung jatuh cinta sama aku hanya karena melihat foto aku yang masih belia. "Itu hak kamu klo ngga percaya, tapi aku benar2 mencintai kamu sejak saat itu. Sampai2 aku pernah mengintaimu di Surabaya hanya karena aku ngga bisa menahan diri utk melihat kamu dr jarak dekat." Lanjutnya kemudian. "Mengintai? Jangan2 Kak Ali adalah orang gila tampan yang dimaksud teman2 dan satpam kampusku waktu itu yaa.." "Orang gila tampan..?" "Iya... mereka bilang ada orang gila tampan yang sedang mengikuti kami dengan mobil sportnya.. Apa itu benar-benar Kak Ali..?" "Sialan, mereka belum tau aja gimana kerennya orang gila yang mereka sebutin itu." Akupun tertawa mendengar kata2 Kak Ali tersebut. Kak Alipun ikut tertawa bersamaku.

    Lalu tiba2 Kak Ali memegang daguku, mendekatkan diri dan kamipun berciuman dengan sangat lembut. Ciuman yang mampu membakarku seketika. Astaga.. dia benar2 mampu membuatku gila hanya karena ciumannya.

    #2cinta1hati_story

    100 8 19 hours ago
    Part 116

Yahhh... bisa di bayangkan sendiri betapa ramai dan ribetnya mereka. Bahkan Mami dengan Lebaynya sudah menyiapkan kamar bayi dan beberapa barang dan baju untuk calon bayi kami. Astaga... aku tau ini cucu pertama buat mereka, tapi aku fikir mereka terlalu berlebihan.

Bukan hanya itu, Kak Ali juga berubah menjadi super menjengkelkan karena aku ga boleh makan ini itu, dan harus melakukan ini itu. Dia sudah mirip dengan nenek2 cerewet yang menasehati cucunya. "Gimana? Apa ini nyaman?" tanyanya saat dia membaringkanku di atas ranjang. Yah... bahkan untuk kekamar mandipun aku harus di gendong Kak Ali, jika aku berjalan bahkan berdiri sendiri dia akan marah dan ngomel tanpa henti.

Aku hanya mengangguk. "Ok.. aku tinggal dulu yaa.. aku mau mandi, udah lengket banget." Katanya kemudian. Aku tau dia sangat capek karena mengurusiku beberapa hari ini. "Kak.." panggilku lembut. "Hemmb.." hanya itu jawabannya sambil menoleh kearahku.

Kurenggangkan kedua tanganku. Aku ingin di peluk olehnya... Aku ingin hanya aku yang memilikinya, dan aku juga ingin hanya dia yang memilikiku. Dia memandangku dengan mengangkat sebelah alisnya, dan juga menyunggingkan senyuman miring licik khasnya yang sudah lama tak kulihat. Dia lalu berjalan kearahku dan memelukku. "Ada apa?" Tanyanya serak. "Aku mencintaimu kak.. Aku fikir aku harus mengatakannya." "Hemmbb.. aku juga mencintaimu." "Benarkah..?" Godaku. "Apa kamu perlu bertanya lagi..?" "Waktu di rumah sakit Kak Ali bilang kalo udah punya perasaan itu sejak 10tahun yang lalu, apa maksudnya?" tanyaku sedikit heran. Masa iya siih Kak Ali udah cinta sama aku sejak 10 tahun yang lalu..? kayaknya ngga mungkin.

Lalu Kak Ali melepaskan pelukannya, dan meninggalkanku menuju kearah meja kerjanya yang berada di ujung kamar. Dia mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam laci meja kerjanya tersebut. Lalu membawanya kepadaku.

#2cinta1hati_story

    Part 116

    Yahhh... bisa di bayangkan sendiri betapa ramai dan ribetnya mereka. Bahkan Mami dengan Lebaynya sudah menyiapkan kamar bayi dan beberapa barang dan baju untuk calon bayi kami. Astaga... aku tau ini cucu pertama buat mereka, tapi aku fikir mereka terlalu berlebihan.

    Bukan hanya itu, Kak Ali juga berubah menjadi super menjengkelkan karena aku ga boleh makan ini itu, dan harus melakukan ini itu. Dia sudah mirip dengan nenek2 cerewet yang menasehati cucunya. "Gimana? Apa ini nyaman?" tanyanya saat dia membaringkanku di atas ranjang. Yah... bahkan untuk kekamar mandipun aku harus di gendong Kak Ali, jika aku berjalan bahkan berdiri sendiri dia akan marah dan ngomel tanpa henti.

    Aku hanya mengangguk. "Ok.. aku tinggal dulu yaa.. aku mau mandi, udah lengket banget." Katanya kemudian. Aku tau dia sangat capek karena mengurusiku beberapa hari ini. "Kak.." panggilku lembut. "Hemmb.." hanya itu jawabannya sambil menoleh kearahku.

    Kurenggangkan kedua tanganku. Aku ingin di peluk olehnya... Aku ingin hanya aku yang memilikinya, dan aku juga ingin hanya dia yang memilikiku. Dia memandangku dengan mengangkat sebelah alisnya, dan juga menyunggingkan senyuman miring licik khasnya yang sudah lama tak kulihat. Dia lalu berjalan kearahku dan memelukku. "Ada apa?" Tanyanya serak. "Aku mencintaimu kak.. Aku fikir aku harus mengatakannya." "Hemmbb.. aku juga mencintaimu." "Benarkah..?" Godaku. "Apa kamu perlu bertanya lagi..?" "Waktu di rumah sakit Kak Ali bilang kalo udah punya perasaan itu sejak 10tahun yang lalu, apa maksudnya?" tanyaku sedikit heran. Masa iya siih Kak Ali udah cinta sama aku sejak 10 tahun yang lalu..? kayaknya ngga mungkin.

    Lalu Kak Ali melepaskan pelukannya, dan meninggalkanku menuju kearah meja kerjanya yang berada di ujung kamar. Dia mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam laci meja kerjanya tersebut. Lalu membawanya kepadaku.

    #2cinta1hati_story

    105 24 17 June, 2016
    Part 115 "Sialan Lo.." umpat Kak Bani. Keduanya lalu tertawa bersama. Dan saling berpelukan. Astaga... Mereka benar2 hampir membuat jantungku seakan mau copot. Aku kira mereka akan bertengkar. "Sering2 hubungi gue Ban.. Gue sama Ricky pasti kangen sama Lo." Kata Kak Ali kemudian. "Lo ngga usah lebay deh Li." Kata Kak Bani dengan tertawa "Sialan Lo..." umpat Kak Ali.

Dan akhirnya aku menghembuskan nafas legaku karena mereka sudah berbaikan. Seperti ada rasa plong di hatiku saat bisa mengungkapkan rasa maaf sekaligus rasa cintaku sama Kak Bani. Aku jadi bisa lebih ikhlas saat melepaskannya pergi.

Kak Ali akhirnya kembali dari mengantar Kak Bani. Dia berjalan kearahku. "Maafin Aku Kak.. Aku---" "Kamu ngga salah, salahkan waktu dan keadaan." Katanya kemudian lalu dia memelukku. Aku tau Kak Ali juga tersakiti karena ini.. Aku lalu melepaskan pelukannya. "Apa ini sakit..?" tanyaku kemudian sambil memegang luka di ujung bibirnya. Dia menggeleng. "Aku pantas mendapatkannya." Lanjutnya kemudian. Dan dia memelukku kembali. **** Ini adalah hari pertama aku pulang kerumah, Bunda dan Mami sangat senang mendengar kabar kehamilanku. Tapi Mami tak ada hentinya ngomel sama Kak Ali karena kelakuan konyolnya aku hampir saja kehilangan bayiku.

#2cinta1hati_story

    Part 115 "Sialan Lo.." umpat Kak Bani. Keduanya lalu tertawa bersama. Dan saling berpelukan. Astaga... Mereka benar2 hampir membuat jantungku seakan mau copot. Aku kira mereka akan bertengkar. "Sering2 hubungi gue Ban.. Gue sama Ricky pasti kangen sama Lo." Kata Kak Ali kemudian. "Lo ngga usah lebay deh Li." Kata Kak Bani dengan tertawa "Sialan Lo..." umpat Kak Ali.

    Dan akhirnya aku menghembuskan nafas legaku karena mereka sudah berbaikan. Seperti ada rasa plong di hatiku saat bisa mengungkapkan rasa maaf sekaligus rasa cintaku sama Kak Bani. Aku jadi bisa lebih ikhlas saat melepaskannya pergi.

    Kak Ali akhirnya kembali dari mengantar Kak Bani. Dia berjalan kearahku. "Maafin Aku Kak.. Aku---" "Kamu ngga salah, salahkan waktu dan keadaan." Katanya kemudian lalu dia memelukku. Aku tau Kak Ali juga tersakiti karena ini.. Aku lalu melepaskan pelukannya. "Apa ini sakit..?" tanyaku kemudian sambil memegang luka di ujung bibirnya. Dia menggeleng. "Aku pantas mendapatkannya." Lanjutnya kemudian. Dan dia memelukku kembali. **** Ini adalah hari pertama aku pulang kerumah, Bunda dan Mami sangat senang mendengar kabar kehamilanku. Tapi Mami tak ada hentinya ngomel sama Kak Ali karena kelakuan konyolnya aku hampir saja kehilangan bayiku.

    #2cinta1hati_story

    103 25 17 June, 2016
    Part 114 "Ok. Jaga diri kamu baik2 yaa, klo Ali menyakiti kamu bilang sama aku." Katanya kemudian. "Gue ga akan sakitin dia.." kata seseorang dengan nada datar.

Dan aku baru sadar klo orang itu Kak Ali yang udah berdiri menyandarkan punggungnya di pintu. Astaga.. sejak kapan dia ada di situ? Apa dia udah melihat semuanya? "Apa udah selesai telenovelanya? Kalian mellow banget sih.." Katanya sambil melompat duduk di sofa.. Astaga ekspresi apa itu? Kenapa dia ga marah? "Br*ngsek lo.." umpat Kak Bani sedikit tersenyum sama Kak Ali. "Udahlah.. Ayoo kita sarapan dulu, gue udah laper.." Kata Kak Ali kemudian, apa dia udah melupakan kejadian tadi? "Gue mesti balik Li, jam 1 gue udah harus Chek in." "Lo pergi hari ini juga?" tanya Kak Ali dengan terkejut, dia lalu berdiri menghampiri Kak Bani. "Iyaa.. Gue kemaren pulang cuma buat ngurus beberapa berkas sama jenguk papa yang lagi sakit aja.." jawab Kak Bani. "Jaga dia baik2 Li..." "Sialan Lo.. Lo ngga nyuruh juga gue udah jagain." Dan merekapun sama2 tersenyum.

Lalu tanpa kuduga.. Buuuggghhhh... Pukulan Kak Bani tepat mengenai ujung bibir Kak Ali, membuatnya memar dan sedikit berdarah. "Itu buat Lo karena Lo udah ngerebut cewek gue."Kata Kak Bani kemudian. "Br*ngsek lo ... gue udah cinta sama dia sejak sepuluh tahun yang lalu." Kata Kak Ali dengan tersenyum. Dia ga marah?? Dan ... Buuuuggghhhh... Kali ini pukulan keras Kak Ali juga tepat mengenai ujung bibir Kak Bani. Astaga.. apa mereka akan berakhir dengan pertumpahan darah disini?? "Dan itu buat Lo yang udah nyium istri gue." #2cinta1hati_story

    Part 114 "Ok. Jaga diri kamu baik2 yaa, klo Ali menyakiti kamu bilang sama aku." Katanya kemudian. "Gue ga akan sakitin dia.." kata seseorang dengan nada datar.

    Dan aku baru sadar klo orang itu Kak Ali yang udah berdiri menyandarkan punggungnya di pintu. Astaga.. sejak kapan dia ada di situ? Apa dia udah melihat semuanya? "Apa udah selesai telenovelanya? Kalian mellow banget sih.." Katanya sambil melompat duduk di sofa.. Astaga ekspresi apa itu? Kenapa dia ga marah? "Br*ngsek lo.." umpat Kak Bani sedikit tersenyum sama Kak Ali. "Udahlah.. Ayoo kita sarapan dulu, gue udah laper.." Kata Kak Ali kemudian, apa dia udah melupakan kejadian tadi? "Gue mesti balik Li, jam 1 gue udah harus Chek in." "Lo pergi hari ini juga?" tanya Kak Ali dengan terkejut, dia lalu berdiri menghampiri Kak Bani. "Iyaa.. Gue kemaren pulang cuma buat ngurus beberapa berkas sama jenguk papa yang lagi sakit aja.." jawab Kak Bani. "Jaga dia baik2 Li..." "Sialan Lo.. Lo ngga nyuruh juga gue udah jagain." Dan merekapun sama2 tersenyum.

    Lalu tanpa kuduga.. Buuuggghhhh... Pukulan Kak Bani tepat mengenai ujung bibir Kak Ali, membuatnya memar dan sedikit berdarah. "Itu buat Lo karena Lo udah ngerebut cewek gue."Kata Kak Bani kemudian. "Br*ngsek lo ... gue udah cinta sama dia sejak sepuluh tahun yang lalu." Kata Kak Ali dengan tersenyum. Dia ga marah?? Dan ... Buuuuggghhhh... Kali ini pukulan keras Kak Ali juga tepat mengenai ujung bibir Kak Bani. Astaga.. apa mereka akan berakhir dengan pertumpahan darah disini?? "Dan itu buat Lo yang udah nyium istri gue." #2cinta1hati_story

    99 21 17 June, 2016
    Part 113

Dia melepaskan pelukannya, kami berpelukan cukup lama, dia memandangku, dan aku hanya bisa menunduk. "Apa kamu bahagia?" tanyanya kemudian. Aku hanya mngangguk. Yah... aku emang mencintai Kak Bani, tapi ga bisa di pungkiri klo aku sangat bahagia bersama Kak Ali. "Ok.. aku senang klo kamu bahagia, aku jadi bisa pergi dengan tenang." Lanjutnya lagi. "Pergi? Emangnya Kak Banu mau pergi ke mana?" tanyaku heran. "Aku akan mengurus usaha papa yang ada di Inggris." "Berapa lama?" "Aku ngga tau, mungkin beberapa tahun, mungkin juga ngga kembali lagi kesini" "Apa? Jadi kita ngga akan ketemu lagi..?" tanyaku dengan kaget.

Kak Bani lalu tersenyum, dia menggenggam telapak tangan kananku yang lemah. "Prill.. walaupun kita ngga akan ketemu lagi, tapi kamu masih tetap disini, masih berada disini, dan masih punya tempat tersendiri disini." Katanya sambil membawa tanganku ke dadanya. "Dan aku juga yakin klo aku kan selalu berada di sini." Kali ini dia berkata sambil menyentuh dadaku. "Aku selalu menyayangi kamu Prill.." lanjutnya kemudian. "Apa aku boleh mencium kamu untuk yang terakhir kalinya?" Pertanyaannya benar2 membuat jantungku seakan mau meledak. Aku tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya dengan Kak Bani. Aku hanya mengangguk.

Dia lalu menciumku dengan singkat. Bukan ciuman, itu hanya sebuah kecupan hangat di bibir, kecupan perpisahan. Yahh.. Aku tau ini yang terbaik buat kami. Kami harus berpisah dan saling menjauh, klo tidak aku ga yakin perasaanku akan hilang utk Kak Bani. Aku sadar aku ga bisa mencintai dua orang laki2 sekaligus. Begitupun Kak Bani, dia tak bisa selalu mencintaiku yang notabene adalah istri dari sahabatnya sendiri. Dia harus melangkah maju, mencari wanita yang lebih baik dariku. Mungkin ini akan menyakitkan untuk kami, tapi aku yakin klo waktu akan menyembuhkan semua luka ini.

#2cinta1hati_story

    Part 113

    Dia melepaskan pelukannya, kami berpelukan cukup lama, dia memandangku, dan aku hanya bisa menunduk. "Apa kamu bahagia?" tanyanya kemudian. Aku hanya mngangguk. Yah... aku emang mencintai Kak Bani, tapi ga bisa di pungkiri klo aku sangat bahagia bersama Kak Ali. "Ok.. aku senang klo kamu bahagia, aku jadi bisa pergi dengan tenang." Lanjutnya lagi. "Pergi? Emangnya Kak Banu mau pergi ke mana?" tanyaku heran. "Aku akan mengurus usaha papa yang ada di Inggris." "Berapa lama?" "Aku ngga tau, mungkin beberapa tahun, mungkin juga ngga kembali lagi kesini" "Apa? Jadi kita ngga akan ketemu lagi..?" tanyaku dengan kaget.

    Kak Bani lalu tersenyum, dia menggenggam telapak tangan kananku yang lemah. "Prill.. walaupun kita ngga akan ketemu lagi, tapi kamu masih tetap disini, masih berada disini, dan masih punya tempat tersendiri disini." Katanya sambil membawa tanganku ke dadanya. "Dan aku juga yakin klo aku kan selalu berada di sini." Kali ini dia berkata sambil menyentuh dadaku. "Aku selalu menyayangi kamu Prill.." lanjutnya kemudian. "Apa aku boleh mencium kamu untuk yang terakhir kalinya?" Pertanyaannya benar2 membuat jantungku seakan mau meledak. Aku tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya dengan Kak Bani. Aku hanya mengangguk.

    Dia lalu menciumku dengan singkat. Bukan ciuman, itu hanya sebuah kecupan hangat di bibir, kecupan perpisahan. Yahh.. Aku tau ini yang terbaik buat kami. Kami harus berpisah dan saling menjauh, klo tidak aku ga yakin perasaanku akan hilang utk Kak Bani. Aku sadar aku ga bisa mencintai dua orang laki2 sekaligus. Begitupun Kak Bani, dia tak bisa selalu mencintaiku yang notabene adalah istri dari sahabatnya sendiri. Dia harus melangkah maju, mencari wanita yang lebih baik dariku. Mungkin ini akan menyakitkan untuk kami, tapi aku yakin klo waktu akan menyembuhkan semua luka ini.

    #2cinta1hati_story

    96 12 17 June, 2016
    Part 112 "Kak Bani...." ucapku lirih. Aku terkejut. Sangat terkejut. Gimana dia bisa sampai disini? Dan bukankah dia membenciku? Kenapa dia sekarang malah menungguiku? Apa ini hanya mimpiku aja? Atau apa dia salah masuk kamar?

Dia terbangun dan mengucek-ucek matanya. Lalu dia memandangku dengan menyunggingkan senyuman khasnya, senyuman yang mampu menggoyahkan hatiku hingga tanpa sadar aku sudah mencintainya. Senyuman yang sangat aku rindukan... "Kamu udah bangun..?" katanya sambil menuju kearahku. "Kak ... Kak Bani kenapa bisa-----" tanyaku tergagap. "Papaku dirawat disini, dan aku ngga sengaja ketemu Ali tadi, dia yang menyuruh aku kesini." Katanya dengan nada lembut, sangat berbeda dengan nada dingin yang di ucapkannya kemaren saat kami bertemu di Kampus. "Maafin aku Prill.." katanya lirih.. "Engga Kak. Harusnya aku yang minta maaf sama Kak Bani." "Kamu ngga salah Prill. Aku yang salah karena aku udah maksa kamu." "Aku yang salah karena aku yang mau dipaksa." Jawabku tak mau mengalah. "Aku yang salah karena aku sudah lancang mencintaimu." Aku lalu menggeleng "Aku juga salah karena tanpa sadar aku membalas cintamu.." kali ini aku tak bisa menahan tangisku kembali. Kak Bani lalu memelukku. Dan aku merasakan punggungnya bergetar.

Dia juga menangis.... God.. beginikah jalan hidupku? Kenapa kau buat malaikat seperti Kak Bani bersedih seperti ini..? dan lebih parahnya kenapa sumber kesedihan itu berasal dariku..? aku berterima kasih karena kau pernah menghadirkannya di dalam hidupku, tapi aku sangat memohon padamu, hadirkanlah wanita yang seratus kali lebih baik dari pada aku untuk menggantikan posisiku dihatinya. Aku ingin dia bahagia.. #2cinta1hati_story

    Part 112 "Kak Bani...." ucapku lirih. Aku terkejut. Sangat terkejut. Gimana dia bisa sampai disini? Dan bukankah dia membenciku? Kenapa dia sekarang malah menungguiku? Apa ini hanya mimpiku aja? Atau apa dia salah masuk kamar?

    Dia terbangun dan mengucek-ucek matanya. Lalu dia memandangku dengan menyunggingkan senyuman khasnya, senyuman yang mampu menggoyahkan hatiku hingga tanpa sadar aku sudah mencintainya. Senyuman yang sangat aku rindukan... "Kamu udah bangun..?" katanya sambil menuju kearahku. "Kak ... Kak Bani kenapa bisa-----" tanyaku tergagap. "Papaku dirawat disini, dan aku ngga sengaja ketemu Ali tadi, dia yang menyuruh aku kesini." Katanya dengan nada lembut, sangat berbeda dengan nada dingin yang di ucapkannya kemaren saat kami bertemu di Kampus. "Maafin aku Prill.." katanya lirih.. "Engga Kak. Harusnya aku yang minta maaf sama Kak Bani." "Kamu ngga salah Prill. Aku yang salah karena aku udah maksa kamu." "Aku yang salah karena aku yang mau dipaksa." Jawabku tak mau mengalah. "Aku yang salah karena aku sudah lancang mencintaimu." Aku lalu menggeleng "Aku juga salah karena tanpa sadar aku membalas cintamu.." kali ini aku tak bisa menahan tangisku kembali. Kak Bani lalu memelukku. Dan aku merasakan punggungnya bergetar.

    Dia juga menangis.... God.. beginikah jalan hidupku? Kenapa kau buat malaikat seperti Kak Bani bersedih seperti ini..? dan lebih parahnya kenapa sumber kesedihan itu berasal dariku..? aku berterima kasih karena kau pernah menghadirkannya di dalam hidupku, tapi aku sangat memohon padamu, hadirkanlah wanita yang seratus kali lebih baik dari pada aku untuk menggantikan posisiku dihatinya. Aku ingin dia bahagia.. #2cinta1hati_story

    96 11 17 June, 2016
    Part 111 "Apa Kak Ali bisa berhenti menyumpah? Dia dokter Kak.." "Dokter apanya.." "Kak ..." "Ok..Ok.. kamu menang. Aku akan berhenti menyumpah, apa kamu puass..?" Dan aku pun hanya menyunggingkan senyuman kemenanganku. **** Pagi ini aku terbangun dengan Kak Ali yang tidur di sebelahku, kami tidur seranjang di ranjang rumah sakit tapi kami tak melakukan apaapun. Ingat,, kami harus bed Rest selama 2 minggu, jadi jangan berpikir yang macam2 yaa. Hehhe. Dia memelukku dan aku merasa sangat nyaman dengan ini.. Ya Tuhan. Kenapa aku bisa begitu sangat mencintai laki2 yang tidur di sebelahku saat ini? Padahal dia sangat sangat menjengkelkan.. Ini benar2 sangat nyaman saat berada di dadanya, sesekali aku mengecup dadanya dan menghirup aromanya. Astaga...ini benar2 sangat memabukkan. "Kamu membangunkanku sayang" Katanya dengan suara yang sangat serak dan parau. "Maaf.. ayo tidur lagi, ini masih pagi." Ajakku kemudian. "Bukan bangun itu yang aku maksud sayang.." lanjutnya lagi. Dan seketika itu juga aku mengerti apa yang dia maksud dan membuatku langsung menjauhkan diri dari pelukannya. "Kamu ngapain..?" tanyanya heran saat aku melepaskan diri dari pelukannya. "Kak Ali tau kan kalau aku harus bed Rest..?" "Hemm..Iyaa iyaa maaf.. yaudah ayoo tidur lagi, aku masih ngantuk."Katanya kemudian lalu dia memelukku kembali dan tertidur kembali. Begitupun denganku yang saking nyamannya karena pelukan Kak Ali membuatku tertidur kembali. **** Siangnya aku terbangun tp Kak Ali udah ga ada di sampingku. Aku merasa kehilangan, kenapa dia pergi tanpa pamit sama aku? tapi ketika mataku menyapu seluruh penjuru ruangan betapa terkejutnya aku melihat Dia duduk di sofa ruangan rawat inapku. Duduk dengan santai dan matanya terpejam, sepertinya dia ketiduran. Aku kangen melihat wajah tampannya.

#2cinta1hati_story

    Part 111 "Apa Kak Ali bisa berhenti menyumpah? Dia dokter Kak.." "Dokter apanya.." "Kak ..." "Ok..Ok.. kamu menang. Aku akan berhenti menyumpah, apa kamu puass..?" Dan aku pun hanya menyunggingkan senyuman kemenanganku. **** Pagi ini aku terbangun dengan Kak Ali yang tidur di sebelahku, kami tidur seranjang di ranjang rumah sakit tapi kami tak melakukan apaapun. Ingat,, kami harus bed Rest selama 2 minggu, jadi jangan berpikir yang macam2 yaa. Hehhe. Dia memelukku dan aku merasa sangat nyaman dengan ini.. Ya Tuhan. Kenapa aku bisa begitu sangat mencintai laki2 yang tidur di sebelahku saat ini? Padahal dia sangat sangat menjengkelkan.. Ini benar2 sangat nyaman saat berada di dadanya, sesekali aku mengecup dadanya dan menghirup aromanya. Astaga...ini benar2 sangat memabukkan. "Kamu membangunkanku sayang" Katanya dengan suara yang sangat serak dan parau. "Maaf.. ayo tidur lagi, ini masih pagi." Ajakku kemudian. "Bukan bangun itu yang aku maksud sayang.." lanjutnya lagi. Dan seketika itu juga aku mengerti apa yang dia maksud dan membuatku langsung menjauhkan diri dari pelukannya. "Kamu ngapain..?" tanyanya heran saat aku melepaskan diri dari pelukannya. "Kak Ali tau kan kalau aku harus bed Rest..?" "Hemm..Iyaa iyaa maaf.. yaudah ayoo tidur lagi, aku masih ngantuk."Katanya kemudian lalu dia memelukku kembali dan tertidur kembali. Begitupun denganku yang saking nyamannya karena pelukan Kak Ali membuatku tertidur kembali. **** Siangnya aku terbangun tp Kak Ali udah ga ada di sampingku. Aku merasa kehilangan, kenapa dia pergi tanpa pamit sama aku? tapi ketika mataku menyapu seluruh penjuru ruangan betapa terkejutnya aku melihat Dia duduk di sofa ruangan rawat inapku. Duduk dengan santai dan matanya terpejam, sepertinya dia ketiduran. Aku kangen melihat wajah tampannya.

    #2cinta1hati_story

    98 9 17 June, 2016
    Part 110

Ok. Sekarang aku jadi semakin bingung. Jadi semua ini hanya sandiwara? Sandiwara buat bikin aku cemburu dan mengungkapkan perasaanku sama Kak Ali? Gila. Bener2 gila! Apa dia ngga mikir kalo ini hampir aja membuat kami kehilangan bayi kami? "Ok. Sekarang kalian pergi! Gue mau selesain ini lagi." Lagi2 Kak Ali mengusir Dokter Adit. "Lo jg keluar Ren!" Kak Ali jg mengusir Shiren. "Sialan lo... Trus ngapain tadi Lo panggil kita..?" "Dia ngga percaya sama gue. Udah sana pergi.." usir Kak Ali lagi dengan cueknya.

Dokter Adit pun pergi lengkap dengan umpatan dan sumpah serapahnya kepada Kak Ali, sedangkan Shiren hanya menggeleng2kan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakuan dua lelaki dewasa di hadapannya yang mirip dengan kucing dan tikus. "Gimana? kamu udah percaya kan?" tanya Kak Ali sambil duduk di pinggiran ranjang yang aku tiduri. Aku hanya memalingkan wajahku, entah kenapa ada perasaan bahagia saat mengingat ini sandiwara hanya karena Kak Ali gak berani mengungkapkan rasa sayangnya sama aku. Tapi tetap aja aku merasa kesal karena dia benar2 keterlaluan. "Prill.. Maafin aku yaa. Aku bener2 keterlaluan. Aku sayang sama kamu tapi aku pikir kamu masih cinta sama si Bani. Kamu mau kan maafin aku? Kita mulai semua nya lagi dari awal. Kamu mau kan sayang?" Kata Kak Ali lirih sambil menggenggam tanganku. "Aku emang masih cinta sama kak Bani. Semua org punya masa lalu. Dan masa lalu itu ga mudah utk dihapus dr hati kita..." Jawabku jujur.

Aku melihat wajah Kak Ali memucat. "Tapi aku lebih cinta sama Kak Ali. Aku sayang dan cinta sama Kak Ali. Aku ga mau kehilangan Kak Ali. Jadi pliss. Jangan lakuin ini lagi Kak.."lanjutku kemudian. Dan tanpa kusangka dia langsung memelukku menciumi leher dan tengkukku. "Aku janji aku ngga akan nglakuin ini lagi." Katanya sambil menatapku tajam, dan diapun langsung mencium bibirku. Melumatnya secara halus dan membuatku bergetar hanya karena ciumannya. "Ingat Li dia harus bed Rest selama 2 minggu.." kata Dokter Adit yang tiba2 muncul di balik pintu dengan senyumannya. "Br*ngsek Lo...." Umpat Kak Ali yang langsung dapat cubitan dariku. "Aww,, kamu kenapa sihh..?" lanjutnya lagi sambil menatapku.

#2cinta1hati_story

    Part 110

    Ok. Sekarang aku jadi semakin bingung. Jadi semua ini hanya sandiwara? Sandiwara buat bikin aku cemburu dan mengungkapkan perasaanku sama Kak Ali? Gila. Bener2 gila! Apa dia ngga mikir kalo ini hampir aja membuat kami kehilangan bayi kami? "Ok. Sekarang kalian pergi! Gue mau selesain ini lagi." Lagi2 Kak Ali mengusir Dokter Adit. "Lo jg keluar Ren!" Kak Ali jg mengusir Shiren. "Sialan lo... Trus ngapain tadi Lo panggil kita..?" "Dia ngga percaya sama gue. Udah sana pergi.." usir Kak Ali lagi dengan cueknya.

    Dokter Adit pun pergi lengkap dengan umpatan dan sumpah serapahnya kepada Kak Ali, sedangkan Shiren hanya menggeleng2kan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakuan dua lelaki dewasa di hadapannya yang mirip dengan kucing dan tikus. "Gimana? kamu udah percaya kan?" tanya Kak Ali sambil duduk di pinggiran ranjang yang aku tiduri. Aku hanya memalingkan wajahku, entah kenapa ada perasaan bahagia saat mengingat ini sandiwara hanya karena Kak Ali gak berani mengungkapkan rasa sayangnya sama aku. Tapi tetap aja aku merasa kesal karena dia benar2 keterlaluan. "Prill.. Maafin aku yaa. Aku bener2 keterlaluan. Aku sayang sama kamu tapi aku pikir kamu masih cinta sama si Bani. Kamu mau kan maafin aku? Kita mulai semua nya lagi dari awal. Kamu mau kan sayang?" Kata Kak Ali lirih sambil menggenggam tanganku. "Aku emang masih cinta sama kak Bani. Semua org punya masa lalu. Dan masa lalu itu ga mudah utk dihapus dr hati kita..." Jawabku jujur.

    Aku melihat wajah Kak Ali memucat. "Tapi aku lebih cinta sama Kak Ali. Aku sayang dan cinta sama Kak Ali. Aku ga mau kehilangan Kak Ali. Jadi pliss. Jangan lakuin ini lagi Kak.."lanjutku kemudian. Dan tanpa kusangka dia langsung memelukku menciumi leher dan tengkukku. "Aku janji aku ngga akan nglakuin ini lagi." Katanya sambil menatapku tajam, dan diapun langsung mencium bibirku. Melumatnya secara halus dan membuatku bergetar hanya karena ciumannya. "Ingat Li dia harus bed Rest selama 2 minggu.." kata Dokter Adit yang tiba2 muncul di balik pintu dengan senyumannya. "Br*ngsek Lo...." Umpat Kak Ali yang langsung dapat cubitan dariku. "Aww,, kamu kenapa sihh..?" lanjutnya lagi sambil menatapku.

    #2cinta1hati_story

    95 8 17 June, 2016

Advertisements

    Part 109 "Ok Fine! Kalo kamu ngga percaya, mereka yang akan jelasin sama kamu." Katanya sambil pergi dan menutup pintu ruanganku dengan sangat keras.

Kak Ali keluar cukup lama, aku memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di antara kami, kenapa Kak Ali tadi bilang klo semuanya hanya sandiwara ? Tiba2 pintu di buka, menampilkan sosok yang sangat aku benci. Siapa lagi klo bukan Shiren si cewek genit itu. "Haii Prill.. akhirnya kita ketemu lagi." Katanya lembut sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia tidak sendiri, dia bersama Kak Alii dan Dokter Adit. Apa yang terjadi? Kenapa Dokter Adit juga ikut masuk? "Aku perkenalkan lagi. Dia Shiren, sahabatku. Dan itu Dokter Adit, suaminya." Kata Kak Ali datar. Aku melihat mereka dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Dokter Adit hanya tersenyum dan mengangguk. "Lohh... Tapi.. tadi.. Dokter Adit bilang----" "Semuanya rencana aku.." Kata Kak Ali datar dan cuek. "Apa?" "Hahhaaha iya Prill. Semua rencana Ali, kami ngga ada apa2 kok. ALi cuma pengen tau seberapa besar kamu sayang sama dia.." "Udah deh Ren!! ngga perlu panjang lebar, ceritain aja kalo kita ngga ada hubungan apa2." Potong Kak Ali kemudian. "Iyaa.. yang penting kami ngga ada hubungan apa2. Ali cuma sayang sama kamu tapi dia------" "Cukup!! Kayaknya lo udah terlalu banyak ngomong deh ..." kata Kak Ali memotong kalimat Shiren. "Hahhaa akuin aja lah Li kalo Lo emang cinta mati sama Prilly tapi Lo takut ngungkapinnya, karena Lo ngga tau perasaan Prilly ke Lo, makanya Lo pake cara sialan ini buat bikin Prilly cemburu.." Kata Dokter Adit sambil menahan tawanya. "Br*ngsek Lo!! Terus aja Lo omongin semuanya. Puas kan Lo??" Umpat Kak Ali.

#2cinta1hati_story

    Part 109 "Ok Fine! Kalo kamu ngga percaya, mereka yang akan jelasin sama kamu." Katanya sambil pergi dan menutup pintu ruanganku dengan sangat keras.

    Kak Ali keluar cukup lama, aku memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di antara kami, kenapa Kak Ali tadi bilang klo semuanya hanya sandiwara ? Tiba2 pintu di buka, menampilkan sosok yang sangat aku benci. Siapa lagi klo bukan Shiren si cewek genit itu. "Haii Prill.. akhirnya kita ketemu lagi." Katanya lembut sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia tidak sendiri, dia bersama Kak Alii dan Dokter Adit. Apa yang terjadi? Kenapa Dokter Adit juga ikut masuk? "Aku perkenalkan lagi. Dia Shiren, sahabatku. Dan itu Dokter Adit, suaminya." Kata Kak Ali datar. Aku melihat mereka dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Dokter Adit hanya tersenyum dan mengangguk. "Lohh... Tapi.. tadi.. Dokter Adit bilang----" "Semuanya rencana aku.." Kata Kak Ali datar dan cuek. "Apa?" "Hahhaaha iya Prill. Semua rencana Ali, kami ngga ada apa2 kok. ALi cuma pengen tau seberapa besar kamu sayang sama dia.." "Udah deh Ren!! ngga perlu panjang lebar, ceritain aja kalo kita ngga ada hubungan apa2." Potong Kak Ali kemudian. "Iyaa.. yang penting kami ngga ada hubungan apa2. Ali cuma sayang sama kamu tapi dia------" "Cukup!! Kayaknya lo udah terlalu banyak ngomong deh ..." kata Kak Ali memotong kalimat Shiren. "Hahhaa akuin aja lah Li kalo Lo emang cinta mati sama Prilly tapi Lo takut ngungkapinnya, karena Lo ngga tau perasaan Prilly ke Lo, makanya Lo pake cara sialan ini buat bikin Prilly cemburu.." Kata Dokter Adit sambil menahan tawanya. "Br*ngsek Lo!! Terus aja Lo omongin semuanya. Puas kan Lo??" Umpat Kak Ali.

    #2cinta1hati_story

    99 10 17 June, 2016
    Part 108

Lalu tiba2 pintu di buka. Itu adalah Dokter Adit. "Prilly.. kamu harus tenang, klo tidak kamu akan pendarahan lagi." Katanya menenangkanku. Apa? pendarahan lagi? jadi,, jadi aku masih hamil?

Aku langsung menghentikan tangisanku "Jadi.. saya masih-----" tanyaku pada Dokter Adit. "Iya.. bayi kamu selamat, kamu calon ibu yang kuat. Tapi kamu harus istirahat total dan kamu harus bed rest selama kurang lebih 2 minggu." Jelas Dokter Adit padaku. "Dan Lo Li.. Lo gila yaa!! hampir aja gue mati ketakutan gara2 ngikutin rencana sinting Lo itu." "Sorry." Kata Kak Ali pada Dokter Adit tapi tatapan matanya tetap tertuju padaku. "Mending sekarang Lo keluar, ada yang pengen gue omongin sama istri gue." Kata Kak Ali sambil mendorong Dokter Adit keluar ruangan. "Br*ngsek lo.." umpat Dokter Adit. Aku baru tau klo Dokter bisa mengumpat kasar seperti itu. Hihi. "Inget, jangan buat dia stress.." Lanjut Dokter Adit lagi sebelum Kak Ali menutup pintu ruanganku.

Kak Ali lalu mendekatiku, duduk di pinggiran ranjang disebelahku. Lalu dia menggenggam dan mengecup punggung tanganku. Klo aja saat ini aku lagi ga marah dan kesal padanya mungkin aku sudah meleleh dengan tingkah lakunya yang sweet ini.. "Maafin aku yaa.. aku benar2 keterlaluan.." katanya masih dengan menciumi punggung tanganku.

Aku memalingkan wajahku "Kalo kak Ali nggak suka sama aku kenapa kita ngga cerai aja? Apa Kak Ali tau kalo Kak Ali udah nyakitin perasaan aku?" Kataku lirih. Air mataku kembali menetes ketika mengingat Kak Ali bersama dengan wanita itu. "Prill... kamu ngomong apa sih.. kita ngga akan pernah cerai." "Terus gimana dengan Shiren dan anakmu yang dia kandung kak? KAMU EGOIS!!" Kali ini aku mulai berteriak kembali sambil menatapnya tajam. "Prill... Pliss... tenangin diri kamu, aku ngga mau terjadi apa2 lagi sama kamu dan anak kita." "Aku ngga peduli!!!" "Prill.. aku akan jelasin semuanya.." "Aku ngga perlu penjelasan, aku bahkan sudah lihat dengan mata kepalaku sendiri." "Astaga Prill... semuanya hanya sandiwara.." Teriak Kak Ali frustasi. "Bohong.. aku ngga percaya lagi sama Kak Ali"... #2cinta1hati_story

    Part 108

    Lalu tiba2 pintu di buka. Itu adalah Dokter Adit. "Prilly.. kamu harus tenang, klo tidak kamu akan pendarahan lagi." Katanya menenangkanku. Apa? pendarahan lagi? jadi,, jadi aku masih hamil?

    Aku langsung menghentikan tangisanku "Jadi.. saya masih-----" tanyaku pada Dokter Adit. "Iya.. bayi kamu selamat, kamu calon ibu yang kuat. Tapi kamu harus istirahat total dan kamu harus bed rest selama kurang lebih 2 minggu." Jelas Dokter Adit padaku. "Dan Lo Li.. Lo gila yaa!! hampir aja gue mati ketakutan gara2 ngikutin rencana sinting Lo itu." "Sorry." Kata Kak Ali pada Dokter Adit tapi tatapan matanya tetap tertuju padaku. "Mending sekarang Lo keluar, ada yang pengen gue omongin sama istri gue." Kata Kak Ali sambil mendorong Dokter Adit keluar ruangan. "Br*ngsek lo.." umpat Dokter Adit. Aku baru tau klo Dokter bisa mengumpat kasar seperti itu. Hihi. "Inget, jangan buat dia stress.." Lanjut Dokter Adit lagi sebelum Kak Ali menutup pintu ruanganku.

    Kak Ali lalu mendekatiku, duduk di pinggiran ranjang disebelahku. Lalu dia menggenggam dan mengecup punggung tanganku. Klo aja saat ini aku lagi ga marah dan kesal padanya mungkin aku sudah meleleh dengan tingkah lakunya yang sweet ini.. "Maafin aku yaa.. aku benar2 keterlaluan.." katanya masih dengan menciumi punggung tanganku.

    Aku memalingkan wajahku "Kalo kak Ali nggak suka sama aku kenapa kita ngga cerai aja? Apa Kak Ali tau kalo Kak Ali udah nyakitin perasaan aku?" Kataku lirih. Air mataku kembali menetes ketika mengingat Kak Ali bersama dengan wanita itu. "Prill... kamu ngomong apa sih.. kita ngga akan pernah cerai." "Terus gimana dengan Shiren dan anakmu yang dia kandung kak? KAMU EGOIS!!" Kali ini aku mulai berteriak kembali sambil menatapnya tajam. "Prill... Pliss... tenangin diri kamu, aku ngga mau terjadi apa2 lagi sama kamu dan anak kita." "Aku ngga peduli!!!" "Prill.. aku akan jelasin semuanya.." "Aku ngga perlu penjelasan, aku bahkan sudah lihat dengan mata kepalaku sendiri." "Astaga Prill... semuanya hanya sandiwara.." Teriak Kak Ali frustasi. "Bohong.. aku ngga percaya lagi sama Kak Ali"... #2cinta1hati_story

    103 32 16 June, 2016
    Part 107 "Maafin aku sayang, maafin aku..." Hanya kata2 itu yang terdengar di telingaku. Seperti suara Kak Ali, tapi lebih serak, dan terdenhar lebih lirih. Aku merasakan tanganku di genggam erat oleh seseorang, Kak Ali kah itu? Aku mulai mengumpulkan kesadaranku. Membuka mataku dengan perlahan.

Yang pertama kali aku lihat adalah ruangan yang serba putih. Dimanakah ini? Apa aku sudah di surga? Ngga.. Aku ngga boleh mati dulu. Aku masih harus berjuang demi bayiku. Bayi? Apa dia masih bersamaku atau juga pergi meninggalkanku. Mengingat hal itu tangisku langsung pecah. Aku terisak hingga membangunkan orang yang tidur di sebelahku sambil menggenggam tanganku. Kak Ali. "Sayang.. sayang kamu udah sadar?" katanya kemudian.

Aku melihat dia sangat berantakan. Bajunya kusut, rambutnya acak2an, matanya sembab seperti orang yang habis nangis. Apa Kak Ali tadi habis menangis? "Bayiku.. bayiku.. aku kehilangan dia ..." kataku masih sambil menangis sesenggukan. "Prill..Prilly dengarin aku dulu.." kata Kak Ali menenangkanku. "Ngga. aku ngga mau denger apa2 lagi!! Kak Ali jahat!! kak Ali udah ninggalin aku.." kali ini aku berteriak histeris. Entah dari mana tenaga ini yang jelas saat ini aku ingin memaki laki2 di hadapanku ini. Aku membencinya.... "Prill ... aku bisa jelasin semuanya, kamu tenang dulu yaa." "Nggga Kak Ngga ... aku ngga mau. Kak Ali pergi!! Pergi!! aku ngga mau liat Kak Ali lagi selamanya.." #2cinta1hati_story

    Part 107 "Maafin aku sayang, maafin aku..." Hanya kata2 itu yang terdengar di telingaku. Seperti suara Kak Ali, tapi lebih serak, dan terdenhar lebih lirih. Aku merasakan tanganku di genggam erat oleh seseorang, Kak Ali kah itu? Aku mulai mengumpulkan kesadaranku. Membuka mataku dengan perlahan.

    Yang pertama kali aku lihat adalah ruangan yang serba putih. Dimanakah ini? Apa aku sudah di surga? Ngga.. Aku ngga boleh mati dulu. Aku masih harus berjuang demi bayiku. Bayi? Apa dia masih bersamaku atau juga pergi meninggalkanku. Mengingat hal itu tangisku langsung pecah. Aku terisak hingga membangunkan orang yang tidur di sebelahku sambil menggenggam tanganku. Kak Ali. "Sayang.. sayang kamu udah sadar?" katanya kemudian.

    Aku melihat dia sangat berantakan. Bajunya kusut, rambutnya acak2an, matanya sembab seperti orang yang habis nangis. Apa Kak Ali tadi habis menangis? "Bayiku.. bayiku.. aku kehilangan dia ..." kataku masih sambil menangis sesenggukan. "Prill..Prilly dengarin aku dulu.." kata Kak Ali menenangkanku. "Ngga. aku ngga mau denger apa2 lagi!! Kak Ali jahat!! kak Ali udah ninggalin aku.." kali ini aku berteriak histeris. Entah dari mana tenaga ini yang jelas saat ini aku ingin memaki laki2 di hadapanku ini. Aku membencinya.... "Prill ... aku bisa jelasin semuanya, kamu tenang dulu yaa." "Nggga Kak Ngga ... aku ngga mau. Kak Ali pergi!! Pergi!! aku ngga mau liat Kak Ali lagi selamanya.." #2cinta1hati_story

    98 20 16 June, 2016
    Part 106 "Apa ?" teriakku dan Jessica bersamaan. Tubuhku menegang seketika. Bagaikan disambar petir disiang bolong ketika aku mendengar jawaban dokter Adit tadi.. Ngga... ini ngga mungkin. Kenapa si Shiren ngaku sebagai istri Kak Ali? Kenapa Kak Ali mau menemaninya memeriksakan kandungannya? Dan apa mungkin mereka udah benar2 menjadi suami istri di belakangku dengan kata lain Kak Ali menduakan aku tanpa sepengetahuanku? Ngga..ini ngga mungkin. Kak Ali ngga akan sejahat itu sama aku.

Dengan pikiran yg kacau aku berdiri dari kursi tempat dudukku tadi. Airmataku tak ada henti2nya menetes. Pikiranku kosong saat menerima kenyataan tadi, sekilas aku melihat Dokter Adit dan Jessica sedikit panik dan khawatir padaku. Mereka seperti sedang mengatakan sesuatu, tapi aku tak bisa mendengarnya, aku tak bisa mencernanya, pikiranku terlalu kosong, perasaanku terlalu sakit menghadapi kenyataan ini.

Hingga aku merasakan sakit, sakit yang amat sangat di bagian perutku. Aku meringis kesakitan sambil meremas perutku. Aku sudah kehilangan Kak Bani dan apa aku harus kehilangan Kak Ali juga? Tuhann.. aku mohon jangan ambil dia dariku.. jangan hukum aku seperti ini... "Astaga Prill..Prilly...." Suara Jessica panik. "Prill... kamu bertahan yaa." Itu suara Dokter Adit, tapi kenapa dia tidak mengucapkan kata2 formal seperti tadi? Dia terlihat sangat panik sama dgn Jessica. "Sialan Lo!!! Cepat balik. Istri Lo gawat..!!" Samar2 aku mendengar Dokter Adit berbicara di telepon dengan seseorang. Siapa? Apa Kak Ali? Apa mereka saling kenal sebelumnya? Dan aku tak bisa berfikir apa2 lagi ketika kesadaranku sediki demi sedikit menghilang dan akhirnya gelap.. ************ #2cinta1hati_story

    Part 106 "Apa ?" teriakku dan Jessica bersamaan. Tubuhku menegang seketika. Bagaikan disambar petir disiang bolong ketika aku mendengar jawaban dokter Adit tadi.. Ngga... ini ngga mungkin. Kenapa si Shiren ngaku sebagai istri Kak Ali? Kenapa Kak Ali mau menemaninya memeriksakan kandungannya? Dan apa mungkin mereka udah benar2 menjadi suami istri di belakangku dengan kata lain Kak Ali menduakan aku tanpa sepengetahuanku? Ngga..ini ngga mungkin. Kak Ali ngga akan sejahat itu sama aku.

    Dengan pikiran yg kacau aku berdiri dari kursi tempat dudukku tadi. Airmataku tak ada henti2nya menetes. Pikiranku kosong saat menerima kenyataan tadi, sekilas aku melihat Dokter Adit dan Jessica sedikit panik dan khawatir padaku. Mereka seperti sedang mengatakan sesuatu, tapi aku tak bisa mendengarnya, aku tak bisa mencernanya, pikiranku terlalu kosong, perasaanku terlalu sakit menghadapi kenyataan ini.

    Hingga aku merasakan sakit, sakit yang amat sangat di bagian perutku. Aku meringis kesakitan sambil meremas perutku. Aku sudah kehilangan Kak Bani dan apa aku harus kehilangan Kak Ali juga? Tuhann.. aku mohon jangan ambil dia dariku.. jangan hukum aku seperti ini... "Astaga Prill..Prilly...." Suara Jessica panik. "Prill... kamu bertahan yaa." Itu suara Dokter Adit, tapi kenapa dia tidak mengucapkan kata2 formal seperti tadi? Dia terlihat sangat panik sama dgn Jessica. "Sialan Lo!!! Cepat balik. Istri Lo gawat..!!" Samar2 aku mendengar Dokter Adit berbicara di telepon dengan seseorang. Siapa? Apa Kak Ali? Apa mereka saling kenal sebelumnya? Dan aku tak bisa berfikir apa2 lagi ketika kesadaranku sediki demi sedikit menghilang dan akhirnya gelap.. ************ #2cinta1hati_story

    108 39 16 June, 2016
    Part 105

Dia tak segan meraba2 perutku, bahkan Kak Ali yg suamiku aja belum pernah meraba perutku seperti ini.

Meraba?? Hellooo Prill ... dia sedang memeriksamu, bukan meraba2 ... Aku sangat jengkel dengan Jessica yang sejak tadi menyikut-nyikut tanganku. Aku tau sebenarnya dia juga ingin kenal sama Dokter Adit, dasar genit.

Aku benar2 hampir lupa, tujuanku kesini kan mencari tau hubungan antara Kak Ali dan si cewek genit itu, tapi sekarang aku kok malah keganjenan sama dokter muda di hadapanku saat ini. issshhh!!! "Ibu Prilly terlalu banya pikiran dan stress.. Keadaan ibu sangat buruk, seharusnya ibu minta di temani suami ibu, saya ingin ibu di opname di sini selama beberapa hari." Kata Dokter Adit dengan raut khawatir. "Saya ngga apa2 kok dok, saya masih kuat." Jawabku kemudian.

Tapi Dokter Adit masih saja menatapku dengan tatapan anehnya, seperti tatapan yang sangat khawatir. Dan juga aku melihat sepertinya Dokter Adit ingin melakukan sesuatu tapi ragu-ragu. "Dokk . saya boleh tanya sesuatu ngga?" Dan akhirnya setelah selesai pemeriksaan, aku sedikit menginterogasi dokter ini. Dia lalu menatapku dengan tatapan lembut. "Iyaa ... silahkan Bu Prilly. Ada yang bisa saya bantu..?" "Emm ... laki-laki dan perempuan yang kesini tadi ngapain yaa Dok?" "Yang mana yaa bu..? kebetulan pasien saya semua perempuan dan membawa suaminya, Bu.." "Yang tadi, Dok, yang tinggi, ganteng, yang baru saja keluar terus saya masuk." Kataku mencoba menjelaskan. "Oohhh Ibu Shiren sama Pak Ali..?" Aku mengangguk antusias. "Tentu saja sedang memeriksakan kandungannya bu.. Dan Pak Ali sendiri yang menemani istrinya yang sedang hamil itu." Lanjut dokter Adit.

#2cinta1hati_story

    Part 105

    Dia tak segan meraba2 perutku, bahkan Kak Ali yg suamiku aja belum pernah meraba perutku seperti ini.

    Meraba?? Hellooo Prill ... dia sedang memeriksamu, bukan meraba2 ... Aku sangat jengkel dengan Jessica yang sejak tadi menyikut-nyikut tanganku. Aku tau sebenarnya dia juga ingin kenal sama Dokter Adit, dasar genit.

    Aku benar2 hampir lupa, tujuanku kesini kan mencari tau hubungan antara Kak Ali dan si cewek genit itu, tapi sekarang aku kok malah keganjenan sama dokter muda di hadapanku saat ini. issshhh!!! "Ibu Prilly terlalu banya pikiran dan stress.. Keadaan ibu sangat buruk, seharusnya ibu minta di temani suami ibu, saya ingin ibu di opname di sini selama beberapa hari." Kata Dokter Adit dengan raut khawatir. "Saya ngga apa2 kok dok, saya masih kuat." Jawabku kemudian.

    Tapi Dokter Adit masih saja menatapku dengan tatapan anehnya, seperti tatapan yang sangat khawatir. Dan juga aku melihat sepertinya Dokter Adit ingin melakukan sesuatu tapi ragu-ragu. "Dokk . saya boleh tanya sesuatu ngga?" Dan akhirnya setelah selesai pemeriksaan, aku sedikit menginterogasi dokter ini. Dia lalu menatapku dengan tatapan lembut. "Iyaa ... silahkan Bu Prilly. Ada yang bisa saya bantu..?" "Emm ... laki-laki dan perempuan yang kesini tadi ngapain yaa Dok?" "Yang mana yaa bu..? kebetulan pasien saya semua perempuan dan membawa suaminya, Bu.." "Yang tadi, Dok, yang tinggi, ganteng, yang baru saja keluar terus saya masuk." Kataku mencoba menjelaskan. "Oohhh Ibu Shiren sama Pak Ali..?" Aku mengangguk antusias. "Tentu saja sedang memeriksakan kandungannya bu.. Dan Pak Ali sendiri yang menemani istrinya yang sedang hamil itu." Lanjut dokter Adit.

    #2cinta1hati_story

    102 24 16 June, 2016
    Part 104

Rasa mual langsung menghampiriku saat beberapa fikiran aneh mampir di otakku. Mungkinkah Shiren hamil? Dan apa mereka ke sini untuk memeriksa kandungan Shiren? Lebih parahnya lagi mungkinkah anak itu adalah anak Kak Ali?

Hampir saja aku terjatuh lemas jika Jessica tak membantuku. Badanku memang masih lemah, dehidrasi yang berkepanjangan di sertai demam ditambah lagi efek mual muntah dari hamil membuatku tak memiliki tenaga. Aku stress memikirkan semua ini. "Prill.. kamu ngga apa2 kan.? kita pulang aja yuk...." Jessica terlihat sangat khawatir. "Engga Jess ... kita belum tau apa yang terjadi." Aku masih tak mau mengalah. "Tapi ... kamu." "Lebih baik kita sembunyi, mungkin aja Kak Ali udah mau keluar dari ruangan itu." Akhirnya kamipun bersembunyi. Sekitar 15 menit kemudian Kak Ali dan Shiren keluar dari ruangan yang bertuliskan Dr.Aditya Alfarizi.SpOG. Dan mereka tentunya keluar dengan raut bahagianya. Gimana klo apa yang ada di dalam otakku tadi benar2 menjadi kenyataan? Gimana klo Kak Ali akan mempunyai anak dari wanita lain? "Sekarang apa yang akan kita lakukan Prill?" tanya Jessica kemudian. "Aku akan masuk." "Tapi Prill..." "Aku juga akan memeriksakan kandunganku, dan akan sedikit bertanya pada dokter itu." "Kamu udah gila ya. Dokter itu ngga akan mungkin ngasih tau keadaan pasiennya keorang lain." "Setidaknya aku mencoba Jess ..." kataku lirih.

Jessica hanya bisa mengangguk. "Ok aku temani kamu." Katanya kemudian.

Akhirnya kami pun masuk. Kukira yang namanya Dokter Aditya itu gendut dan botak lengkap dengan perut buncitnya, tapi ternyata aku salah besar. Dia gagah, tampan dan masih muda, mungkin seumuran Kak Ali. Dan astaga,kenapa aku jadi gugup seperti ini? tau gitu aku ngga akan mau periksa kandungan sama dokter segagah ini. Malu pastinya, siapa yang ngga malu ketika diperiksa seorang dokter yang ganteng seganteng Dokter Adit.

#2cinta1hati_story

    Part 104

    Rasa mual langsung menghampiriku saat beberapa fikiran aneh mampir di otakku. Mungkinkah Shiren hamil? Dan apa mereka ke sini untuk memeriksa kandungan Shiren? Lebih parahnya lagi mungkinkah anak itu adalah anak Kak Ali?

    Hampir saja aku terjatuh lemas jika Jessica tak membantuku. Badanku memang masih lemah, dehidrasi yang berkepanjangan di sertai demam ditambah lagi efek mual muntah dari hamil membuatku tak memiliki tenaga. Aku stress memikirkan semua ini. "Prill.. kamu ngga apa2 kan.? kita pulang aja yuk...." Jessica terlihat sangat khawatir. "Engga Jess ... kita belum tau apa yang terjadi." Aku masih tak mau mengalah. "Tapi ... kamu." "Lebih baik kita sembunyi, mungkin aja Kak Ali udah mau keluar dari ruangan itu." Akhirnya kamipun bersembunyi. Sekitar 15 menit kemudian Kak Ali dan Shiren keluar dari ruangan yang bertuliskan Dr.Aditya Alfarizi.SpOG. Dan mereka tentunya keluar dengan raut bahagianya. Gimana klo apa yang ada di dalam otakku tadi benar2 menjadi kenyataan? Gimana klo Kak Ali akan mempunyai anak dari wanita lain? "Sekarang apa yang akan kita lakukan Prill?" tanya Jessica kemudian. "Aku akan masuk." "Tapi Prill..." "Aku juga akan memeriksakan kandunganku, dan akan sedikit bertanya pada dokter itu." "Kamu udah gila ya. Dokter itu ngga akan mungkin ngasih tau keadaan pasiennya keorang lain." "Setidaknya aku mencoba Jess ..." kataku lirih.

    Jessica hanya bisa mengangguk. "Ok aku temani kamu." Katanya kemudian.

    Akhirnya kami pun masuk. Kukira yang namanya Dokter Aditya itu gendut dan botak lengkap dengan perut buncitnya, tapi ternyata aku salah besar. Dia gagah, tampan dan masih muda, mungkin seumuran Kak Ali. Dan astaga,kenapa aku jadi gugup seperti ini? tau gitu aku ngga akan mau periksa kandungan sama dokter segagah ini. Malu pastinya, siapa yang ngga malu ketika diperiksa seorang dokter yang ganteng seganteng Dokter Adit.

    #2cinta1hati_story

    100 18 16 June, 2016
    Part 103

Tapi bisa saja kan Kak Ali divonis penyakit mematikan terus menyembunyikannya dariku seperti yang ada di novel2 yang biasa aku baca?? Stopp !!!! Aku ngga boleh berfikir yang tidak-tidak. Kak Ali sehat, dia ngga mungkin sakit. Entah kenapa tiba2 saja air mataku menetes. Aku takut menghadapi kenyataan klo itu yang benar2 terjadi. Aku takut kehilangan kak Ali. Aku lebih suka kenyataan pertama yaitu mereka kencan, bercinta dan lain sebagainya dari pada kenyataan kedua klo Kak Ali sakit dan divonis akan mati, yang tandanya adalah meninggalkanku... Aku tak mau itu terjadi.. aku lebih rela menjadi istri pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya asalkan dia hidup di dunia yang sama, di langit yang sama, menghirup udara yang sama dan menginjakkan kaki di bumi yang sama denganku, dari pada aku harus menerima kenyataaan jika aku akan hidup sendiri didunia ini tanpa ada dia di dalamnya.

Aku sangat mencintainya ... Aku sangat membutuhkannya... Saat aku berusaha menenangkan fikiranku, aku mendengar kaca mobilku diketuk seseorang, dia Jessica. Aku lalu membuka pintu mobil dan langsung memeluknya masih dengan menangis, aku butuh sebuah pelukan.. "Prill .. kamu kenapa..? apa yang terjadi?" Aku menggeleng. "Aku nggak tau Jess!! kenapa.. kenapa Kak Ali ke sini? aku takut kalau ada apa2 sama dia." "Udah udah ... jangan berfikir macam2 dulu, mendingan kita masuk, kita cari tau apa yang sebenarnya terjadi." Kata Jessica menenangkanku.

Aku pun hanya mengangguk. Lalu kami pun masuk, bertanya pada seorang suster yang berjaga di depan tentang pasangan yang baru saja masuk. Lalu suster itupun menunjukkan arah jalannya. Kami pun mengikuti arah yang ditunjuk suster itu.

Kami melewati lorong yang lumayan panjang. Aku cukup lega ketika melihat papan informasi di ujung lorong, ternyata itu bukan lorong buat orang sakit keras seperti kanker dan lain-lain seperti yang kufikirkan tadi. Tapi aku juga sedikit heran karena ini lorong untuk spesialis kandungan. Dan pertanyaan selanjutnya adalah untuk apa Kak Ali dan Shiren ke spesialis kandungan?? #2cinta1hati_story

    Part 103

    Tapi bisa saja kan Kak Ali divonis penyakit mematikan terus menyembunyikannya dariku seperti yang ada di novel2 yang biasa aku baca?? Stopp !!!! Aku ngga boleh berfikir yang tidak-tidak. Kak Ali sehat, dia ngga mungkin sakit. Entah kenapa tiba2 saja air mataku menetes. Aku takut menghadapi kenyataan klo itu yang benar2 terjadi. Aku takut kehilangan kak Ali. Aku lebih suka kenyataan pertama yaitu mereka kencan, bercinta dan lain sebagainya dari pada kenyataan kedua klo Kak Ali sakit dan divonis akan mati, yang tandanya adalah meninggalkanku... Aku tak mau itu terjadi.. aku lebih rela menjadi istri pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya asalkan dia hidup di dunia yang sama, di langit yang sama, menghirup udara yang sama dan menginjakkan kaki di bumi yang sama denganku, dari pada aku harus menerima kenyataaan jika aku akan hidup sendiri didunia ini tanpa ada dia di dalamnya.

    Aku sangat mencintainya ... Aku sangat membutuhkannya... Saat aku berusaha menenangkan fikiranku, aku mendengar kaca mobilku diketuk seseorang, dia Jessica. Aku lalu membuka pintu mobil dan langsung memeluknya masih dengan menangis, aku butuh sebuah pelukan.. "Prill .. kamu kenapa..? apa yang terjadi?" Aku menggeleng. "Aku nggak tau Jess!! kenapa.. kenapa Kak Ali ke sini? aku takut kalau ada apa2 sama dia." "Udah udah ... jangan berfikir macam2 dulu, mendingan kita masuk, kita cari tau apa yang sebenarnya terjadi." Kata Jessica menenangkanku.

    Aku pun hanya mengangguk. Lalu kami pun masuk, bertanya pada seorang suster yang berjaga di depan tentang pasangan yang baru saja masuk. Lalu suster itupun menunjukkan arah jalannya. Kami pun mengikuti arah yang ditunjuk suster itu.

    Kami melewati lorong yang lumayan panjang. Aku cukup lega ketika melihat papan informasi di ujung lorong, ternyata itu bukan lorong buat orang sakit keras seperti kanker dan lain-lain seperti yang kufikirkan tadi. Tapi aku juga sedikit heran karena ini lorong untuk spesialis kandungan. Dan pertanyaan selanjutnya adalah untuk apa Kak Ali dan Shiren ke spesialis kandungan?? #2cinta1hati_story

    100 28 15 June, 2016
    Part 102

Kak Ali emang sedikit berubah, dia jadi lebih lembut dan perhatian. Dan itu membuatku semakin mencurigainya. Pasti ada yang dia sembunyikan dariku.

Aku mengantarnya hingga garasi. Dia masuk kesalah satu mobil sportnya, membuka kaca kemudinya dan melambaikan tangan padaku. Lalu dia meluncur pergi. Setelah ditinggalkan, bukannya masuk dan istirahat, aku malah mengambil sebuah kunci mobil yang berada di lemari. Aku akan membuntuti kak Ali kemanapun dia pergi.

Sudah dua hari ini aku membuntutinya dengan Jessica, dan hasilnya Nol besar. Kami tak menemukan hal-hal mencurigakan apapun. Jessica bahkan tak henti2nya marah dan mengumpat padaku karena menyia2kan waktunya seperti ini. Tapi untuk pagi ini aku yakin Kak Ali bukan ke kantor. Pakaiannya lebih seperti orang yang akan berkencan di bandingkan dengan orang yang akan rapat.

Saat Kak Ali berhenti di sebuah apartemen mewah, aku juga ikut berhenti. Kutekan nomer telepon Jessica di hpku, aku menyuruhnya mengikutiku. Setelah selesai, aku hanya berdiam diri menunggu apa yang akan terjadi dengan jantung yang berdetak semakin keras. Tiba2 cewek itu muncul, Shiren si cewek genit. Kak Ali emang ga turun dari mobilnya, dan si Shiren inipun langsung masuk begitu saja kedalam mobil Kak Ali, seperti sudah terbiasa.. sebenarnya apa hubungan mereka....?? Mobil Kak Ali melaju lagi, aku mengikutinya dari belakang. Sambil memasang headset untuk menghubungi Jessica memberitahunya dimana posisiku saat ini. Ternyata tujuannya tak jauh. Sebuah rumah sakit yang hanya berjarak beberapa KM dari apartemen mewah milik cewek sialan itu.

Rumah sakit? kenapa mereka ke sini? apa mereka sedang berkencan disini? atau Apa kak Ali sakit dan menyembunyikan semuanya dariku? engga.. itu ngga mungkin. Kak Ali nggak mungkin sakit.

#2cinta1hati_story

    Part 102

    Kak Ali emang sedikit berubah, dia jadi lebih lembut dan perhatian. Dan itu membuatku semakin mencurigainya. Pasti ada yang dia sembunyikan dariku.

    Aku mengantarnya hingga garasi. Dia masuk kesalah satu mobil sportnya, membuka kaca kemudinya dan melambaikan tangan padaku. Lalu dia meluncur pergi. Setelah ditinggalkan, bukannya masuk dan istirahat, aku malah mengambil sebuah kunci mobil yang berada di lemari. Aku akan membuntuti kak Ali kemanapun dia pergi.

    Sudah dua hari ini aku membuntutinya dengan Jessica, dan hasilnya Nol besar. Kami tak menemukan hal-hal mencurigakan apapun. Jessica bahkan tak henti2nya marah dan mengumpat padaku karena menyia2kan waktunya seperti ini. Tapi untuk pagi ini aku yakin Kak Ali bukan ke kantor. Pakaiannya lebih seperti orang yang akan berkencan di bandingkan dengan orang yang akan rapat.

    Saat Kak Ali berhenti di sebuah apartemen mewah, aku juga ikut berhenti. Kutekan nomer telepon Jessica di hpku, aku menyuruhnya mengikutiku. Setelah selesai, aku hanya berdiam diri menunggu apa yang akan terjadi dengan jantung yang berdetak semakin keras. Tiba2 cewek itu muncul, Shiren si cewek genit. Kak Ali emang ga turun dari mobilnya, dan si Shiren inipun langsung masuk begitu saja kedalam mobil Kak Ali, seperti sudah terbiasa.. sebenarnya apa hubungan mereka....?? Mobil Kak Ali melaju lagi, aku mengikutinya dari belakang. Sambil memasang headset untuk menghubungi Jessica memberitahunya dimana posisiku saat ini. Ternyata tujuannya tak jauh. Sebuah rumah sakit yang hanya berjarak beberapa KM dari apartemen mewah milik cewek sialan itu.

    Rumah sakit? kenapa mereka ke sini? apa mereka sedang berkencan disini? atau Apa kak Ali sakit dan menyembunyikan semuanya dariku? engga.. itu ngga mungkin. Kak Ali nggak mungkin sakit.

    #2cinta1hati_story

    98 15 15 June, 2016
    Part 101 "Prill ... biar waktu yang mengobati semuanya.. kamu harus sabar, kamu harus kuat demi bayi yang sedang kamu kandung." Lanjut Jessica. "Apa?" aku mengerjap kaget. "Iyaa.. kamu hamil.. apa kamu ngga sadar kalau kamu lagi hamil..?" Aku hanya menggeleng. "Astaga Prill. kata dokter ini mungkin sudah lebih dari 6 minggu." Aku hanya tertunduk lesu.

Ini memang kabar bahagia, tapi..kenapa pada saat seperti ini? Saat hubunganku dan Kak Ali belum jelas karena kedatangan si cewek genit itu.. Saat aku masih belum sepenuhnya merelakan Kak Bani.. "Jess,, kamu mau bantu aku ngga..?" tanyaku kemudian. "Bantu apa ...?" "Kita selidiki Kak Ali bareng2 yaa.." pintaku. "Engga... Kamu jangan ngarang yaa!! lebih baik kamu langsung tanya sama Kak Ali, bukan malah diam2 menyelidikinya." "Aku belum siap mendengar jawabannya klo itu benar2 kenyataan." "Astaga Prill... kadang apa yang kita lihat itu tidak seperti apa yang sedang terjadi, bisa saja itu suatu kebetulan atau apalah.." Jessica memang benar, tapi feellingku berkata klo aku harus menyelidiki kak Ali saat di belakangku. "Ayoolahh Jess... Plissss.." akupun memohon padanya.

Jessica menghembuskan nafasnya, aku tau dia kalah. "Ok.. aku bantu kamu, tapi aku ngga mau ikut campur kalo misalnya kalian berantem nanti." "Ok Siipp ..." kataku kemudian. "Prill.. kamu musti banyak makan dan minum, kata dokter tadi kamu dehidrasi." Aku mengangguk. "Iyaa ... aku memang susah makan akhir2 ini.." **** Beberapa hari kemudian keadaanku semakin parah. Aku tak tau jika orang hamil akan mengalami ini. Aku demam, mual dan selalu muntah2. Kak Ali benar2 khawatir. Itu terlihat jelas di raut wajahnya. Berkali2 dia mengajakku ke dokter, tapi aku menolaknya. Aku belum mau dia tau keadaanku yang sedang hamil anaknya. "Sayang, aku pergi dulu yaa...." Lalu dia mengecup lembut bibirku. "Kamu baik2 dirumah yaa.." Katanya dengan lemah lembut, akupun hanya mengangguk.

#2cinta1hati_story

    Part 101 "Prill ... biar waktu yang mengobati semuanya.. kamu harus sabar, kamu harus kuat demi bayi yang sedang kamu kandung." Lanjut Jessica. "Apa?" aku mengerjap kaget. "Iyaa.. kamu hamil.. apa kamu ngga sadar kalau kamu lagi hamil..?" Aku hanya menggeleng. "Astaga Prill. kata dokter ini mungkin sudah lebih dari 6 minggu." Aku hanya tertunduk lesu.

    Ini memang kabar bahagia, tapi..kenapa pada saat seperti ini? Saat hubunganku dan Kak Ali belum jelas karena kedatangan si cewek genit itu.. Saat aku masih belum sepenuhnya merelakan Kak Bani.. "Jess,, kamu mau bantu aku ngga..?" tanyaku kemudian. "Bantu apa ...?" "Kita selidiki Kak Ali bareng2 yaa.." pintaku. "Engga... Kamu jangan ngarang yaa!! lebih baik kamu langsung tanya sama Kak Ali, bukan malah diam2 menyelidikinya." "Aku belum siap mendengar jawabannya klo itu benar2 kenyataan." "Astaga Prill... kadang apa yang kita lihat itu tidak seperti apa yang sedang terjadi, bisa saja itu suatu kebetulan atau apalah.." Jessica memang benar, tapi feellingku berkata klo aku harus menyelidiki kak Ali saat di belakangku. "Ayoolahh Jess... Plissss.." akupun memohon padanya.

    Jessica menghembuskan nafasnya, aku tau dia kalah. "Ok.. aku bantu kamu, tapi aku ngga mau ikut campur kalo misalnya kalian berantem nanti." "Ok Siipp ..." kataku kemudian. "Prill.. kamu musti banyak makan dan minum, kata dokter tadi kamu dehidrasi." Aku mengangguk. "Iyaa ... aku memang susah makan akhir2 ini.." **** Beberapa hari kemudian keadaanku semakin parah. Aku tak tau jika orang hamil akan mengalami ini. Aku demam, mual dan selalu muntah2. Kak Ali benar2 khawatir. Itu terlihat jelas di raut wajahnya. Berkali2 dia mengajakku ke dokter, tapi aku menolaknya. Aku belum mau dia tau keadaanku yang sedang hamil anaknya. "Sayang, aku pergi dulu yaa...." Lalu dia mengecup lembut bibirku. "Kamu baik2 dirumah yaa.." Katanya dengan lemah lembut, akupun hanya mengangguk.

    #2cinta1hati_story

    98 41 14 June, 2016
    Part 100

Aku hanya terdiam, aku tau jika sebenarny Jessica hanya ingin menengahiku tapi tetap saja perasaan ini tak bisa di bohongi. Akupun bergegas pergi keluar dari kantin. Entah kenapa bagiku semua terasa semakin sesak. Aku tak bisa menerima kenyataan klo Kak Ali punya wanita lain selain aku. Aku benci itu!!! Aku berjalan keluar tanpa menghiraukan Jessica yang teriak2 memanggilku. Aku tersadar saat kakiku berhenti dengan sendirinya ketika aku melihat sosok di hadapanku. Sosok yang selama ini kurindukan. Saat ini dia memunggungiku, tapi aku sangat mengenalnya, aku tau itu dia, Kak Bani.

Aku berjalan lebih cepat untuk menghampirinya. "Kak ..." panggilku lirih.

Dia menghentikan langkahnya tapi tetap tak berbalik kearahku. Dia masih mengenali suaraku, aku tau itu. "Kak, aku mau ngomong..." "Kayaknya udah ga ada yang perlu di omongin lagi.." Suaranya dingin ... sangat dingin.. berbeda dengan suaranya dulu yang terdengar hangat di telingaku. Bahkan saat ini dia tak sudi memandangku, beda dengan dulu yang sepertinya tak mau berpaling dariku.

Dia berubah ...!!! Lalu dia pergi meninggalkan aku begitu saja, tanpa sedikitpun menoleh kearahku. Dia benar2 membenciku. Seketika itu juga kurasakan dunia di sekitarku berputar, kepalaku sakit, pandanganku kabur, dan aku tak bisa melihat dan mengingat apa2 lagi. **** "Prill.. Prill.. Prilly..." Aku tau itu suara Jessica, tapi aku masih belum bisa melihatnya. Aku mengerjapkan mataku, mencoba mencari kesadaran. Saat mataku terbuka sepenuhnya aku melihat raut wajah Khawatir dari Jessica. "Aku kenapa Jess?" aku mendengar suaraku yang sangat lemah. Apa yang terjadi denganku? "Kamu udah sadar? kamu bikin aku takut tau ngga.." "Aku di mana?" "Kita di klinik kampus, untung aja tadi Kak Bani tolongin kamu." Aku langsung terduduk saat mendengar nama itu. "Kak Bani? mana dia?" tanyaku sambil mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan. "Dia udah pergi, dia cuma nitipin kamu ke aku." Dan saat itu juga tangisku pecah. "Dia membenciku... Tapi dia masih menyayangiku... aku mesti gimana Jess?." Tanyaku sambil menangis. Jessica lalu memelukku.

#2cinta1hati_story

    Part 100

    Aku hanya terdiam, aku tau jika sebenarny Jessica hanya ingin menengahiku tapi tetap saja perasaan ini tak bisa di bohongi. Akupun bergegas pergi keluar dari kantin. Entah kenapa bagiku semua terasa semakin sesak. Aku tak bisa menerima kenyataan klo Kak Ali punya wanita lain selain aku. Aku benci itu!!! Aku berjalan keluar tanpa menghiraukan Jessica yang teriak2 memanggilku. Aku tersadar saat kakiku berhenti dengan sendirinya ketika aku melihat sosok di hadapanku. Sosok yang selama ini kurindukan. Saat ini dia memunggungiku, tapi aku sangat mengenalnya, aku tau itu dia, Kak Bani.

    Aku berjalan lebih cepat untuk menghampirinya. "Kak ..." panggilku lirih.

    Dia menghentikan langkahnya tapi tetap tak berbalik kearahku. Dia masih mengenali suaraku, aku tau itu. "Kak, aku mau ngomong..." "Kayaknya udah ga ada yang perlu di omongin lagi.." Suaranya dingin ... sangat dingin.. berbeda dengan suaranya dulu yang terdengar hangat di telingaku. Bahkan saat ini dia tak sudi memandangku, beda dengan dulu yang sepertinya tak mau berpaling dariku.

    Dia berubah ...!!! Lalu dia pergi meninggalkan aku begitu saja, tanpa sedikitpun menoleh kearahku. Dia benar2 membenciku. Seketika itu juga kurasakan dunia di sekitarku berputar, kepalaku sakit, pandanganku kabur, dan aku tak bisa melihat dan mengingat apa2 lagi. **** "Prill.. Prill.. Prilly..." Aku tau itu suara Jessica, tapi aku masih belum bisa melihatnya. Aku mengerjapkan mataku, mencoba mencari kesadaran. Saat mataku terbuka sepenuhnya aku melihat raut wajah Khawatir dari Jessica. "Aku kenapa Jess?" aku mendengar suaraku yang sangat lemah. Apa yang terjadi denganku? "Kamu udah sadar? kamu bikin aku takut tau ngga.." "Aku di mana?" "Kita di klinik kampus, untung aja tadi Kak Bani tolongin kamu." Aku langsung terduduk saat mendengar nama itu. "Kak Bani? mana dia?" tanyaku sambil mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan. "Dia udah pergi, dia cuma nitipin kamu ke aku." Dan saat itu juga tangisku pecah. "Dia membenciku... Tapi dia masih menyayangiku... aku mesti gimana Jess?." Tanyaku sambil menangis. Jessica lalu memelukku.

    #2cinta1hati_story

    87 4 14 June, 2016

Advertisements

    Part 99 "Surat lagi?" tanya Jessica padaku. Dan aku pun hanya mengangguk.

Yaa. Setelah pengumuman aku jadi istri seorang Aliando Digo Syarief, beberapa anak kampus berubah. Kukira mereka akan bertindak jahat padaku, tapi nyatanya tidak. Beberapa dari mereka malah memberikanku surat cinta yang di taruh di lokerku. Hahhaha aneh2 saja mereka. Kebanyakan mereka kagum terhadapku. Tentu saja itu sebagian dari anak cowok di kampus ini. Berbeda dengan yang cewek. Mereka selalu berpandangan sinis terhadapku. Meskipun tak ada yang menyakitiku tapi tetap saja jika aku tak nyaman dengan pandangan mereka. "Ayo buka Prill. Siapa tau dari cowok yang lebih ganteng dari Kak Ali." Kata Jessica sambil mengerlingkan matanya. Dasar genit.

Aku tersenyum dan menggeleng2kan kepalaku. "Kamu gila, mana ada cowok yang lebih ganteng dari Kak Ali." "Iyaaa iyaa. Tau deh yang lagi kena penyakit SAL !!" Aku mengernyit. "SAL? Apa itu SAL?" "Syndrome Ali Lovers. Hahahaa..." jawabnya sambil tertawa. "Gila!" umpatku sambil ikut tertawa.

Tapi ketika aku membuka amplop surat itu, tawaku langsung hilang seketika, itu bukan surat cinta. Tapi sebuah surat yang penuh dengan foto2 Kak Ali bersama wanita lain. Wanita yang sama saat di parkiran cafe kemaren, karena bajunyapun sama. Dan ketika aku melihat sebuah foto yang memperlihatkan wajah wanita tersebut, aku baru sadar klo aku mengenalnya. Itu Shiren. Si cewek genit yang dulu pernah bertemu denganku dan Kak Alii saat di bandung. Cewek yang kata Kak Ali adalah sahabatnya.

Bulshiiiitt...!!! Mereka bahkan tak seperti sedang sahabatan. Jadi tadi malam Kak Ali minum bersama si cewek genit itu? yaa meskipun Kak Ali tak sepenuhnya bohong tentang kak Ricky, karena di foto itu aku juga melihat Kak Ricky dengan pacarnya. Jadi mereka tadi malam pesta bersama?

Jessica yang melihat perubahan ekspresiku langsung menyambar surat yang ada di tanganku. Dan ekspresinyapun sekarang sama dengan ekspresiku, ekspresi tak percaya. "Prill... jangan mudah percaya sama yang ginian yaa..Kak Ali belum tentu-----" "Kita ngga tau apa yang dia lakuin diluar sana." Aku memotong kata2 Jessica dengan lirih. "Tapi ini juga belum tentu bener Prill..." #2cinta1hati_story

    Part 99 "Surat lagi?" tanya Jessica padaku. Dan aku pun hanya mengangguk.

    Yaa. Setelah pengumuman aku jadi istri seorang Aliando Digo Syarief, beberapa anak kampus berubah. Kukira mereka akan bertindak jahat padaku, tapi nyatanya tidak. Beberapa dari mereka malah memberikanku surat cinta yang di taruh di lokerku. Hahhaha aneh2 saja mereka. Kebanyakan mereka kagum terhadapku. Tentu saja itu sebagian dari anak cowok di kampus ini. Berbeda dengan yang cewek. Mereka selalu berpandangan sinis terhadapku. Meskipun tak ada yang menyakitiku tapi tetap saja jika aku tak nyaman dengan pandangan mereka. "Ayo buka Prill. Siapa tau dari cowok yang lebih ganteng dari Kak Ali." Kata Jessica sambil mengerlingkan matanya. Dasar genit.

    Aku tersenyum dan menggeleng2kan kepalaku. "Kamu gila, mana ada cowok yang lebih ganteng dari Kak Ali." "Iyaaa iyaa. Tau deh yang lagi kena penyakit SAL !!" Aku mengernyit. "SAL? Apa itu SAL?" "Syndrome Ali Lovers. Hahahaa..." jawabnya sambil tertawa. "Gila!" umpatku sambil ikut tertawa.

    Tapi ketika aku membuka amplop surat itu, tawaku langsung hilang seketika, itu bukan surat cinta. Tapi sebuah surat yang penuh dengan foto2 Kak Ali bersama wanita lain. Wanita yang sama saat di parkiran cafe kemaren, karena bajunyapun sama. Dan ketika aku melihat sebuah foto yang memperlihatkan wajah wanita tersebut, aku baru sadar klo aku mengenalnya. Itu Shiren. Si cewek genit yang dulu pernah bertemu denganku dan Kak Alii saat di bandung. Cewek yang kata Kak Ali adalah sahabatnya.

    Bulshiiiitt...!!! Mereka bahkan tak seperti sedang sahabatan. Jadi tadi malam Kak Ali minum bersama si cewek genit itu? yaa meskipun Kak Ali tak sepenuhnya bohong tentang kak Ricky, karena di foto itu aku juga melihat Kak Ricky dengan pacarnya. Jadi mereka tadi malam pesta bersama?

    Jessica yang melihat perubahan ekspresiku langsung menyambar surat yang ada di tanganku. Dan ekspresinyapun sekarang sama dengan ekspresiku, ekspresi tak percaya. "Prill... jangan mudah percaya sama yang ginian yaa..Kak Ali belum tentu-----" "Kita ngga tau apa yang dia lakuin diluar sana." Aku memotong kata2 Jessica dengan lirih. "Tapi ini juga belum tentu bener Prill..." #2cinta1hati_story

    88 6 14 June, 2016
    Part 98

Pagi ini aku lagi2 muntah. Entah apa yang membuatku muntah seperti ini, Kak Alipun khawatir. Padahal tadi malam aku belum sempat memakan apapun, Kak Ali hanya membuatkanku susu coklat panas setelah kami selesai bercinta. Yah... akhirnya dia berhasil juga menggodaku, meluluhkan hatiku, dan menghancurkan benteng pertahananku dengan cumbuan2nya. Aku bahkan sama sekali tak mengingat kejadian saat Kak Ali menggandeng mesra teman wanitanya itu. "Kita ke dokter yaa ... sepertinya kamu parah." Katanya khawatir.

Aku hanya menggeleng, jika tadi malam keyakinanku hanya 50%, maka saat ini aku yakin 80% jika aku sedang hamil. Entah apa yang membuatku seyakin itu, tapi aku memang merasa jika aku tak sendiri lagi sekarang ini. "Ok, sekarang kamu mau apa? Aku akan cariin buat kamu," katanya kemudian.

Saat ini aku sedang duduk lemas di atas closet, dengan Kak Ali berjongkok di lantai di hadapanku sambil memegang tanganku. Aku merasa sangat di perhatikan jika dia seperti ini. Dan entah kenapa rasanya aku ingin mengerjainya. Biar saja, hitung2 sebagai hukuman karena berani selingkuh di belakangku. "Aku pengen pizza yang ada di sebelah kampus kita." Jawabku asal dan datar. "Apa? Kamu ngarang ya? Ini masih jam 7 pagi, mana ada orang jual pizza, yg lain aja yaa." "Pokoknya aku mau pizza titik." Aku masih tak mau mengalah.

Aku mendengar dia mendesah lama, "Kamu kenapa sih? Kayaknya kamu sengaja ngerjain aku. Apa aku ada salah sama kamu?" tanyanya kemudian. "Aku cuma pengen makan pizza." "Beri aku alasan yang jelas kenapa aku harus nuruti mau kamu." "Yaudah kalo gitu ngga usah." Kataku sambil meninggalkannya menuju kelemari mencari baju ganti. "Prill..." "Hemmbb.." "Kamu mau ke mana? kamu kan sakit." "Yaa ke kampus kak. Emangnya mau kemana lagi.." "Jangan masuk dulu hari ini yaa.. kamu sakit sayang." Larangnya. "Aku akan tetap masuk." Kataku sambil menuju kekamar mandi.

Moodku sangat buruk pagi ini. Dan aku beruntung Kak Ali menghadapiku lebih sabar, kufikir dia sekarang lebih sedikit dewasa. Tapi tetap saja penyakit Playboy nya belum saja hilang. **** #2cinta1hati_story

    Part 98

    Pagi ini aku lagi2 muntah. Entah apa yang membuatku muntah seperti ini, Kak Alipun khawatir. Padahal tadi malam aku belum sempat memakan apapun, Kak Ali hanya membuatkanku susu coklat panas setelah kami selesai bercinta. Yah... akhirnya dia berhasil juga menggodaku, meluluhkan hatiku, dan menghancurkan benteng pertahananku dengan cumbuan2nya. Aku bahkan sama sekali tak mengingat kejadian saat Kak Ali menggandeng mesra teman wanitanya itu. "Kita ke dokter yaa ... sepertinya kamu parah." Katanya khawatir.

    Aku hanya menggeleng, jika tadi malam keyakinanku hanya 50%, maka saat ini aku yakin 80% jika aku sedang hamil. Entah apa yang membuatku seyakin itu, tapi aku memang merasa jika aku tak sendiri lagi sekarang ini. "Ok, sekarang kamu mau apa? Aku akan cariin buat kamu," katanya kemudian.

    Saat ini aku sedang duduk lemas di atas closet, dengan Kak Ali berjongkok di lantai di hadapanku sambil memegang tanganku. Aku merasa sangat di perhatikan jika dia seperti ini. Dan entah kenapa rasanya aku ingin mengerjainya. Biar saja, hitung2 sebagai hukuman karena berani selingkuh di belakangku. "Aku pengen pizza yang ada di sebelah kampus kita." Jawabku asal dan datar. "Apa? Kamu ngarang ya? Ini masih jam 7 pagi, mana ada orang jual pizza, yg lain aja yaa." "Pokoknya aku mau pizza titik." Aku masih tak mau mengalah.

    Aku mendengar dia mendesah lama, "Kamu kenapa sih? Kayaknya kamu sengaja ngerjain aku. Apa aku ada salah sama kamu?" tanyanya kemudian. "Aku cuma pengen makan pizza." "Beri aku alasan yang jelas kenapa aku harus nuruti mau kamu." "Yaudah kalo gitu ngga usah." Kataku sambil meninggalkannya menuju kelemari mencari baju ganti. "Prill..." "Hemmbb.." "Kamu mau ke mana? kamu kan sakit." "Yaa ke kampus kak. Emangnya mau kemana lagi.." "Jangan masuk dulu hari ini yaa.. kamu sakit sayang." Larangnya. "Aku akan tetap masuk." Kataku sambil menuju kekamar mandi.

    Moodku sangat buruk pagi ini. Dan aku beruntung Kak Ali menghadapiku lebih sabar, kufikir dia sekarang lebih sedikit dewasa. Tapi tetap saja penyakit Playboy nya belum saja hilang. **** #2cinta1hati_story

    93 10 14 June, 2016
    Part 97 "Bohong, aku tau kamu marah" Jawabnya kemudian. "Maafin aku, tadi Ricky ada acara, jadi kita minum bareng." Lanjutnya kemudian.

Sebenarnya aku marah bukan karena kamu minum, tapi karena kamu jalan bareng sama wanita itu. Aku marah karena aku terlalu jadi pengecut untuk menanyakan itu semua padamu. "Aku janji ngga akan lakuin itu lagi." Lanjutnya lagi.

Apa kamu mau janji ngga akan jalan bareng wanita lain lagi selain aku? Ngga kan? Mungkin sudah menjadi takdirmu klo kamu selalu di kelilingi wanita2 cantik sekalipun kamu sudah beristri. Harusnya kamu mikirin gimana perasaanku, harusnya kamu tau apa yang aku rasakan karena kamu pernah merasakannya saat aku berduaan dengan Kak Bani.

Lagi-lagi nama itu yang aku sebut. Aku memang sudah gila, aku ingin menumpahkan semua unek2 kekesalanku pada Kak Ali, tapi tidak bisa. Aku hanya bisa marah dalam hati. Aku hanya terdiam tak menanggapi omongan kak Ali tadi. "Prill.." panggilnya lagi. "Iyaa aku maafin." Jawabku ketus. "Kalo dimaafin tidurnya hadap sini dong.." katanya dengan nada menggoda.

Aku tau apa yang dia inginkan, tapi maaf saja, walaupun aku juga menginginkannya tapi untuk malam ini aku ngga akan membiarkan dia menyentuhku. Enak saja.. Tapi omongan hanya sekedar omongan. Setelah aku membalikkan tubuhku menghadapnya tiba2 saja bibirnya bertemu dengan bibirku, menggodaku, seakan tak ingin melepaskanku. Dan aku memaki diriku sendiri karena dengan mudahnya aku masuk kedalam pesonanya dan melupakan semua amarahku padanya!! *** #2cinta1hati_story

    Part 97 "Bohong, aku tau kamu marah" Jawabnya kemudian. "Maafin aku, tadi Ricky ada acara, jadi kita minum bareng." Lanjutnya kemudian.

    Sebenarnya aku marah bukan karena kamu minum, tapi karena kamu jalan bareng sama wanita itu. Aku marah karena aku terlalu jadi pengecut untuk menanyakan itu semua padamu. "Aku janji ngga akan lakuin itu lagi." Lanjutnya lagi.

    Apa kamu mau janji ngga akan jalan bareng wanita lain lagi selain aku? Ngga kan? Mungkin sudah menjadi takdirmu klo kamu selalu di kelilingi wanita2 cantik sekalipun kamu sudah beristri. Harusnya kamu mikirin gimana perasaanku, harusnya kamu tau apa yang aku rasakan karena kamu pernah merasakannya saat aku berduaan dengan Kak Bani.

    Lagi-lagi nama itu yang aku sebut. Aku memang sudah gila, aku ingin menumpahkan semua unek2 kekesalanku pada Kak Ali, tapi tidak bisa. Aku hanya bisa marah dalam hati. Aku hanya terdiam tak menanggapi omongan kak Ali tadi. "Prill.." panggilnya lagi. "Iyaa aku maafin." Jawabku ketus. "Kalo dimaafin tidurnya hadap sini dong.." katanya dengan nada menggoda.

    Aku tau apa yang dia inginkan, tapi maaf saja, walaupun aku juga menginginkannya tapi untuk malam ini aku ngga akan membiarkan dia menyentuhku. Enak saja.. Tapi omongan hanya sekedar omongan. Setelah aku membalikkan tubuhku menghadapnya tiba2 saja bibirnya bertemu dengan bibirku, menggodaku, seakan tak ingin melepaskanku. Dan aku memaki diriku sendiri karena dengan mudahnya aku masuk kedalam pesonanya dan melupakan semua amarahku padanya!! *** #2cinta1hati_story

    92 10 14 June, 2016
    Part 96 "Sayang, kamu kenapa sih?" tanyanya. "Aku ngga apa2. Udah deh Kak Ali pergi aja sana.." lagi-lagi aku mendorongnya. Aku ingin bertanya tentang wanita yg tadi siang bersamanya, tapi... sepertinya ngga usah. Aku malu. Nanti aku disangkanya cemburu dan lain2.. Kak Ali pun pergi dengan lesu. Aku menatap punggungnya sambil menggelengkan kepala. Kenapa dia sekarang begitu menurut padaku?

Walau Kak Ali udah pergi, perutku masih aja mual. Aku kembali muntah. Kakiku lemas, ada apa denganku? Aku tak pernah merasa sesakit ini. Tiba2 aku mengigat sesuatu, sesuatu yang sudah lebih dari satu bulan ini tak mendatangiku, tamu bulanan. Aku tidak kaget, karena siklus haid aku memang tidak pernah teratur semenjak dulu. Tapi, sepertinya klo mengingat emosiku akhir2 ini, dan kecintaanku terhadap pizza yang tiba2, aku harus curiga dengan keadaanku.. Entah sudah berapa lama aku terduduk lemas di kamar mandi, aku merasa Kak Ali mendatangiku. Aroma Alkohol sudah menghilang dari tubuhnya. "Sayang kamu kenapa? Kamu sakit?" tanyanya lembut.

Aku hanya menggeleng. "Jangan pulang kayak gitu lagi, aku ngga suka!!!" Kataku ketus. Kenapa sekarang aku bisa bicara dengan nada ketus padanya? benar2 aneh, aku harus memeriksakan keadaanku besok. "Kita ke dokter yaa. Kamu sepertinya sakit lagi." "Ngga usah. Aku mau tidur." Dan lagi2 suaraku masih terdengar ketus.

Akhirnya aku menuju ranjang dan tidur dengan posisi memunggungi Kak Ali. Aku masih merasa kesal sama dia. "Kamu marah yaa?" tanyanya kemudian.

Helloooo... siapa yang ngga marah saat memergoki suaminya jalan mesra dengan seorang wanita? Rasanya aku ingin meneriakkan kata2 itu, tapi tentu saja aku gengsi. "Ngga" Jawabku cuek secuek dia. Rasain loo. Emangnya enak di cuekin kayak gini.. "Kamu bohong, kamu pasti marah." Lanjutnya lagi. "Udah deh Kak. aku capek, aku mau tidur." "Nggak ada yang boleh tidur sebelum kamu jelasin kenapa kamu marah sama aku." "Aku nggak marah." #2cinta1hati_story

    Part 96 "Sayang, kamu kenapa sih?" tanyanya. "Aku ngga apa2. Udah deh Kak Ali pergi aja sana.." lagi-lagi aku mendorongnya. Aku ingin bertanya tentang wanita yg tadi siang bersamanya, tapi... sepertinya ngga usah. Aku malu. Nanti aku disangkanya cemburu dan lain2.. Kak Ali pun pergi dengan lesu. Aku menatap punggungnya sambil menggelengkan kepala. Kenapa dia sekarang begitu menurut padaku?

    Walau Kak Ali udah pergi, perutku masih aja mual. Aku kembali muntah. Kakiku lemas, ada apa denganku? Aku tak pernah merasa sesakit ini. Tiba2 aku mengigat sesuatu, sesuatu yang sudah lebih dari satu bulan ini tak mendatangiku, tamu bulanan. Aku tidak kaget, karena siklus haid aku memang tidak pernah teratur semenjak dulu. Tapi, sepertinya klo mengingat emosiku akhir2 ini, dan kecintaanku terhadap pizza yang tiba2, aku harus curiga dengan keadaanku.. Entah sudah berapa lama aku terduduk lemas di kamar mandi, aku merasa Kak Ali mendatangiku. Aroma Alkohol sudah menghilang dari tubuhnya. "Sayang kamu kenapa? Kamu sakit?" tanyanya lembut.

    Aku hanya menggeleng. "Jangan pulang kayak gitu lagi, aku ngga suka!!!" Kataku ketus. Kenapa sekarang aku bisa bicara dengan nada ketus padanya? benar2 aneh, aku harus memeriksakan keadaanku besok. "Kita ke dokter yaa. Kamu sepertinya sakit lagi." "Ngga usah. Aku mau tidur." Dan lagi2 suaraku masih terdengar ketus.

    Akhirnya aku menuju ranjang dan tidur dengan posisi memunggungi Kak Ali. Aku masih merasa kesal sama dia. "Kamu marah yaa?" tanyanya kemudian.

    Helloooo... siapa yang ngga marah saat memergoki suaminya jalan mesra dengan seorang wanita? Rasanya aku ingin meneriakkan kata2 itu, tapi tentu saja aku gengsi. "Ngga" Jawabku cuek secuek dia. Rasain loo. Emangnya enak di cuekin kayak gini.. "Kamu bohong, kamu pasti marah." Lanjutnya lagi. "Udah deh Kak. aku capek, aku mau tidur." "Nggak ada yang boleh tidur sebelum kamu jelasin kenapa kamu marah sama aku." "Aku nggak marah." #2cinta1hati_story

    89 15 14 June, 2016
    Part 95

Dan astaga. Aku tau kalo saat ini dia baru pulang dari minum2. Baunya menyeruak sampai keseluruh ruangan membuatku mual hanya karena mencium baunya.

Aku berlari ke arah kamar mandi karena ingin muntah. Aku merasakan dia mengikutiku. "Sayang kamu kenapa?" tanyanya dengan lembut sambil mengusap-usap punggungku. Dia bertanya dengan sangat lembut, berbeda dari biasanya. Ada apa dengan dia?? Aku pernah dengar dari seseorang, klo tiba2 pasanganmu berbuat baik terhadapmu (padahal biasanya tidak) itu hanya karena dua alasan. Pertama, mungkin karena dia merencanakan sesuatu terhadapmu atau yang kedua mungkin karena dia merasa bersalah terhadapmu. Dan pikiranku jatuh kepada alasan yang nomer dua, dia merasa bersalah kepadaku. Dan pikiran itu membuat emosiku ingin meledak-ledak. "Kak Ali pergi deh. Ngapain sih kesini." kataku sambil mendorong tubuhnya. "Aku mau bantuin kamu sayang" jawabnya. "Bantuin apa hah? Aku ngga perlu bantuan!" "Prill.." "Kak Ali sadar ngga sih kalo Kak Ali yang bikin aku mual." "Apa? tapi...." "Kak Ali itu bau alkohol tau ga sih!! Udah deh sana.." usirku. "Ok ... aku keluar, tapi aku akan balik lagi." "Nggak ada balik lagi, tidur di kamar sebelah sana." #2cinta1hati_story

    Part 95

    Dan astaga. Aku tau kalo saat ini dia baru pulang dari minum2. Baunya menyeruak sampai keseluruh ruangan membuatku mual hanya karena mencium baunya.

    Aku berlari ke arah kamar mandi karena ingin muntah. Aku merasakan dia mengikutiku. "Sayang kamu kenapa?" tanyanya dengan lembut sambil mengusap-usap punggungku. Dia bertanya dengan sangat lembut, berbeda dari biasanya. Ada apa dengan dia?? Aku pernah dengar dari seseorang, klo tiba2 pasanganmu berbuat baik terhadapmu (padahal biasanya tidak) itu hanya karena dua alasan. Pertama, mungkin karena dia merencanakan sesuatu terhadapmu atau yang kedua mungkin karena dia merasa bersalah terhadapmu. Dan pikiranku jatuh kepada alasan yang nomer dua, dia merasa bersalah kepadaku. Dan pikiran itu membuat emosiku ingin meledak-ledak. "Kak Ali pergi deh. Ngapain sih kesini." kataku sambil mendorong tubuhnya. "Aku mau bantuin kamu sayang" jawabnya. "Bantuin apa hah? Aku ngga perlu bantuan!" "Prill.." "Kak Ali sadar ngga sih kalo Kak Ali yang bikin aku mual." "Apa? tapi...." "Kak Ali itu bau alkohol tau ga sih!! Udah deh sana.." usirku. "Ok ... aku keluar, tapi aku akan balik lagi." "Nggak ada balik lagi, tidur di kamar sebelah sana." #2cinta1hati_story

    92 15 14 June, 2016
    Part 94

Dia Kak Ali. Suamiku.

Dan saat ini aku melihat dia sedang keluar bersama dengan seorang wanita, menggandengnya dengan mesra. Tuhan kenapa selalu pemandangan seperti ini yang aku terima ?? Tadi pagi aku emang sempat heran saat kak Ali bilang akan menemui kliennya. Klo dia menemui kliennya, kenapa dia hanya mengenakan T-shirt bukan kemeja rapi? Dan sekarang aku baru tau klo klien yang di maksud Kak Ali adalah seorang perempuan seksi.

Apa aku masih kurang untuknya? Kenapa dia melakukan ini padaku? Kenapa dia masih tak bisa berubah? Kenapa dia harus selalu seperti ini? Setelah semua yg aku berikan untuknya, seluruh cinta, jiwa dan ragaku. **** Aku mondar-mandir di dalam kamarku. Sesekali menengok ke arah jendela, Kak Ali belum pulang. Ini sudah jam 11 malam. Fikiranku jadi tak enak. Aku masih memikirkan tentang wanita yang di gandengnya tadi siang. Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana? Aku berusaha mengingat2. Tapi tak ada yang bisa kuingat.

Saat aku menengok lagi kearah jendela, aku melihat sebuah mobil memasuki gerbang. Aku tau itu mobil Kak Ali, haruskah aku menanyakann tentang wanita itu padanya? Aku semakin gelisah saat menunggunya.

Tak lama pintu kamar pun terbuka. Kak Ali masuk dan sedikit terkejut mlihatku yang masih belum tidur. "Kok belum tidur?" sapanya.

#2cinta1hati_story

    Part 94

    Dia Kak Ali. Suamiku.

    Dan saat ini aku melihat dia sedang keluar bersama dengan seorang wanita, menggandengnya dengan mesra. Tuhan kenapa selalu pemandangan seperti ini yang aku terima ?? Tadi pagi aku emang sempat heran saat kak Ali bilang akan menemui kliennya. Klo dia menemui kliennya, kenapa dia hanya mengenakan T-shirt bukan kemeja rapi? Dan sekarang aku baru tau klo klien yang di maksud Kak Ali adalah seorang perempuan seksi.

    Apa aku masih kurang untuknya? Kenapa dia melakukan ini padaku? Kenapa dia masih tak bisa berubah? Kenapa dia harus selalu seperti ini? Setelah semua yg aku berikan untuknya, seluruh cinta, jiwa dan ragaku. **** Aku mondar-mandir di dalam kamarku. Sesekali menengok ke arah jendela, Kak Ali belum pulang. Ini sudah jam 11 malam. Fikiranku jadi tak enak. Aku masih memikirkan tentang wanita yang di gandengnya tadi siang. Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana? Aku berusaha mengingat2. Tapi tak ada yang bisa kuingat.

    Saat aku menengok lagi kearah jendela, aku melihat sebuah mobil memasuki gerbang. Aku tau itu mobil Kak Ali, haruskah aku menanyakann tentang wanita itu padanya? Aku semakin gelisah saat menunggunya.

    Tak lama pintu kamar pun terbuka. Kak Ali masuk dan sedikit terkejut mlihatku yang masih belum tidur. "Kok belum tidur?" sapanya.

    #2cinta1hati_story

    89 24 14 June, 2016
    Part 93 "Eh eh Prill.. Btw, emangnya dia gimana?" tanya Jessica lagi sambil mendekatiku. "Gimana apanya?" Aku tak mengerti arah percakapannya. "Astagaaa.. Maksud aku gimana dia saat di ranjang?" Aku melotot saat mendengar pertanyaan Jessica. Sangat tak menyangka klo dia akan bertanya tentang hal itu. "Jess ... pikiran kamu benar2 mesum deh" Pekikku. "Ehhh kenapa? Wajar kali tanya hal itu sama pengantin baru." Jawabnya santai. "Aku ngga mau jawab." Kataku sambil menutup telinga. "Ehh kok gtu sih? Kenapa kamu merah gitu?" katanya saat menyadari wajahku yang sudah merah seperti kepiting rebus "Apa dia Hot???" "Jessicaaaaaaaa...!!!!" Teriakku. *** Setelah puas belanja akhirnya aku harus kembali tekor karena harus menteraktir Jessica di Cafe langganannya. Sebuah Cafe yang lebih mirip dengan restoran mewah. Jessica tak tanggung2 saat meminta jatah. Tak apalah, demi sahabatku.

Saat aku menuju parkiran, aku melihat seorang dengan badan tinggi dan gagah sedang menuju kearah mobilnya. Badan yang sangat aku kenali mengingat baru tadi pagi aku memujinya, mobilnyapun sama, mobil yang sangat aku kenali karena baru tadi pagi aku menaikinya.

#2cinta1hati_story

    Part 93 "Eh eh Prill.. Btw, emangnya dia gimana?" tanya Jessica lagi sambil mendekatiku. "Gimana apanya?" Aku tak mengerti arah percakapannya. "Astagaaa.. Maksud aku gimana dia saat di ranjang?" Aku melotot saat mendengar pertanyaan Jessica. Sangat tak menyangka klo dia akan bertanya tentang hal itu. "Jess ... pikiran kamu benar2 mesum deh" Pekikku. "Ehhh kenapa? Wajar kali tanya hal itu sama pengantin baru." Jawabnya santai. "Aku ngga mau jawab." Kataku sambil menutup telinga. "Ehh kok gtu sih? Kenapa kamu merah gitu?" katanya saat menyadari wajahku yang sudah merah seperti kepiting rebus "Apa dia Hot???" "Jessicaaaaaaaa...!!!!" Teriakku. *** Setelah puas belanja akhirnya aku harus kembali tekor karena harus menteraktir Jessica di Cafe langganannya. Sebuah Cafe yang lebih mirip dengan restoran mewah. Jessica tak tanggung2 saat meminta jatah. Tak apalah, demi sahabatku.

    Saat aku menuju parkiran, aku melihat seorang dengan badan tinggi dan gagah sedang menuju kearah mobilnya. Badan yang sangat aku kenali mengingat baru tadi pagi aku memujinya, mobilnyapun sama, mobil yang sangat aku kenali karena baru tadi pagi aku menaikinya.

    #2cinta1hati_story

    93 20 14 June, 2016
    Part 92 "Ceritanya panjang Jess. Kamu ngga bakalan ngerti." Jawabku cuek, apa aku sudah tertular penyakit cuek Kak Ali? "Ok.. Fine... Tapi kak Bani kemana ya? Aku dengar dia ngga datang di hari wisuda nya kemaren." Aku terdiam menanggapi pertanyaan Jessica karena sesungguhnya aku juga tak tau dimana keberadaan Kak Bani saat ini. "Aku dengar dia pindah keluar negeri."Lanjutnya lagi dan kali ini perkataannya benar2 membuatku terkejut. "Ahhh yang bener Jess? Emangn

ya dia kemana?" tanyaku penasaan. "Iya.. Menurut gosip yang beredar klo dia mengurus perusahaan keluarganya yang di Inggris. Eh.. Tapi tunggu dulu, kenapa kamu sampe ngga tau sih?" tanya Jessica lagi. "Jangan bilang kalo dia pergi gara2 kamu sama Kak Ali?" Ternyata ngga enak yaa punya teman yang terlalu pintar. Secepat itu Jessica mencerna permasalahan yang sedang aku alami. "Udah dehh Jess ga usah dibahas. Mendingan sekarang temenin aku ke Mall yuk!" Aku mencoba mengalihkan perhatiannya.

Jessica menatapku dengan tatapan aneh. "Ok, asal aku dapet jatah." Jawabnya kemudian. Hahaha Jessica emang paling bisa di sogok. "Ok ..." kataku kemudian. *** Akhirnya kami sampai di Mall. Aku ingin belanja baju, entah kenapa rasanya pengen aja beli baju berenda-renda. "Prill.. Kayaknya ini bukan style kamu deh.." komentar Jessica. "Tapi aku suka. Aku ambil ini mba.." kataku kepada penjaga toko tersebut. "Apa kamu ngga berlebihan? Apa Kak Ali ngga marah kalo kamu belanja kayak gini?" tanya Jessica kemudian. Yaa emang sih kayaknya hari ini aku agak berlebihan. Belanja sebanyak ini, tapi entah kenapa aku pengen aja. Lagian Kak Ali mungkin marah kalo cuma karena aku belanja. "Engga dia ngga akan marah." Jawabku cuek.

#2cinta1hati_story

    Part 92 "Ceritanya panjang Jess. Kamu ngga bakalan ngerti." Jawabku cuek, apa aku sudah tertular penyakit cuek Kak Ali? "Ok.. Fine... Tapi kak Bani kemana ya? Aku dengar dia ngga datang di hari wisuda nya kemaren." Aku terdiam menanggapi pertanyaan Jessica karena sesungguhnya aku juga tak tau dimana keberadaan Kak Bani saat ini. "Aku dengar dia pindah keluar negeri."Lanjutnya lagi dan kali ini perkataannya benar2 membuatku terkejut. "Ahhh yang bener Jess? Emangn

    ya dia kemana?" tanyaku penasaan. "Iya.. Menurut gosip yang beredar klo dia mengurus perusahaan keluarganya yang di Inggris. Eh.. Tapi tunggu dulu, kenapa kamu sampe ngga tau sih?" tanya Jessica lagi. "Jangan bilang kalo dia pergi gara2 kamu sama Kak Ali?" Ternyata ngga enak yaa punya teman yang terlalu pintar. Secepat itu Jessica mencerna permasalahan yang sedang aku alami. "Udah dehh Jess ga usah dibahas. Mendingan sekarang temenin aku ke Mall yuk!" Aku mencoba mengalihkan perhatiannya.

    Jessica menatapku dengan tatapan aneh. "Ok, asal aku dapet jatah." Jawabnya kemudian. Hahaha Jessica emang paling bisa di sogok. "Ok ..." kataku kemudian. *** Akhirnya kami sampai di Mall. Aku ingin belanja baju, entah kenapa rasanya pengen aja beli baju berenda-renda. "Prill.. Kayaknya ini bukan style kamu deh.." komentar Jessica. "Tapi aku suka. Aku ambil ini mba.." kataku kepada penjaga toko tersebut. "Apa kamu ngga berlebihan? Apa Kak Ali ngga marah kalo kamu belanja kayak gini?" tanya Jessica kemudian. Yaa emang sih kayaknya hari ini aku agak berlebihan. Belanja sebanyak ini, tapi entah kenapa aku pengen aja. Lagian Kak Ali mungkin marah kalo cuma karena aku belanja. "Engga dia ngga akan marah." Jawabku cuek.

    #2cinta1hati_story

    98 11 14 June, 2016
    Part 91

Sedangkan Kak Ali tak mau ambil pusing dengan tatapan2 aneh mereka. Dia masih saja mencengkeram erat tanganku seakan akan menunjukkan pada semua orang klo aku ini miliknya. Ohh God.. membayangkan hal itu aku jadi senyum2 sendiri, aku sangat suka jika dia mengklaim aku sebagai miliknya. "Kenapa kamu senyum2 gt.?" tanyanya membuyarkan lamunanku. "Ih siapa jg yg senyum2.." jawabku masih dengan tersenyum. "Aku tau apa yang kamu pikirin di dalam otak kamu.." "Apa emangnya?" tantangku kemudian. "Pastinya kamu lg mikirin hal-hal panas yang akan kita lakukan nanti malam." Jawabnya datar. "Apa? Hal-hal panas? Hal panas apa sih? Aku ga ngerti." Aku masih belum mencerna apa yang dikatakan Kak Ali.. "Untuk saat ini, buang fikiran mesum kamu itu. Karena itu buat kamu kayak orang bego tau ga." Katanya kemudian, dan setelah dia mengucapkan kata2 itu aku tau jika dia sedang mengejekku karena kelakuanku pagi itu yang menggodanya. **** "Jadi kamu bener2 nikah sama Kak Ali, Prill?" tanya Jessica padaku saat kami berada di kantin. Dan ya ampun..mungkin ini sudah kesepuluh kalinya dia menyanyakan pertanyaan yang sama. "Iya Jess. Kamu mau sampe kapan sih nanyain itu melulu sama aku, lagin apa cincin ini masih kurang sebagai bukti?" jawabku dengan nada jengkel. "Iyaa iyaa aku tau. Tapi gimana bisa? Bukannya kamu pacaran sama Kak Bani?" Nama itu lagi yang disebutkan, entah kenapa setiap kali aku ingat atau ada yang menyebut nama itu, rasanya ada yang mengganjal di hatiku, tentu saja karena aku belum sempat minta maaf sama Kak Bani.

#2cinta1hati_story

    Part 91

    Sedangkan Kak Ali tak mau ambil pusing dengan tatapan2 aneh mereka. Dia masih saja mencengkeram erat tanganku seakan akan menunjukkan pada semua orang klo aku ini miliknya. Ohh God.. membayangkan hal itu aku jadi senyum2 sendiri, aku sangat suka jika dia mengklaim aku sebagai miliknya. "Kenapa kamu senyum2 gt.?" tanyanya membuyarkan lamunanku. "Ih siapa jg yg senyum2.." jawabku masih dengan tersenyum. "Aku tau apa yang kamu pikirin di dalam otak kamu.." "Apa emangnya?" tantangku kemudian. "Pastinya kamu lg mikirin hal-hal panas yang akan kita lakukan nanti malam." Jawabnya datar. "Apa? Hal-hal panas? Hal panas apa sih? Aku ga ngerti." Aku masih belum mencerna apa yang dikatakan Kak Ali.. "Untuk saat ini, buang fikiran mesum kamu itu. Karena itu buat kamu kayak orang bego tau ga." Katanya kemudian, dan setelah dia mengucapkan kata2 itu aku tau jika dia sedang mengejekku karena kelakuanku pagi itu yang menggodanya. **** "Jadi kamu bener2 nikah sama Kak Ali, Prill?" tanya Jessica padaku saat kami berada di kantin. Dan ya ampun..mungkin ini sudah kesepuluh kalinya dia menyanyakan pertanyaan yang sama. "Iya Jess. Kamu mau sampe kapan sih nanyain itu melulu sama aku, lagin apa cincin ini masih kurang sebagai bukti?" jawabku dengan nada jengkel. "Iyaa iyaa aku tau. Tapi gimana bisa? Bukannya kamu pacaran sama Kak Bani?" Nama itu lagi yang disebutkan, entah kenapa setiap kali aku ingat atau ada yang menyebut nama itu, rasanya ada yang mengganjal di hatiku, tentu saja karena aku belum sempat minta maaf sama Kak Bani.

    #2cinta1hati_story

    100 18 14 June, 2016
    Part 90 "Kamu ngga usah takut, aku akan selalu melindungi kamu." Kata Kak Ali. Aku menatapnya, tak menyangka jika dia bisa mengucapkan kata2 yang membuat hatiku tenang. Apa pagi ini dia kehabisan obat? Aku merasa dia menjadi pelindungku, sama seperti Kak Bani. Ahh... Nama itu lagi. "Akhirnya sampe juga.." katanya kemudian.

Kak Ali memarkirkan mobilnya, dia merapikan penampilannnya dulu sebelum turun dari mobil. Pagi ini dia benar2 cool. Aku tak akan pernah bosan memuji kesempurnaaan suamiku ini. Aku akui aku benar2 beruntung memiliki suami seperti dia, yaa walaupun kadang dia menjengkelkan karena suka seenaknya sendiri dan menjadi dua kali lipat lebih menjengkelkan ketika penyakit cueknya kambuh.

Kak Alipun keluar dari mobil, lalu dia berlari memutari mobilnya, dan tanpa kusangka dia membukakan pintu mobil untukku. Kenapa pagi ini dia begitu Sweett yaa? Akupun keluar dari mobil, setelah menutup pintu mobilnya dia lalu menggenggam erat tanganku, "Aku antar kekelas kamu dulu yaa.." katanya kemudian, aku terpesona dengan kelembutannya kali ini, dan aku hanya bisa mengangguk.

Dia masih saja mencengkeram erat tanganku menuju kelasku. Dan hampir semua orang yang berpaprasan dengan kami memandang kami dengan tatapan terkejut tak percaya. Segitu tak pantaskah aku dengan Kak Ali hingga mereka tak bisa mempercayai kenyataan bahwa aku adalah istri sah Kak Ali?? #2cinta1hati_story

    Part 90 "Kamu ngga usah takut, aku akan selalu melindungi kamu." Kata Kak Ali. Aku menatapnya, tak menyangka jika dia bisa mengucapkan kata2 yang membuat hatiku tenang. Apa pagi ini dia kehabisan obat? Aku merasa dia menjadi pelindungku, sama seperti Kak Bani. Ahh... Nama itu lagi. "Akhirnya sampe juga.." katanya kemudian.

    Kak Ali memarkirkan mobilnya, dia merapikan penampilannnya dulu sebelum turun dari mobil. Pagi ini dia benar2 cool. Aku tak akan pernah bosan memuji kesempurnaaan suamiku ini. Aku akui aku benar2 beruntung memiliki suami seperti dia, yaa walaupun kadang dia menjengkelkan karena suka seenaknya sendiri dan menjadi dua kali lipat lebih menjengkelkan ketika penyakit cueknya kambuh.

    Kak Alipun keluar dari mobil, lalu dia berlari memutari mobilnya, dan tanpa kusangka dia membukakan pintu mobil untukku. Kenapa pagi ini dia begitu Sweett yaa? Akupun keluar dari mobil, setelah menutup pintu mobilnya dia lalu menggenggam erat tanganku, "Aku antar kekelas kamu dulu yaa.." katanya kemudian, aku terpesona dengan kelembutannya kali ini, dan aku hanya bisa mengangguk.

    Dia masih saja mencengkeram erat tanganku menuju kelasku. Dan hampir semua orang yang berpaprasan dengan kami memandang kami dengan tatapan terkejut tak percaya. Segitu tak pantaskah aku dengan Kak Ali hingga mereka tak bisa mempercayai kenyataan bahwa aku adalah istri sah Kak Ali?? #2cinta1hati_story

    99 25 13 June, 2016
    Part 89 "Emmm.. Emangnya Kak Bani kemana kak?" Aku bertanya kepada Kak Ali. Pertanyaanku ini benar2 membuatnya tegang. "Ngapain kamu nanyain dia lagi?" Suaranya berubah mendingin. "Aku khawatir kak! Dia kayak gitu karena kita." "Dia akan baik2 aja." Jawabnya cuek. "Kok Kak Ali bisa yakin sih kalo Kak Bani akan baik2 aja?" Tanyaku penasaran. "Karena dia pernah mengalami kayak gini sebelumnya." Jadi Kak Bani pernah patah hati sebelumnya? Dan sekarang aku membuatnya patah hati untuk yang kedua kalinya? Mungkin aku tak pantas untuk mendapatkan maafnya. "Dia cinta sama saudara sepersusuannya sendiri. Kamu tau kan itu sama sekali ga boleh?" lanjut Kak Ali. "Apa?" teriakku tak percaya. "Nggak usah teriak2 lebay gitu deh" "Trus gimana kisah mereka?" tanyaku penasaran. "Gimana apanya? Kalo ngga boleh yaa ngga boleh." Akupun terdiam sejenak, membayangkan kisah Kak Bani. Aku benar2 kasihan sama dia. Dia laki2 yang baik. "Kenapa diem aja? Kamu nyesel putus sama dia?" tanya Kak Ali dengan sinis. "Aku ngga putus kok sama Kak Bani." Jawabku asal. "Apa kamu bilang? Apa maksud kamu klo kamu ngga putus sama si Bani?" teriak Kak Ali. Aku tertawa melihat reaksinya yang berlebihan. Akhirnya aku melanjutkan makan siangku dengan tatapan tajam dari Kak Ali. *** Pagi ini jantungku benar2 berdetak lebih cepat, perasaanku gelisah. Aku gugup dan takut. Apa yang akan dilakukan anak2 di kampus nanti padaku yaa? Aku tak bisa membayangkannya. "Kamu kenapa?" tanya Kak Ali yang saat ini sedang menjalankan mobilnya. Dan ini pertama kalinya kami ke kampus bersama dan juga menunjukkan hubungan kami terhadap semua orang di kampus. "Ngaa apa2.." jawabku kemudian. Sebenarnya aku tak mau dia mengantarku ke kampus, tapi dia bilang klo dia ada urusan dengan rektor makanya sekalian mengantarku.

#2cinta1hati_story

    Part 89 "Emmm.. Emangnya Kak Bani kemana kak?" Aku bertanya kepada Kak Ali. Pertanyaanku ini benar2 membuatnya tegang. "Ngapain kamu nanyain dia lagi?" Suaranya berubah mendingin. "Aku khawatir kak! Dia kayak gitu karena kita." "Dia akan baik2 aja." Jawabnya cuek. "Kok Kak Ali bisa yakin sih kalo Kak Bani akan baik2 aja?" Tanyaku penasaran. "Karena dia pernah mengalami kayak gini sebelumnya." Jadi Kak Bani pernah patah hati sebelumnya? Dan sekarang aku membuatnya patah hati untuk yang kedua kalinya? Mungkin aku tak pantas untuk mendapatkan maafnya. "Dia cinta sama saudara sepersusuannya sendiri. Kamu tau kan itu sama sekali ga boleh?" lanjut Kak Ali. "Apa?" teriakku tak percaya. "Nggak usah teriak2 lebay gitu deh" "Trus gimana kisah mereka?" tanyaku penasaran. "Gimana apanya? Kalo ngga boleh yaa ngga boleh." Akupun terdiam sejenak, membayangkan kisah Kak Bani. Aku benar2 kasihan sama dia. Dia laki2 yang baik. "Kenapa diem aja? Kamu nyesel putus sama dia?" tanya Kak Ali dengan sinis. "Aku ngga putus kok sama Kak Bani." Jawabku asal. "Apa kamu bilang? Apa maksud kamu klo kamu ngga putus sama si Bani?" teriak Kak Ali. Aku tertawa melihat reaksinya yang berlebihan. Akhirnya aku melanjutkan makan siangku dengan tatapan tajam dari Kak Ali. *** Pagi ini jantungku benar2 berdetak lebih cepat, perasaanku gelisah. Aku gugup dan takut. Apa yang akan dilakukan anak2 di kampus nanti padaku yaa? Aku tak bisa membayangkannya. "Kamu kenapa?" tanya Kak Ali yang saat ini sedang menjalankan mobilnya. Dan ini pertama kalinya kami ke kampus bersama dan juga menunjukkan hubungan kami terhadap semua orang di kampus. "Ngaa apa2.." jawabku kemudian. Sebenarnya aku tak mau dia mengantarku ke kampus, tapi dia bilang klo dia ada urusan dengan rektor makanya sekalian mengantarku.

    #2cinta1hati_story

    89 9 13 June, 2016
    Part 88 "Kak pulang yuk.." Rengekku sambil sedikit menarik kengannya. "Bentar yaa sayang, ngga enak sama yang lain, lagian ini terakhir kalinya aku ketemu sama mereka." Ahhh lebay bgt sih, nanti juga bisa ketemu lagi, omelku dalam hati.

Dan akupun hanya menghentakkan kakiku dan memajukan bibirku, apalagi jika bukan Ngambek. "Kamu kenapa?" hufftt ... pake nanya lagi, ga peka banget sih!!! "Tau ahh ..." jawabku jengkel. "Jangan gitu dong sayang.." "Aku lapar kak. Aku mau makan.." kataku jutek. "Itu kan banyak makanan, kamu bisa makan sayang.." "Ngga mau!!! Aku pengen makan pizza." Jawabku asal. "Apa?? Kamu jangan ngaco deh, mana ada orang jual pizza pagi2 gini." Katanya kemudian. "Ini udah siang tau!!" "Pliss donk sayang, jangan jadi menjengkelkan kayak gini." Katanya kemudian. "Pokoknya aku pengen pulang titik. Kalo Kak Ali ngga mau pulang, aku pulang sendiri aja." Lagi-lagi aku menjawab dengan asal. "Ya udah kita pulang, tapi aku pamitan dulu ama yang lainnya." Katanya kemudian. Aku pun tersenyum, lagi2 dia mengalah untukku. *** #2cinta1hati_story

    Part 88 "Kak pulang yuk.." Rengekku sambil sedikit menarik kengannya. "Bentar yaa sayang, ngga enak sama yang lain, lagian ini terakhir kalinya aku ketemu sama mereka." Ahhh lebay bgt sih, nanti juga bisa ketemu lagi, omelku dalam hati.

    Dan akupun hanya menghentakkan kakiku dan memajukan bibirku, apalagi jika bukan Ngambek. "Kamu kenapa?" hufftt ... pake nanya lagi, ga peka banget sih!!! "Tau ahh ..." jawabku jengkel. "Jangan gitu dong sayang.." "Aku lapar kak. Aku mau makan.." kataku jutek. "Itu kan banyak makanan, kamu bisa makan sayang.." "Ngga mau!!! Aku pengen makan pizza." Jawabku asal. "Apa?? Kamu jangan ngaco deh, mana ada orang jual pizza pagi2 gini." Katanya kemudian. "Ini udah siang tau!!" "Pliss donk sayang, jangan jadi menjengkelkan kayak gini." Katanya kemudian. "Pokoknya aku pengen pulang titik. Kalo Kak Ali ngga mau pulang, aku pulang sendiri aja." Lagi-lagi aku menjawab dengan asal. "Ya udah kita pulang, tapi aku pamitan dulu ama yang lainnya." Katanya kemudian. Aku pun tersenyum, lagi2 dia mengalah untukku. *** #2cinta1hati_story

    94 6 13 June, 2016
    Part 87

Aku emang udah putus sama Felicya. Tapi dia masih tetap menempel denganku. Aku jg udah memberi taunya klo aku sudah menikah, tapi dia sama sekali tak percaya. Sebenarnya aku khawatir jika dia berbuat sesuatu yang nekat sama Prilly, makanya aku tak memberi tau siapapun tentang statusku dgn Prilly.

Tapi Prilly salah paham semuanya, dia mengira jika aku tak mau memberi tau anak2 kampus karena aku tak mau putus dengan pacar2ku. Apa dia sudah gila? Untuk apa punya pacar lagi jika sudah mempunyai istri seperti dia? Mereka tak ada apa2nya dibandingkan Prilly. Aku bahkan rela menyakiti hati Bani sahabatku sendiri hanya untuk bersama sama Prilly. Apa Prilly masih tak bisa melihat betapa besarnya perasaan aku untuknya?

Akhirnya disinilah aku, diatas panggung dan mengumumkan hubunganku dengan Prilly pada seluruh orang yang hadir di acara ini. Mungkin dengan seperti ini Prilly akan mengerti jika aku tak hanya main2 dengannya. Aku benar2 mencintai dan menyayanginya. *** Prilly P.O.V

Aku masih syok, aku masih kaget dengan apa yang dia lakukan tadi. Apa sebenarnya yang ada dalam fikirannya saat ini. Bukannya tadi malam dia baru aja bilang klo teman2nya ngga harus tau tentang hubungn kami? Tapi kali ini Dia sendiri yang menyatakan di depan umum klo aku istrinya lengkap dengan panggilan sayangnya.... "Ehh selamet yaa, bro!! Gue ngga nyangka.." Satu lagi teman Kak Ali ngasih selamet untuk kami, entah sudah berapa orang yang menyalamiku tadi, mereka semua teman2 Kak Ali.

Jujur aja, lama2 aku bisa mati bosan disini, acara wisuda sudah selesai tapi kak Ali masih aja belum mau pulang. Dia masih asyik ngobrol dengan teman2nya. Mami dan Papi udah pulang duluan. Bukannya apa2, aku hanya tak begitu mengenal mereka. Lagian aku juga mulai was-was dengan tatapan beberapa wanita disini terhadapku.

#2cinta1hati_story

    Part 87

    Aku emang udah putus sama Felicya. Tapi dia masih tetap menempel denganku. Aku jg udah memberi taunya klo aku sudah menikah, tapi dia sama sekali tak percaya. Sebenarnya aku khawatir jika dia berbuat sesuatu yang nekat sama Prilly, makanya aku tak memberi tau siapapun tentang statusku dgn Prilly.

    Tapi Prilly salah paham semuanya, dia mengira jika aku tak mau memberi tau anak2 kampus karena aku tak mau putus dengan pacar2ku. Apa dia sudah gila? Untuk apa punya pacar lagi jika sudah mempunyai istri seperti dia? Mereka tak ada apa2nya dibandingkan Prilly. Aku bahkan rela menyakiti hati Bani sahabatku sendiri hanya untuk bersama sama Prilly. Apa Prilly masih tak bisa melihat betapa besarnya perasaan aku untuknya?

    Akhirnya disinilah aku, diatas panggung dan mengumumkan hubunganku dengan Prilly pada seluruh orang yang hadir di acara ini. Mungkin dengan seperti ini Prilly akan mengerti jika aku tak hanya main2 dengannya. Aku benar2 mencintai dan menyayanginya. *** Prilly P.O.V

    Aku masih syok, aku masih kaget dengan apa yang dia lakukan tadi. Apa sebenarnya yang ada dalam fikirannya saat ini. Bukannya tadi malam dia baru aja bilang klo teman2nya ngga harus tau tentang hubungn kami? Tapi kali ini Dia sendiri yang menyatakan di depan umum klo aku istrinya lengkap dengan panggilan sayangnya.... "Ehh selamet yaa, bro!! Gue ngga nyangka.." Satu lagi teman Kak Ali ngasih selamet untuk kami, entah sudah berapa orang yang menyalamiku tadi, mereka semua teman2 Kak Ali.

    Jujur aja, lama2 aku bisa mati bosan disini, acara wisuda sudah selesai tapi kak Ali masih aja belum mau pulang. Dia masih asyik ngobrol dengan teman2nya. Mami dan Papi udah pulang duluan. Bukannya apa2, aku hanya tak begitu mengenal mereka. Lagian aku juga mulai was-was dengan tatapan beberapa wanita disini terhadapku.

    #2cinta1hati_story

    93 12 13 June, 2016
    Part 86

Akhirnya aku mencari Bani. Aku ingin mengalah, memberikan istri yang aku cintai kepada sahabatku sendiri.

Tapi aku terlambat. Bani sudah pergi. Aku yakin, diapun sama sakitnya seperti yang aku rasakan dan yang dirasakan Prilly. Dan semua itu karena ulah bodohku. Karena aku yang tak bisa menahan diriku karena perasaan cemburu.

Akhirnya Prilly ingin pulang. Dia ingin meninggalkanku sendiri. Mungkin dia terlalu membenciku. Aku ingin meminta maaf, tapi bagaimana bisa meminta maaf jika setiap kali berhadapan denganku dia selalu meledak-ledak. Akhirnya dengan berat hati aku menuruti keinginannya.

Setiap hari aku kerumah Bunda hanya untuk mengetahui keadaannya yang menurutku semakin hari semakin memburuk.

Dia sakit.

Dan aku semakin sakit saat melihatnya sakit. Aku ingin menyerah, aku ingin mengalah, tapi Bunda bilang jika Prilly seperti ini karena dia mencintaiku. Dia membenciku karena dia juga mencintaiku. Dia marah kepadaku karena dia kecewa.. Perkataan Bunda membuatku semangat kembali, membuatku ingin memperjuangkan Prilly kembali. Aku menginginkannya kembali seperti dulu. Malam itu aku memberanikan diri memasuki kamarnya. Dia terlihat pucat. Tiba-tiba saja dia berlari memelukku.

Dia minta maaf... Seharusnya aku yang minta maaf sayang. Aku adalah laki2 dewasa yang bodoh dan br*ngsek karena baru pertama kali merasakan perasaan cemburu. Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku sudah membuatnya kecewa dengan tingkahku yang seperti anak kecil. Maafkan aku.... Malam itu juga dia ikut pulang kerumah. Tapi aku membuatnya marah lagi dengan melarangnya ikut keacara wisudaku. Sebenarnya aku tak melarang, hanya saja aku tak mau hubungan kami di ketahui mereka. Aku takut jika ada beberapa anak di kampus membully Prilly karena hubungannya denganku.

Terlebih lagi jika mereka itu adalah gengnya Felicya, mantan pacarku.

#2cinta1hati_story

    Part 86

    Akhirnya aku mencari Bani. Aku ingin mengalah, memberikan istri yang aku cintai kepada sahabatku sendiri.

    Tapi aku terlambat. Bani sudah pergi. Aku yakin, diapun sama sakitnya seperti yang aku rasakan dan yang dirasakan Prilly. Dan semua itu karena ulah bodohku. Karena aku yang tak bisa menahan diriku karena perasaan cemburu.

    Akhirnya Prilly ingin pulang. Dia ingin meninggalkanku sendiri. Mungkin dia terlalu membenciku. Aku ingin meminta maaf, tapi bagaimana bisa meminta maaf jika setiap kali berhadapan denganku dia selalu meledak-ledak. Akhirnya dengan berat hati aku menuruti keinginannya.

    Setiap hari aku kerumah Bunda hanya untuk mengetahui keadaannya yang menurutku semakin hari semakin memburuk.

    Dia sakit.

    Dan aku semakin sakit saat melihatnya sakit. Aku ingin menyerah, aku ingin mengalah, tapi Bunda bilang jika Prilly seperti ini karena dia mencintaiku. Dia membenciku karena dia juga mencintaiku. Dia marah kepadaku karena dia kecewa.. Perkataan Bunda membuatku semangat kembali, membuatku ingin memperjuangkan Prilly kembali. Aku menginginkannya kembali seperti dulu. Malam itu aku memberanikan diri memasuki kamarnya. Dia terlihat pucat. Tiba-tiba saja dia berlari memelukku.

    Dia minta maaf... Seharusnya aku yang minta maaf sayang. Aku adalah laki2 dewasa yang bodoh dan br*ngsek karena baru pertama kali merasakan perasaan cemburu. Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku sudah membuatnya kecewa dengan tingkahku yang seperti anak kecil. Maafkan aku.... Malam itu juga dia ikut pulang kerumah. Tapi aku membuatnya marah lagi dengan melarangnya ikut keacara wisudaku. Sebenarnya aku tak melarang, hanya saja aku tak mau hubungan kami di ketahui mereka. Aku takut jika ada beberapa anak di kampus membully Prilly karena hubungannya denganku.

    Terlebih lagi jika mereka itu adalah gengnya Felicya, mantan pacarku.

    #2cinta1hati_story

    98 10 13 June, 2016
    Part 85

Aku merasa Bani memperlakukan Prilly sama ketika dia memperlakukan wanitanya waktu itu. Sejak saat itu aku tau jika Bani benar2 cinta sama Prilly.

Apa aku harus diam saja? Tentu saja tidak. Beberapa kali aku berusaha memberi tau Bani tentang hubunganku dengan Prilly, tapi Prilly selalu melarang. Aku tau jika dia belum siap, karena aku tau dia juga menyimpan perasaan yang sama untuk Bani sehingga dia tak tega melihat Bani yang marah dan kecewa nantinya. Apa dia menyimpan perasaan yang sama untukku? Entahlah. Aku tak peduli.

Aku tak peduli entah itu Prilly cinta aku atau tidak, faktanya Prilly sekarang sudah menjadi milikku. Jika dia tidak mencintaiku, aku bersumpah akan membuatnya mencintaiku seutuhnya dan hanya aku. Kalian pikir aku egois? Yahh ... aku memang egois. Jika kalian berada di posisiku aku yakin kalian juga tak akan menyerahkan istri atau suami kalian untuk pria atau wanita lain. Aku bukan manusia sempurna seperti tokoh utama di sinetron2 atau novel2 yang rela mengalah untuk orang yg dicintainya. Itu benar2 bukan diriku.

Aku yang sebenarnya adalah aku yang akan berjuang untuk mendapatkan apa yang aku mau, meskipun itu akan menyakiti banyak orang. Aku tak peduli. Seperti saat ini. Aku berdiri disini melihat wanita yang aku cintai menangisi laki2 lain karena ulah sialanku. Aku tak bisa menenangkannya, jangankan menenangkannya, melihat wajahkupun dia tak ingin.

Dia membenciku.... Aku memberanikan diriku untuk bertanya apakah dia mencintai Bani? Dan jawabanya bisa ku tebak. Dia mencintainya. Meski jawabannya sudah aku duga tp mendengarnya sendiri keluar dari mulut manisnya membuatku sangat sakit. Sakit yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku sudah kalah. Aku bahkan sudah mati ditangan istriku sendiri.

Tak banyak yang bisa aku lakukan selanjutnya. Dia mendiamiku selama 3 minggu. Akupun tak ingin mengganggunya, melihatnya seperti itu benar-benar membuatku marah, marah dan sakit.

#2cinta1hati_story

    Part 85

    Aku merasa Bani memperlakukan Prilly sama ketika dia memperlakukan wanitanya waktu itu. Sejak saat itu aku tau jika Bani benar2 cinta sama Prilly.

    Apa aku harus diam saja? Tentu saja tidak. Beberapa kali aku berusaha memberi tau Bani tentang hubunganku dengan Prilly, tapi Prilly selalu melarang. Aku tau jika dia belum siap, karena aku tau dia juga menyimpan perasaan yang sama untuk Bani sehingga dia tak tega melihat Bani yang marah dan kecewa nantinya. Apa dia menyimpan perasaan yang sama untukku? Entahlah. Aku tak peduli.

    Aku tak peduli entah itu Prilly cinta aku atau tidak, faktanya Prilly sekarang sudah menjadi milikku. Jika dia tidak mencintaiku, aku bersumpah akan membuatnya mencintaiku seutuhnya dan hanya aku. Kalian pikir aku egois? Yahh ... aku memang egois. Jika kalian berada di posisiku aku yakin kalian juga tak akan menyerahkan istri atau suami kalian untuk pria atau wanita lain. Aku bukan manusia sempurna seperti tokoh utama di sinetron2 atau novel2 yang rela mengalah untuk orang yg dicintainya. Itu benar2 bukan diriku.

    Aku yang sebenarnya adalah aku yang akan berjuang untuk mendapatkan apa yang aku mau, meskipun itu akan menyakiti banyak orang. Aku tak peduli. Seperti saat ini. Aku berdiri disini melihat wanita yang aku cintai menangisi laki2 lain karena ulah sialanku. Aku tak bisa menenangkannya, jangankan menenangkannya, melihat wajahkupun dia tak ingin.

    Dia membenciku.... Aku memberanikan diriku untuk bertanya apakah dia mencintai Bani? Dan jawabanya bisa ku tebak. Dia mencintainya. Meski jawabannya sudah aku duga tp mendengarnya sendiri keluar dari mulut manisnya membuatku sangat sakit. Sakit yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku sudah kalah. Aku bahkan sudah mati ditangan istriku sendiri.

    Tak banyak yang bisa aku lakukan selanjutnya. Dia mendiamiku selama 3 minggu. Akupun tak ingin mengganggunya, melihatnya seperti itu benar-benar membuatku marah, marah dan sakit.

    #2cinta1hati_story

    89 10 13 June, 2016
    Part 84

Ali P.O.V

Klo saat ini kalian mencari seorang laki2 b*jingan, kalian sudah menemukannya. Yah.. itulah aku. Aku adalah seorang laki2 b*jingan dan br*ngsek karena sudah menyakiti hati seorang yang aku cintai.

Rasa cintaku sama Prilly sungguh sangat besar hingga aku tak mampu mengontrol emosiku saat melihatnya bersama dengan laki2 lain, bahkan ketika laki2 itu adalah sahabatku sendiri. Aku murka, aku marah, dan aku menjadi buta karena rasa yang selama ini tak pernah kurasakan, cemburu.

Kata itu tepat melukiskan apa yang sedang aku rasakan saat melihat Prilly bersama laki2 lain. Sebenarnya aku sangat tak ingin kembali ke Jakarta. Aku suka masa2 dimana aku hanya berdua saja dengan Prilly di Bandung. Tapi tentu itu tak mungkin. Aku harus menyelesaikan semuanya, memberi tau Bani yang sebenarnya terjadi antara kami.

Dari awal semua memang salahku. Aku yang menginginkan supaya hubungan kami disembunyikan dari anak2 di kampus termasuk Bani. Seharusnya aku tau jika itu bukan ide yang bagus. Mengingat semakin hari Bani selalu saja menempel mesra pada Prilly. Hingga aku merasa jika Prilly sudah mulai terpengaruh dengan keberadaan Bani.

Bani pun demikian. Aku merasa Bani benar2 mencintai Priy dengan tulus. Bani tak pernah sesayang itu ketika dengan mantan2nya yang lain. Dia sepertiku. Selalu membatasi diri terhadap wanita, bedanya, aku membatasi diri karena aku tak mau jatuh cinta dengan wanita lain karena aku tau jika aku sudah di jodohkan sejak kecil, sedangkan Bani membatasi diri karena dia trauma jatuh cinta setengah mati dengan wanita, semua itu karena dia pernah cinta mati dengan wanita yang sebenarnya tak boleh dia cintai, saudara sepersusuannya.

#2cinta1hati_story

    Part 84

    Ali P.O.V

    Klo saat ini kalian mencari seorang laki2 b*jingan, kalian sudah menemukannya. Yah.. itulah aku. Aku adalah seorang laki2 b*jingan dan br*ngsek karena sudah menyakiti hati seorang yang aku cintai.

    Rasa cintaku sama Prilly sungguh sangat besar hingga aku tak mampu mengontrol emosiku saat melihatnya bersama dengan laki2 lain, bahkan ketika laki2 itu adalah sahabatku sendiri. Aku murka, aku marah, dan aku menjadi buta karena rasa yang selama ini tak pernah kurasakan, cemburu.

    Kata itu tepat melukiskan apa yang sedang aku rasakan saat melihat Prilly bersama laki2 lain. Sebenarnya aku sangat tak ingin kembali ke Jakarta. Aku suka masa2 dimana aku hanya berdua saja dengan Prilly di Bandung. Tapi tentu itu tak mungkin. Aku harus menyelesaikan semuanya, memberi tau Bani yang sebenarnya terjadi antara kami.

    Dari awal semua memang salahku. Aku yang menginginkan supaya hubungan kami disembunyikan dari anak2 di kampus termasuk Bani. Seharusnya aku tau jika itu bukan ide yang bagus. Mengingat semakin hari Bani selalu saja menempel mesra pada Prilly. Hingga aku merasa jika Prilly sudah mulai terpengaruh dengan keberadaan Bani.

    Bani pun demikian. Aku merasa Bani benar2 mencintai Priy dengan tulus. Bani tak pernah sesayang itu ketika dengan mantan2nya yang lain. Dia sepertiku. Selalu membatasi diri terhadap wanita, bedanya, aku membatasi diri karena aku tak mau jatuh cinta dengan wanita lain karena aku tau jika aku sudah di jodohkan sejak kecil, sedangkan Bani membatasi diri karena dia trauma jatuh cinta setengah mati dengan wanita, semua itu karena dia pernah cinta mati dengan wanita yang sebenarnya tak boleh dia cintai, saudara sepersusuannya.

    #2cinta1hati_story

    90 9 13 June, 2016
    Part 83 "Dia ngga akan datang." Kata Kak Ali lagi. "Apa maksud Kak Ali dia ngga akan datang? Inikan acara yg penting bgt buat dia" "Dia udah pergi." Sakit hatiku kembali menjalar. Apa aku masih mengharapkan kehadiran Kak Bani? Apa aku masih belum bisa menerima kenyataan klo aku tak bisa memiliki mereka berdua? Bahkan tadi pagi aku sudah memohon untuk bercinta dengan Kak Ali tapi kenapa perasaan ini sama Kak Bani masih aja sama? "Kamu ngga apa2 kan sayang? Wajah kamu pucat" Kata Kak Ali sambil memegang kedua pipiku. "Ahh ngga kak ..." jawabku.

Sebenarnya aku risih karena sejak tadi banyak teman2 seangkatan Kak Ali yang memandangku. Tentu saja mereka heran kenapa aku berada disini di tengah2 keluarga besar Kak Ali. Apalagi tadi saat bertemu dengan Kak Felicya, dia menatapku sangat tajam. Yang benar saja, seharusnya aku yang melakukan itu.

Acara demi acara pun dimulai. Ini benar-benar sangat membosankan, aku sampai tertidur dalam dudukku saking bosannya. Akhir-akhir ini aku memang suka sekali tidur sembarangan. Mami membangunkanku ketika Kak Ali di suruh maju ke panggung untuk mewakili teman-temannya. Aku melihatnya sangat gagah, wajar saja dia banyak yang suka bahkan rela diduakan olehnya. Dia benar-benar sangat gagah. Setelah serah terima ijazah, Kak Ali di persilahkan untuk memberikan ucapan terimakasih. Tanpa kusadari tiba-tiba seluruh mata di ruangan ini pun tertuju ke arahku.

Lalu aku mendengar suara kak Ali "Yaa dialah istriku, Prilly Andriani Latuconsina, terima kasih sayang karena kamu sudah mendukung aku selama ini." Katanya dengan lembut dengan sedikit senyuman licik khasnya yang menghiasi wajah tampannya.

Whattt ...??? Aku baru tersadar ketika melihat senyuman licik itu. Jadi dia saat ini sedang mengumumkan hubungan kami kepada semua orang? Aku ngga tau jika suamiku bisa bertindak senekat ini. Aku menatap mereka yang sedang memandangku, ada beberapa yang memandang dengan tatapan tak percaya dan terkejut, ada yang dengan tatapan kagum, bahkan tak sedikit yang memandangku dengan tatapan tak suka dan benci -ternyata tatapan benci itu kebanyakan mantan pacar2 Kak Ali yg ada diruangan ini-. #2cinta1hati_story

    Part 83 "Dia ngga akan datang." Kata Kak Ali lagi. "Apa maksud Kak Ali dia ngga akan datang? Inikan acara yg penting bgt buat dia" "Dia udah pergi." Sakit hatiku kembali menjalar. Apa aku masih mengharapkan kehadiran Kak Bani? Apa aku masih belum bisa menerima kenyataan klo aku tak bisa memiliki mereka berdua? Bahkan tadi pagi aku sudah memohon untuk bercinta dengan Kak Ali tapi kenapa perasaan ini sama Kak Bani masih aja sama? "Kamu ngga apa2 kan sayang? Wajah kamu pucat" Kata Kak Ali sambil memegang kedua pipiku. "Ahh ngga kak ..." jawabku.

    Sebenarnya aku risih karena sejak tadi banyak teman2 seangkatan Kak Ali yang memandangku. Tentu saja mereka heran kenapa aku berada disini di tengah2 keluarga besar Kak Ali. Apalagi tadi saat bertemu dengan Kak Felicya, dia menatapku sangat tajam. Yang benar saja, seharusnya aku yang melakukan itu.

    Acara demi acara pun dimulai. Ini benar-benar sangat membosankan, aku sampai tertidur dalam dudukku saking bosannya. Akhir-akhir ini aku memang suka sekali tidur sembarangan. Mami membangunkanku ketika Kak Ali di suruh maju ke panggung untuk mewakili teman-temannya. Aku melihatnya sangat gagah, wajar saja dia banyak yang suka bahkan rela diduakan olehnya. Dia benar-benar sangat gagah. Setelah serah terima ijazah, Kak Ali di persilahkan untuk memberikan ucapan terimakasih. Tanpa kusadari tiba-tiba seluruh mata di ruangan ini pun tertuju ke arahku.

    Lalu aku mendengar suara kak Ali "Yaa dialah istriku, Prilly Andriani Latuconsina, terima kasih sayang karena kamu sudah mendukung aku selama ini." Katanya dengan lembut dengan sedikit senyuman licik khasnya yang menghiasi wajah tampannya.

    Whattt ...??? Aku baru tersadar ketika melihat senyuman licik itu. Jadi dia saat ini sedang mengumumkan hubungan kami kepada semua orang? Aku ngga tau jika suamiku bisa bertindak senekat ini. Aku menatap mereka yang sedang memandangku, ada beberapa yang memandang dengan tatapan tak percaya dan terkejut, ada yang dengan tatapan kagum, bahkan tak sedikit yang memandangku dengan tatapan tak suka dan benci -ternyata tatapan benci itu kebanyakan mantan pacar2 Kak Ali yg ada diruangan ini-. #2cinta1hati_story

    98 21 13 June, 2016
    Part 82 "Kamu udah bangun?" sapanya menyadarkanku dari lamunan.

Tapi bukannya aku membalas sapanya, aku malah berlari ke pelukannya, membuat dia terkejut setengah mati ...
Astaga, bahkan aku sendiripun terkejut dengan apa yang sudah aku lakukan. Baru aja tadi malam emosiku meledak-ledak, Kak Ali juga belum sempat minta maaf, tapi pagi ini aku malah ingin berada terus didekatnya cuma karena mencium aromanya yang seksi. Ada apa sebenarnya dengan diriku? "Sayang, kamu kenapa? Kamu mimpi buruk?" tanya Kak Ali kemudian.

Aku lalu menatap matanya dan menggeleng. Aku menggigit bibir bawahku sambil menjalankan jari telunjukku ke dada bidangnya, dan mulai membuka dasinya kembali. "Prill, kamu.. kamu kenapa sayang?" Kak Ali mungkin heran dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku aja tak mengerti apa yang saat ini sedang aku lakukan. "Aku mau kak.." Kataku pelan.

Kak Ali langsung membuka matanya lebar2 sambil teriak tak percaya. "Apa ...?" Sial ... Sial... aku sudah seperti wanita jalang yang sedang menjajakan diri. Hahaha bodo, kan sama suami sendiri😝 "Aduhh sayang jangan sekarang yaa. Aku ngga bisa, ini udah jam 8, nanti aku telat ke acara wisudanya" Kata Kak Ali sambil melihat jam di tangannya.

Dia menolakku.

Aku melepaskan pelukanku dgn menghentakkan kaki menuju ke kamar mandi. Rasanya aku ingin menenggelamkan diriku di dalam bak mandi. Apa yang sudah terjadi denganku? Aku malu.. Gimana aku harus menghadapi Kak Ali nanti? **** Akhirnya Mami berhasil memaksaku ikut ke acara wisuda Kak Ali. Sejak tadi Kak Ali tak ada hentinya tertawa saat melihatku. Yaaa ... Aku sekarang jadi bahan tertawaan karena fikiran mesumku yang tak tau sejak kapan bersarang di otakku. Sial...!!!! Sampailah kami ditempat acara ity. Acaranya sangat meriah dan ramai. Aku melihat kanan kiri, mencari2 seseorang, tapi tetap saja aku tak menemukan orang itu. "Kamu cari dia?" suara Kak Ali mengagetkanku. Aku tau siapa yang Kak Ali maksud dengan "Dia". Itu Kak Bani. Ya dari tadi aku emang mencari Kak Bani. Sejak malam itu aku tak pernah bertemu dengannya lagi.

#2cinta1hati_story

    Part 82 "Kamu udah bangun?" sapanya menyadarkanku dari lamunan.

    Tapi bukannya aku membalas sapanya, aku malah berlari ke pelukannya, membuat dia terkejut setengah mati ...
    Astaga, bahkan aku sendiripun terkejut dengan apa yang sudah aku lakukan. Baru aja tadi malam emosiku meledak-ledak, Kak Ali juga belum sempat minta maaf, tapi pagi ini aku malah ingin berada terus didekatnya cuma karena mencium aromanya yang seksi. Ada apa sebenarnya dengan diriku? "Sayang, kamu kenapa? Kamu mimpi buruk?" tanya Kak Ali kemudian.

    Aku lalu menatap matanya dan menggeleng. Aku menggigit bibir bawahku sambil menjalankan jari telunjukku ke dada bidangnya, dan mulai membuka dasinya kembali. "Prill, kamu.. kamu kenapa sayang?" Kak Ali mungkin heran dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku aja tak mengerti apa yang saat ini sedang aku lakukan. "Aku mau kak.." Kataku pelan.

    Kak Ali langsung membuka matanya lebar2 sambil teriak tak percaya. "Apa ...?" Sial ... Sial... aku sudah seperti wanita jalang yang sedang menjajakan diri. Hahaha bodo, kan sama suami sendiri😝 "Aduhh sayang jangan sekarang yaa. Aku ngga bisa, ini udah jam 8, nanti aku telat ke acara wisudanya" Kata Kak Ali sambil melihat jam di tangannya.

    Dia menolakku.

    Aku melepaskan pelukanku dgn menghentakkan kaki menuju ke kamar mandi. Rasanya aku ingin menenggelamkan diriku di dalam bak mandi. Apa yang sudah terjadi denganku? Aku malu.. Gimana aku harus menghadapi Kak Ali nanti? **** Akhirnya Mami berhasil memaksaku ikut ke acara wisuda Kak Ali. Sejak tadi Kak Ali tak ada hentinya tertawa saat melihatku. Yaaa ... Aku sekarang jadi bahan tertawaan karena fikiran mesumku yang tak tau sejak kapan bersarang di otakku. Sial...!!!! Sampailah kami ditempat acara ity. Acaranya sangat meriah dan ramai. Aku melihat kanan kiri, mencari2 seseorang, tapi tetap saja aku tak menemukan orang itu. "Kamu cari dia?" suara Kak Ali mengagetkanku. Aku tau siapa yang Kak Ali maksud dengan "Dia". Itu Kak Bani. Ya dari tadi aku emang mencari Kak Bani. Sejak malam itu aku tak pernah bertemu dengannya lagi.

    #2cinta1hati_story

    97 11 13 June, 2016
    Part 81 "Iya sayang nanti Mami buatin yaa. Oiya, besok kamu ikut ya keacara Wisudanya Ali." Kata Mami. Jadi Kak Ali besok di wisuda? Kenapa aku ngga tau? "Mam ... Anak2 kan belum tau kalo Prilly istri aku, lagian Prilly kan masih sakit jadi----" "Aku ngga ikut Mam.." Aku memotong perkataan Kak Ali.

Aku tau pasti Kak Ali ngga mau anak2 kampus terutama pacar2nya itu tau kalo dia udah menikah sama aku, makanya dia melarang aku ikut dengan alasan yang dibuat-buat. Menyadari itu emosiku kembali naik, moodku kembali memburuk, hingga nafsu makanku kembali hilang. Membuatku mual hanya karena membayangkannya. "Sayang.Kamu tau kan itu bukan maksud aku." Kak Ali mulai merayu saat dia tau klo aku mulai memburuk kembali. Dasar perayu ulung. "Aku tau kok apa maksud Kak Ali." "Bukan gitu sayang. Aku cuma-----" "Udahlah kak. Aku capek, aku mau tidur," kataku sambil meninggalkan Kak Ali dan Maminya.

Aku tak tau apa yang sedang terjadi dengan diriku, emosiku menjadi naik begitu saja. Membuatku ingin meledak-ledak hanya karena masalah sepele.

Esoknya ku terbangun karena mencium aroma yang sangat menusuk indra penciumanku, aroma yang seksi, aroma yang hanya membayangkannya saja membuatku terbakar oleh gairah. Aroma Kak Ali.

Aku terduduk di ranjang melihatnya sedang berkaca. Dia sudah rapi mengenakan kemeja putihnya yang dimataku terlihat sangat seksi saat itu. Dia masih sibuk membenarkan rambutnya, tak menyadari jika aku sudah terduduk di sini menatapnya dengan tatapan ingin penuh gairah. Lagi-lagi aku tak tau apa yang terjadi denganku, aku tak pernah begitu menginginkannya seperti saat ini.

#2cinta1hati_story

    Part 81 "Iya sayang nanti Mami buatin yaa. Oiya, besok kamu ikut ya keacara Wisudanya Ali." Kata Mami. Jadi Kak Ali besok di wisuda? Kenapa aku ngga tau? "Mam ... Anak2 kan belum tau kalo Prilly istri aku, lagian Prilly kan masih sakit jadi----" "Aku ngga ikut Mam.." Aku memotong perkataan Kak Ali.

    Aku tau pasti Kak Ali ngga mau anak2 kampus terutama pacar2nya itu tau kalo dia udah menikah sama aku, makanya dia melarang aku ikut dengan alasan yang dibuat-buat. Menyadari itu emosiku kembali naik, moodku kembali memburuk, hingga nafsu makanku kembali hilang. Membuatku mual hanya karena membayangkannya. "Sayang.Kamu tau kan itu bukan maksud aku." Kak Ali mulai merayu saat dia tau klo aku mulai memburuk kembali. Dasar perayu ulung. "Aku tau kok apa maksud Kak Ali." "Bukan gitu sayang. Aku cuma-----" "Udahlah kak. Aku capek, aku mau tidur," kataku sambil meninggalkan Kak Ali dan Maminya.

    Aku tak tau apa yang sedang terjadi dengan diriku, emosiku menjadi naik begitu saja. Membuatku ingin meledak-ledak hanya karena masalah sepele.

    Esoknya ku terbangun karena mencium aroma yang sangat menusuk indra penciumanku, aroma yang seksi, aroma yang hanya membayangkannya saja membuatku terbakar oleh gairah. Aroma Kak Ali.

    Aku terduduk di ranjang melihatnya sedang berkaca. Dia sudah rapi mengenakan kemeja putihnya yang dimataku terlihat sangat seksi saat itu. Dia masih sibuk membenarkan rambutnya, tak menyadari jika aku sudah terduduk di sini menatapnya dengan tatapan ingin penuh gairah. Lagi-lagi aku tak tau apa yang terjadi denganku, aku tak pernah begitu menginginkannya seperti saat ini.

    #2cinta1hati_story

    94 9 13 June, 2016
    Part 80

Yaa. Dialah Kak Ali, suamiki. Sosok yang beberapa hari ini sangat aku rindukan. Setelah kedatangannya terakhir kali, dia tak pernah kerumah lagi. Itu membuat aku semakin merindukannya. Aku selalu merenung, kupikir aku tak seharusnya menyalahkan Kak Ali. Aku yang salah. Karena aku terlalu plin-plan, sejak awal aku yang salah karena aku menerima Kak Bani begitu saja padahal aku tak mencintainya. Aku membiarkan diriku belajar mencintai kak Bani ketika kami sering bersama, aku yang membiarkan Kak Bani memasuki hatiku ketika Kak Ali tak bersamaku. Semua salahku. Kak Ali hanyalah korban, sama dengan Kak Bani.

Aku langsung memeluk Kak Ali. Aku menangis sejadi2nya, aku merindukannya lebih dari apapun, aku mencintainya lebih dari yang kutau, aku menyayanginya lebih dari rasa sayangku pada Kak Bani. Tapi aku terlalu bodoh, aku terlalu munafik untuk melimpahkan kesalahanku dan kemarahanku kepadanya. "Maafin aku kak...." Akhirnya kata-kata itu terucap. "Ngga sayang. Kamu ngga salah, aku yang salah...." Suaranya terdengar bergetar. Apa dia menangis? "Makasih Kak Ali mau nunggu aku selama ini..." Dia melepaskan pelukannya lalu mengusap pipiku lembut. "Kita pulang yaa sayang, kamu sakit. Aku yg akan merawat kamu dirumah" Katanya kemudian.

Aku hanya mengangguk. Lalu dia menciumku dengan lembut. Ciuman ini... aku juga sangat merindukannya.. ********* Selama diperjalanan, aku selalu memeluk tangan Kak Ali. Aku tak peduli. Aku hanya terlalu merindukan pelukannya. "Sayang, kamu bener cuma mau makan pizza itu aja? Apa ngga ada lagi?" tawarnya kemudian.

Aku hanya menggeleng. Saat ini aku sedang menikmati seporsi jumbo pizza, entah sejak kapan aku jd menyukai pizza. Pdahal dr kecil aku ga pernah suka sama yg namanya pizza. "Kamu suka pizza ya sayang? Nanti Mami buatin deh special buat kamu, Mami jago tau bikin pizza yg enak.."Kata Mami Kak Ali yang tiba-tiba sudah berada disebelahku. "Wah bener Mam? Mau donk dibikinin pizza sama Mami.." jawabku manja.

#2cinta1hati_story

    Part 80

    Yaa. Dialah Kak Ali, suamiki. Sosok yang beberapa hari ini sangat aku rindukan. Setelah kedatangannya terakhir kali, dia tak pernah kerumah lagi. Itu membuat aku semakin merindukannya. Aku selalu merenung, kupikir aku tak seharusnya menyalahkan Kak Ali. Aku yang salah. Karena aku terlalu plin-plan, sejak awal aku yang salah karena aku menerima Kak Bani begitu saja padahal aku tak mencintainya. Aku membiarkan diriku belajar mencintai kak Bani ketika kami sering bersama, aku yang membiarkan Kak Bani memasuki hatiku ketika Kak Ali tak bersamaku. Semua salahku. Kak Ali hanyalah korban, sama dengan Kak Bani.

    Aku langsung memeluk Kak Ali. Aku menangis sejadi2nya, aku merindukannya lebih dari apapun, aku mencintainya lebih dari yang kutau, aku menyayanginya lebih dari rasa sayangku pada Kak Bani. Tapi aku terlalu bodoh, aku terlalu munafik untuk melimpahkan kesalahanku dan kemarahanku kepadanya. "Maafin aku kak...." Akhirnya kata-kata itu terucap. "Ngga sayang. Kamu ngga salah, aku yang salah...." Suaranya terdengar bergetar. Apa dia menangis? "Makasih Kak Ali mau nunggu aku selama ini..." Dia melepaskan pelukannya lalu mengusap pipiku lembut. "Kita pulang yaa sayang, kamu sakit. Aku yg akan merawat kamu dirumah" Katanya kemudian.

    Aku hanya mengangguk. Lalu dia menciumku dengan lembut. Ciuman ini... aku juga sangat merindukannya.. ********* Selama diperjalanan, aku selalu memeluk tangan Kak Ali. Aku tak peduli. Aku hanya terlalu merindukan pelukannya. "Sayang, kamu bener cuma mau makan pizza itu aja? Apa ngga ada lagi?" tawarnya kemudian.

    Aku hanya menggeleng. Saat ini aku sedang menikmati seporsi jumbo pizza, entah sejak kapan aku jd menyukai pizza. Pdahal dr kecil aku ga pernah suka sama yg namanya pizza. "Kamu suka pizza ya sayang? Nanti Mami buatin deh special buat kamu, Mami jago tau bikin pizza yg enak.."Kata Mami Kak Ali yang tiba-tiba sudah berada disebelahku. "Wah bener Mam? Mau donk dibikinin pizza sama Mami.." jawabku manja.

    #2cinta1hati_story

    102 28 13 June, 2016
    Part 79

Malamnya Kak Ali datang lagi ke rumah. Seperti biasa dia cuma duduk2 aja di ruang tamu, aku tau dia sangat ingin bertemu aku. Bunda bilang klo aku harus menemuinya. Dan akupun turun menemuinya. "Kamu kurusan sekarang, apa kamu sakit?" tanyanya saat aku sudah duduk disebelahnya.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. "Sayang,, kita pulang yaa. Mami nyariin kamu terus." Bujuknya lembut. Aku merasa Kak Ali benar2 berubah menjadi sosok yang lembut. "Aku belum bisa pulang kak" Jawabku. "Mau sampai kapan?" "Sampai hatiku sembuh." Potongku kemudian. Aku melihatnya menghela napas, aku tau dia lelah dan juga tersiksa, tapi bukankah ini yang dia mau? Dia membuat kami bertiga saling tersakiti. "Baiklah klo itu mau kamu. Aku pulang dulu." Katanya sambil berdiri. "Jangan lupa makan kak. Kak Ali juga kelihatan kurus." Kataku mengingatkan. Aku khawatir dengannya. Bagaimana pun juga aku mencintainya walau aku membenci sikapnya.

Dia lalu mengangguk dan tanpa kusangka dia berjalan ke arahku dan memelukku. Jujur, aku sangat merindukan pelukannya. Aku kangen Kak Ali. "Jaga diri baik-baik yaa" bisiknya lalu mencium keningku dan pergi meninggalkanku.

Yaa ampun.. Aku sudah berdosa karena menganiaya suamiku sendiri. Aku menyiksa batinnya. Membuatnya sedih. Hukum aku Tuhan... *** Beberapa hari kemudian aku sakit.... Badanku demam, sakit kepala, mual, nafsu makanku menurun dan terkadang dadaku terasa sesak. Bunda menyuruhku kedokter tapi aku menolaknya. Begitupun dengan obat, aku sama sekali tak mau meminumnya. Jadi aku hanya bisa meringkuk di atas ranjang kamarku.

Tuhan.. inikah hukuman untukku? Patah hatiku belum sembuh skrg di tambah lagi sakit secara fisikku. Lagi-lagi aku hanya bisa menangis.

Aku melihat ada yg membuka pintu kamarku. Aku terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di depanku.

#2cinta1hati_story

    Part 79

    Malamnya Kak Ali datang lagi ke rumah. Seperti biasa dia cuma duduk2 aja di ruang tamu, aku tau dia sangat ingin bertemu aku. Bunda bilang klo aku harus menemuinya. Dan akupun turun menemuinya. "Kamu kurusan sekarang, apa kamu sakit?" tanyanya saat aku sudah duduk disebelahnya.

    Aku hanya menggelengkan kepalaku. "Sayang,, kita pulang yaa. Mami nyariin kamu terus." Bujuknya lembut. Aku merasa Kak Ali benar2 berubah menjadi sosok yang lembut. "Aku belum bisa pulang kak" Jawabku. "Mau sampai kapan?" "Sampai hatiku sembuh." Potongku kemudian. Aku melihatnya menghela napas, aku tau dia lelah dan juga tersiksa, tapi bukankah ini yang dia mau? Dia membuat kami bertiga saling tersakiti. "Baiklah klo itu mau kamu. Aku pulang dulu." Katanya sambil berdiri. "Jangan lupa makan kak. Kak Ali juga kelihatan kurus." Kataku mengingatkan. Aku khawatir dengannya. Bagaimana pun juga aku mencintainya walau aku membenci sikapnya.

    Dia lalu mengangguk dan tanpa kusangka dia berjalan ke arahku dan memelukku. Jujur, aku sangat merindukan pelukannya. Aku kangen Kak Ali. "Jaga diri baik-baik yaa" bisiknya lalu mencium keningku dan pergi meninggalkanku.

    Yaa ampun.. Aku sudah berdosa karena menganiaya suamiku sendiri. Aku menyiksa batinnya. Membuatnya sedih. Hukum aku Tuhan... *** Beberapa hari kemudian aku sakit.... Badanku demam, sakit kepala, mual, nafsu makanku menurun dan terkadang dadaku terasa sesak. Bunda menyuruhku kedokter tapi aku menolaknya. Begitupun dengan obat, aku sama sekali tak mau meminumnya. Jadi aku hanya bisa meringkuk di atas ranjang kamarku.

    Tuhan.. inikah hukuman untukku? Patah hatiku belum sembuh skrg di tambah lagi sakit secara fisikku. Lagi-lagi aku hanya bisa menangis.

    Aku melihat ada yg membuka pintu kamarku. Aku terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di depanku.

    #2cinta1hati_story

    96 19 12 June, 2016
    Part 78 "Prill...." "Cukup kak! Aku mau sendiri. Untuk saat ini aku ngga mau ketemu sama Kak Ali!!" Rengekku.

Kak Ali mulai frustasi. Dia seperti orang yang kalah dalam pertarungan. Tapi aku tak peduli, yang aku inginkan saat ini adalah menata kembali hatiku, aku ingin menjauh untuk sementara darinya.

Dia menghela napas panjang. "Baiklah. Nanti sore aku antar kamu pulang." Katanya lirih, dia mengalah untukku. *** Kak Ali pun mengantarku ke rumah Bunda. Sesampainya di rumah Bunda, aku langsung memeluk Bunda sambil menangis. Bunda menatap kak Ali dengan tatapan tanda tanyanya. Aku tau kelauanku ini tak baik dan tak patut di contoh siapapun. Membawa masalah rumah tangga yang sepele kepada orang tua itu bukan hal yang bagus. Tapi saat ini aku butuh sebuah pundak yang dapat meringankan bebanku. Dan aku tau, seberat apapun masalah yang sedang kualami, pundak Bunda akan selalu setia menerimaku kapan pun. "Kamu kenapa sayang?" tanya Bunda saat masuk ke dalam kamarku. "Apa Kak Ali udah pergi?" Aku balik bertanya. "Iyaa dia udah pergi. Apa kamu ada masalah sama dia?" tanya Bunda lagi.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku dan mulai menangis lagi. Sebenarnya aku benci menjadi orang yg cengeng kayak gini. Tapi moodku benar2 sangat buruk. Aku sama sekali tak ingin melihat wajah Kak Ali dulu. Aku benci dia.... *** Hari demi hari berlalu. Semua semakin terasa membosankan di rumah Bunda, karena aku ga pernah keluar dari kamar. Seperti inikah rasanya patah hati? Aku patah hati dengan laki2 lain selain suamiku, sangat tidak masuk akal.

Kak Ali selalu datang ke rumah Bunda meskipun dia sama sekali tak pernah melihatku secara langsung. Kata Bunda Kak Ali cuma menanyakan kabarku, lalu dia pulang lagi. Mungkin dia tau klo aku masih marah sama dia. "Kamu ngga bisa seperti ini terus Prill.." Bunda mulai menasehatiku. Aku hanya diam. "Prill.. Kasihan Ali ... Kamu udah dewasa, ngga seharusnya kamu kayak gini terus.." "Bunda ngga ngerti!! Aku benci dia Bun, Aku benci dia.!!" Aku mulai menangis lagi. "Tapi dia juga sama sayang. Dia juga tersakiti karena ini.." Perkataan Bunda ada benarnya. "Selesaikan ini dgn kepala dingin! Kalian sudah dewasa.." #2cinta1hati_story

    Part 78 "Prill...." "Cukup kak! Aku mau sendiri. Untuk saat ini aku ngga mau ketemu sama Kak Ali!!" Rengekku.

    Kak Ali mulai frustasi. Dia seperti orang yang kalah dalam pertarungan. Tapi aku tak peduli, yang aku inginkan saat ini adalah menata kembali hatiku, aku ingin menjauh untuk sementara darinya.

    Dia menghela napas panjang. "Baiklah. Nanti sore aku antar kamu pulang." Katanya lirih, dia mengalah untukku. *** Kak Ali pun mengantarku ke rumah Bunda. Sesampainya di rumah Bunda, aku langsung memeluk Bunda sambil menangis. Bunda menatap kak Ali dengan tatapan tanda tanyanya. Aku tau kelauanku ini tak baik dan tak patut di contoh siapapun. Membawa masalah rumah tangga yang sepele kepada orang tua itu bukan hal yang bagus. Tapi saat ini aku butuh sebuah pundak yang dapat meringankan bebanku. Dan aku tau, seberat apapun masalah yang sedang kualami, pundak Bunda akan selalu setia menerimaku kapan pun. "Kamu kenapa sayang?" tanya Bunda saat masuk ke dalam kamarku. "Apa Kak Ali udah pergi?" Aku balik bertanya. "Iyaa dia udah pergi. Apa kamu ada masalah sama dia?" tanya Bunda lagi.

    Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku dan mulai menangis lagi. Sebenarnya aku benci menjadi orang yg cengeng kayak gini. Tapi moodku benar2 sangat buruk. Aku sama sekali tak ingin melihat wajah Kak Ali dulu. Aku benci dia.... *** Hari demi hari berlalu. Semua semakin terasa membosankan di rumah Bunda, karena aku ga pernah keluar dari kamar. Seperti inikah rasanya patah hati? Aku patah hati dengan laki2 lain selain suamiku, sangat tidak masuk akal.

    Kak Ali selalu datang ke rumah Bunda meskipun dia sama sekali tak pernah melihatku secara langsung. Kata Bunda Kak Ali cuma menanyakan kabarku, lalu dia pulang lagi. Mungkin dia tau klo aku masih marah sama dia. "Kamu ngga bisa seperti ini terus Prill.." Bunda mulai menasehatiku. Aku hanya diam. "Prill.. Kasihan Ali ... Kamu udah dewasa, ngga seharusnya kamu kayak gini terus.." "Bunda ngga ngerti!! Aku benci dia Bun, Aku benci dia.!!" Aku mulai menangis lagi. "Tapi dia juga sama sayang. Dia juga tersakiti karena ini.." Perkataan Bunda ada benarnya. "Selesaikan ini dgn kepala dingin! Kalian sudah dewasa.." #2cinta1hati_story

    92 9 12 June, 2016

Top #2cinta1hati_story posts

Advertisements

    Prolog "Aku mencintainya tapi aku lebih mencintaimu, dia membuatku bahagia tapi aku lebih bahagia jika bersamamu... dia membuatku bergetar tapi kamu lebih menggetarkan hatiku. Salahkah aku jika mencintai kalian berdua ??" --Prilly Andriani Latuconsina-- "Aku tak mengerti apa itu cinta ... yang kutau, aku hanya menginginkanmu sejak 10 tahun yang lalu ... aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu meski itu menyakiti hati sahabatku sendiri.." --Aliando Digo Syarief-- "Aku tau jika cinta tak harus memiliki, aku akan melepaskanmu jika itu membuatmu bahagia ... tapi jangan pernah menyuruhku untuk berhenti mencintaimu, karena sampai kapanpun kau akan tetap berada di sini, di hati kecilku.." --Arbani Pratama Yasiz-- #2cinta1hati_story

    Prolog "Aku mencintainya tapi aku lebih mencintaimu, dia membuatku bahagia tapi aku lebih bahagia jika bersamamu... dia membuatku bergetar tapi kamu lebih menggetarkan hatiku. Salahkah aku jika mencintai kalian berdua ??" --Prilly Andriani Latuconsina-- "Aku tak mengerti apa itu cinta ... yang kutau, aku hanya menginginkanmu sejak 10 tahun yang lalu ... aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu meski itu menyakiti hati sahabatku sendiri.." --Aliando Digo Syarief-- "Aku tau jika cinta tak harus memiliki, aku akan melepaskanmu jika itu membuatmu bahagia ... tapi jangan pernah menyuruhku untuk berhenti mencintaimu, karena sampai kapanpun kau akan tetap berada di sini, di hati kecilku.." --Arbani Pratama Yasiz-- #2cinta1hati_story

    134 4 31 May, 2016
    Part 4 "yang lain siapa?" Tanyaku lagi. "Yang lain nggak penting" kata Jessica. "Kamu cukup kenal mereka berdua aja, Pril" lanjutnya lagi. "Hey, kamu ke mana aja dari tadi aku nyarin kamu?" Tiba-tiba seorang cowok mendekati kami. "Hey Vin, kenapa nyariin? Kangen yaa??" Goda Jessica pada Kevin. "Eh iya, kenalin Pril dia Kevin pacar aku. Vin ini Prilly, temen baru aku" Kata Jessica mengenalkan kami. Kami pun berjabat tangan. 
Lagi-lagi aku melirik ke arah cowok-cowok ganteng itu, parahnya, Kak Aliando, cowok yang dari tadi memandangku itu masih tak henti-hentinya memandangku. "Eheemm.. kamu kenal dia Pril?" Pertanyaan Jessica mengagetkanku. "Enggaaa ..... " Jawabku cepat. "Tapi dari cara kalian tatap-tatapan kok kayaknya kalian saling kenal" Jessica mengerutkan dahinya. "Aku nggak kenal dia Jess. Aku jg bingung ga tau kenapa dia liatin aku kayak gtu" Jawabku lagi. Aku emang nggak kenal sama cowok itu, tapi seingatku kami pernah ketemu beberapa minggu yang lalu, sebelum aku masuk kampus ini.

#2cinta1hati_story

    Part 4 "yang lain siapa?" Tanyaku lagi. "Yang lain nggak penting" kata Jessica. "Kamu cukup kenal mereka berdua aja, Pril" lanjutnya lagi. "Hey, kamu ke mana aja dari tadi aku nyarin kamu?" Tiba-tiba seorang cowok mendekati kami. "Hey Vin, kenapa nyariin? Kangen yaa??" Goda Jessica pada Kevin. "Eh iya, kenalin Pril dia Kevin pacar aku. Vin ini Prilly, temen baru aku" Kata Jessica mengenalkan kami. Kami pun berjabat tangan.
    Lagi-lagi aku melirik ke arah cowok-cowok ganteng itu, parahnya, Kak Aliando, cowok yang dari tadi memandangku itu masih tak henti-hentinya memandangku. "Eheemm.. kamu kenal dia Pril?" Pertanyaan Jessica mengagetkanku. "Enggaaa ..... " Jawabku cepat. "Tapi dari cara kalian tatap-tatapan kok kayaknya kalian saling kenal" Jessica mengerutkan dahinya. "Aku nggak kenal dia Jess. Aku jg bingung ga tau kenapa dia liatin aku kayak gtu" Jawabku lagi. Aku emang nggak kenal sama cowok itu, tapi seingatku kami pernah ketemu beberapa minggu yang lalu, sebelum aku masuk kampus ini.

    #2cinta1hati_story

    74 3 1 June, 2016

Advertisements

    Part 5 "Aku nggak kenal dia Jess. Aku jg bingung ga tau kenapa dia liatin aku kayak gtu" Jawabku lagi. Aku emang nggak kenal sama cowok itu, tapi seingatku kami pernah ketemu beberapa minggu yang lalu, sebelum aku masuk kampus ini. *Flash Back ON*

Saat itu, aku baru beberapa hari pindah ke Jakarta, aku duduk di bangku taman di kompleks perumahanku sambil membaca novel dan mendengarkan lagu lewat headset. sore itu di taman sangat ramai, tapi aku cuma konsentrasi pada novelku, aku nggak memperdulikan yang lain yang ada di sekitarku. dan tiba-tiba sesuatu yang keras mengenai kepalaku. "Aawwwww" cuma itu yang bisa aku katakan. Aku cuma bisa tertunduk memegangi belakang kepalaku. "Kamu nggak apa apa kan?" Ada seseorang yang bertanya padaku, aku nggak tau kapan datangnya orang itu. Orang itu berdiri, kepalanya menunduk tepat dihadapanku. Aku gak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena dia membelakangi cahaya. Yang aku tau dia adalah seorang cowok, tinggi, suaranya merdu. Aku mengedip-ngedipkan mataku supaya bisa melihatnya dengan lebih jelas.

Ternyata.. "OMG hellooo ganteng banget" batinku berteriak.

Cowok itu amat sangat ganteng, mungkin dia cowok paling ganteng yang pernah aku temui. Kulitnya kuning kecoklatan membuatnya terlihat lebih gagah, rambutnya yang sedikit acak-acakan tidak mengurangi rasa gantengnya, bibirnya yang tersenyum miring membuatnya menjadikan senyuman yg paling mempesona, hidung mancungnya, sorot matanya yang tajam serta telinga kirinya yang bertindik anting hitam membuatnya kelihatan sangar dan cool, seperti bad boys. Aku juga mencium aroma parfumnya yang sangat menggoda meski tubuh dan wajahnya basah oleh keringat. "Heyy.. kamu nggak pa pa, kan ...??" tanya cowok itu lagi sambil melambai-lambaikan tangannya pas di depan mataku.

#2cinta1hati_story

    Part 5 "Aku nggak kenal dia Jess. Aku jg bingung ga tau kenapa dia liatin aku kayak gtu" Jawabku lagi. Aku emang nggak kenal sama cowok itu, tapi seingatku kami pernah ketemu beberapa minggu yang lalu, sebelum aku masuk kampus ini. *Flash Back ON*

    Saat itu, aku baru beberapa hari pindah ke Jakarta, aku duduk di bangku taman di kompleks perumahanku sambil membaca novel dan mendengarkan lagu lewat headset. sore itu di taman sangat ramai, tapi aku cuma konsentrasi pada novelku, aku nggak memperdulikan yang lain yang ada di sekitarku. dan tiba-tiba sesuatu yang keras mengenai kepalaku. "Aawwwww" cuma itu yang bisa aku katakan. Aku cuma bisa tertunduk memegangi belakang kepalaku. "Kamu nggak apa apa kan?" Ada seseorang yang bertanya padaku, aku nggak tau kapan datangnya orang itu. Orang itu berdiri, kepalanya menunduk tepat dihadapanku. Aku gak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena dia membelakangi cahaya. Yang aku tau dia adalah seorang cowok, tinggi, suaranya merdu. Aku mengedip-ngedipkan mataku supaya bisa melihatnya dengan lebih jelas.

    Ternyata.. "OMG hellooo ganteng banget" batinku berteriak.

    Cowok itu amat sangat ganteng, mungkin dia cowok paling ganteng yang pernah aku temui. Kulitnya kuning kecoklatan membuatnya terlihat lebih gagah, rambutnya yang sedikit acak-acakan tidak mengurangi rasa gantengnya, bibirnya yang tersenyum miring membuatnya menjadikan senyuman yg paling mempesona, hidung mancungnya, sorot matanya yang tajam serta telinga kirinya yang bertindik anting hitam membuatnya kelihatan sangar dan cool, seperti bad boys. Aku juga mencium aroma parfumnya yang sangat menggoda meski tubuh dan wajahnya basah oleh keringat. "Heyy.. kamu nggak pa pa, kan ...??" tanya cowok itu lagi sambil melambai-lambaikan tangannya pas di depan mataku.

    #2cinta1hati_story

    74 4 1 June, 2016
    Part 6 "Heyy ... kamu nggak pa pa, kan ...??" tanya cowok itu lagi sambil melambai-lambaikan tangannya pas di depan mataku. "Ehh ... enggak kok.. nggak pa pa ..." jawabku sambil merona malu. "Ok kalo gitu, sorry yaa . . . tadi nggak sengaja," katanya lagi sambil senyum. "Ehh ... iyaa.. nggak pa pa kok ... beneran," kataku meyakinkan. "Kalo gitu aku balik dulu yaa" katanya sambil meninggalkanku dan melambaikan tangan. "Bye.." aku pun melambaikan tangan padanya. Dia sudah jauh berkumpul lagi dengan teman-temannya, tapi anehnya dia masih memandangiku dari seberang sana. *flash back off*

Mata itu mata yang sama, pandangan yang sama, mereka juga orang yang sama, OMG Hello bahkan dia semakin ganteng dari pada waktu pertama kali kita bertemu. Yaa.. Kak Aliando adalah cowok yang aku temui saat aku di taman beberapa minggu yang lalu. Entah dia masih ingat sama aku atau engga. Yang pasti aku mengingatnya. Dia........begitu mempesona. "Aku boleh duduk di sini....?" Suara itu mengagetkan lamunanku ... #2cinta1hati_story

Hayoo tebak kira2 suara siapa itu yaaa ?? Hemmmm ...

    Part 6 "Heyy ... kamu nggak pa pa, kan ...??" tanya cowok itu lagi sambil melambai-lambaikan tangannya pas di depan mataku. "Ehh ... enggak kok.. nggak pa pa ..." jawabku sambil merona malu. "Ok kalo gitu, sorry yaa . . . tadi nggak sengaja," katanya lagi sambil senyum. "Ehh ... iyaa.. nggak pa pa kok ... beneran," kataku meyakinkan. "Kalo gitu aku balik dulu yaa" katanya sambil meninggalkanku dan melambaikan tangan. "Bye.." aku pun melambaikan tangan padanya. Dia sudah jauh berkumpul lagi dengan teman-temannya, tapi anehnya dia masih memandangiku dari seberang sana. *flash back off*

    Mata itu mata yang sama, pandangan yang sama, mereka juga orang yang sama, OMG Hello bahkan dia semakin ganteng dari pada waktu pertama kali kita bertemu. Yaa.. Kak Aliando adalah cowok yang aku temui saat aku di taman beberapa minggu yang lalu. Entah dia masih ingat sama aku atau engga. Yang pasti aku mengingatnya. Dia........begitu mempesona. "Aku boleh duduk di sini....?" Suara itu mengagetkan lamunanku ... #2cinta1hati_story

    Hayoo tebak kira2 suara siapa itu yaaa ?? Hemmmm ...

    71 1 2 June, 2016
    Part 7 "Aku boleh duduk di sini ga?" Suara itu mengagetkan lamunanku.

astaga ... bisa-bisanya aku tadi melamun. "Boleh kak.. boleh banget malah" sambut Jessica antusias, padahal disebelahnya ada Kevin pacarnya. "Hai aku Arbani, panggil aja Bani. Kamu baru yaa di sini, kok aku nggak pernah liat kamu?" kata cowok itu sambil mengulurkan tangannya. "Prilly ..." jawabku sambil menyambut uluran tangannya, kami pun berjabat tangan. "Iyaa.. aku baru di sini." Lanjutku.

Entah saking bodohnya aku atau saking nggak tau malunya aku, pandanganku masih saja tertuju pada cowok yang sedang memandangiku di seberang sana, padahal jelas-jelas di depanku juga ada cowok keren yang sedang memperhatikannku. "Jadi.. kalian saling kenal?" tanya kak Bani sambil menunjuk aku dan Kak Aliando. "Ehh.. enggak ... kita nggak kenal kok." "Ohhh ... tadi dia juga bilang gitu sama aku. Btw, boleh minta no wa, id line, pin bbm, dan semua medsos kamu ga?" lanjutnya lagi. "Emm buat apa kak?" tanyaku bingung. "Buat ngusir tikus hahaha" Dia tertawa geli. "Ya buat chatting lah, aku kepo sama kamu" katanya lagi sambil mengerlingkan sebelah matanya. "Boleh kok kak boleh banget, iya kan Prill? " Lagi-lagi Jessica nyerobot. "Kamu apaan sih Jess" Kataku sambil mencucit pinggang Jessica.

#2cinta1hati_story

    Part 7 "Aku boleh duduk di sini ga?" Suara itu mengagetkan lamunanku.

    astaga ... bisa-bisanya aku tadi melamun. "Boleh kak.. boleh banget malah" sambut Jessica antusias, padahal disebelahnya ada Kevin pacarnya. "Hai aku Arbani, panggil aja Bani. Kamu baru yaa di sini, kok aku nggak pernah liat kamu?" kata cowok itu sambil mengulurkan tangannya. "Prilly ..." jawabku sambil menyambut uluran tangannya, kami pun berjabat tangan. "Iyaa.. aku baru di sini." Lanjutku.

    Entah saking bodohnya aku atau saking nggak tau malunya aku, pandanganku masih saja tertuju pada cowok yang sedang memandangiku di seberang sana, padahal jelas-jelas di depanku juga ada cowok keren yang sedang memperhatikannku. "Jadi.. kalian saling kenal?" tanya kak Bani sambil menunjuk aku dan Kak Aliando. "Ehh.. enggak ... kita nggak kenal kok." "Ohhh ... tadi dia juga bilang gitu sama aku. Btw, boleh minta no wa, id line, pin bbm, dan semua medsos kamu ga?" lanjutnya lagi. "Emm buat apa kak?" tanyaku bingung. "Buat ngusir tikus hahaha" Dia tertawa geli. "Ya buat chatting lah, aku kepo sama kamu" katanya lagi sambil mengerlingkan sebelah matanya. "Boleh kok kak boleh banget, iya kan Prill? " Lagi-lagi Jessica nyerobot. "Kamu apaan sih Jess" Kataku sambil mencucit pinggang Jessica.

    #2cinta1hati_story

    72 3 2 June, 2016

Advertisements

    Part 9 "Liat Lii, gue udah dapetin no wa dia" Kak Bani sedikit mencairkan ketegangan di antara kami. "Nggak penting buat gue" katanya dingin. Astaga ni cowok udah bertaun-taun kali yaa tinggal di kutub utara, sampe-sampe kata-katanya dingin banget. Dasar cowok sombong, arogan, kasar, dan blaa ... bla ...blaa.... Aku nggak mau nglanjutin sumpah serapahku. "Bener nii nggak penting?? oke kalo gitu dia cuma boleh temenan and deket sama gue" Perintah Kak Bani sambil sedikit menggoda Kak Aliando. "Ambil aja ..." katanya dingin. "WHAAATT? Ambil? Lo kata gue barang yg bisa diambil dan dimiliki seenaknya? Batinku teriak.
Bahkan Jessica pun ikut melongo pas denger kata-kata cowok arogan itu. "Aaahh yaa yaa yaa. Gue tau karena Lo kan masih kebanyakan gebetan, jadi belom cari yang baru lagi, ya kan?" lanjut kak Bani.

Duhhhh kenapa mereka jadi nggosip di sini sih. Oohh jadi si cowok sombong ini tipe cowok playboy yang pacarnya nggak cuma satu,yang suka mainin hati cewek. hadehh saat pertama kali kita ketemu aku kira dia cowok yang baik,cara ngomongnya kemaren juga lembut, nggak kayak sekarang. "Udahlah. sebenernya lo ikut cabut apa enggak? Kalo enggak gue cabut duluan." Dari cara ngomongnya, Kak Aliando mulai bosan berdebat. "Oke gue ikut elo." Jawab Kak Bani.
"Aku pergi dulu yaa, nanti malam aku chat, oke" Kak Bani melanjutkan sambil membelai-belai kepalaku.
Aku cuma menunduk dan mengangguk malu, sedikit aku melirik ke arah Kak Aliando, dia mengepalkan tangannya, entah apa yang dipikirkannya. Keliatannya dia tidak nyaman bahkan tidak senang dengan situasi seperti ini.

Akhirnya mereka pun berlalu, yang satu dengan senyuman sumringahnya, yang satu lagi masih dengan tatapan tajam tak terbaca. Sedangkan kami yang ditinggalkan di sini masih menggeleng-nggelengkan kepala tak percaya apa yang baru saja terjadi.

Aku masih berusaha menormalkan desahan nafasku, tadi bener-bener terasa sesak, jantungku pun masih berdetak kencang saat ini. Aku bener-bener terpesona dengan cowok itu. Cowok yang mana? yang tadi antusias tersenyum denganku atau yang dari tadi melemparkan tatapan dingin padaku? Entahlah, yang jelas perasaanku jadi tak karuan memikirkannya.

#2cinta1hati_story

    Part 9 "Liat Lii, gue udah dapetin no wa dia" Kak Bani sedikit mencairkan ketegangan di antara kami. "Nggak penting buat gue" katanya dingin. Astaga ni cowok udah bertaun-taun kali yaa tinggal di kutub utara, sampe-sampe kata-katanya dingin banget. Dasar cowok sombong, arogan, kasar, dan blaa ... bla ...blaa.... Aku nggak mau nglanjutin sumpah serapahku. "Bener nii nggak penting?? oke kalo gitu dia cuma boleh temenan and deket sama gue" Perintah Kak Bani sambil sedikit menggoda Kak Aliando. "Ambil aja ..." katanya dingin. "WHAAATT? Ambil? Lo kata gue barang yg bisa diambil dan dimiliki seenaknya? Batinku teriak.
    Bahkan Jessica pun ikut melongo pas denger kata-kata cowok arogan itu. "Aaahh yaa yaa yaa. Gue tau karena Lo kan masih kebanyakan gebetan, jadi belom cari yang baru lagi, ya kan?" lanjut kak Bani.

    Duhhhh kenapa mereka jadi nggosip di sini sih. Oohh jadi si cowok sombong ini tipe cowok playboy yang pacarnya nggak cuma satu,yang suka mainin hati cewek. hadehh saat pertama kali kita ketemu aku kira dia cowok yang baik,cara ngomongnya kemaren juga lembut, nggak kayak sekarang. "Udahlah. sebenernya lo ikut cabut apa enggak? Kalo enggak gue cabut duluan." Dari cara ngomongnya, Kak Aliando mulai bosan berdebat. "Oke gue ikut elo." Jawab Kak Bani.
    "Aku pergi dulu yaa, nanti malam aku chat, oke" Kak Bani melanjutkan sambil membelai-belai kepalaku.
    Aku cuma menunduk dan mengangguk malu, sedikit aku melirik ke arah Kak Aliando, dia mengepalkan tangannya, entah apa yang dipikirkannya. Keliatannya dia tidak nyaman bahkan tidak senang dengan situasi seperti ini.

    Akhirnya mereka pun berlalu, yang satu dengan senyuman sumringahnya, yang satu lagi masih dengan tatapan tajam tak terbaca. Sedangkan kami yang ditinggalkan di sini masih menggeleng-nggelengkan kepala tak percaya apa yang baru saja terjadi.

    Aku masih berusaha menormalkan desahan nafasku, tadi bener-bener terasa sesak, jantungku pun masih berdetak kencang saat ini. Aku bener-bener terpesona dengan cowok itu. Cowok yang mana? yang tadi antusias tersenyum denganku atau yang dari tadi melemparkan tatapan dingin padaku? Entahlah, yang jelas perasaanku jadi tak karuan memikirkannya.

    #2cinta1hati_story

    65 2 2 June, 2016
    Part 10

Sore ini hujan, aku memandangi langit Jakarta yang mendung. Suara rintik-rintik hujanpun membuat hatiku terasa lebih damai. Seperti biasa, aku duduk santai di balkon rumahku, sambil membaca novel dan menikmati secangkir teh di sore yang dingin ini. Di sela-sela aku mengistirahatkan mataku dari membaca novel, aku teringat obrolanku dengan Jessica tadi siang. Anehnya, kenapa aku masih saja kepikiran tentang cerita dia. Jessica bilang kalo aku harus hati-hati dengan kedua cowok yang ada di hadapanku tadi siang, katanya.... *Flash back on* "Prill, seluruh kampus ini tau kalo mereka berdua itu playboy jadi kamu harus hati-hati, jangan terlalu deket sama mereka kalo nggak mau sakit hati." "Trus kenapa tadi kayaknya kamu antusias banget saat kak Bani ngajak kenalan?" tanyaku bingung. karna tadi kayaknya Jessica dukung banget aku kenalan sama kak Bani, tapi pas orangnya nggak ada kok dia malah jelek-jelekkin. "Kalo Kak Bani masih mending, dia emang playboy, tapi dia nggak akan pacaran sama lebih dari satu orang." Jelasnya. "Maksudnya?" Aku makin bingung sama penjelasan Jessica. "Maksudnya, Kak Bani suka gonta-ganti cewek. dia akan putus dulu sama ceweknya yang lama trus jadian sama cewek barunya, bukan sekaligus pacaran, gitu" jelasnya panjang lebar, kali ini aku mengerti. "Beda sama Kak Aliando." Lanjutnya membuatku terbelalak kaget, untung aku nggak tersedak. "Emang Kak Aliando kenapa?" Aku sangat antusias bertanya tentang cowok itu. "Kamu suka sama Kak Ali?" Tanya nya curiga. "WHAATTT? emangnya keliatan yaa kalo aku suka dia? kenal aja engga" Aku bener bener kaget banget sama partanyaan Jessica yang satu itu. "Kalo kamu suka, lupain aja deh" "Emangnya kenapa sih?" Aku masih aja penasaran. "Tipe cewek Kak Ali itu perfect, biasanya dari kalangan model, kalo enggak yaa dari kalangan wanita yang di club-club malam gitu. Kamu tau kan kayak apa modelnya." Aku cuma bisa menggangguk. "Parahnya lagi kalo Kak Ali suka sama 5 cewek, dia akan memacari mereka semua tanpa harus memutuskan salah satunya." Lanjutnya membuatku kaget, mendengarkan penjelasan Jessica.

#2cinta1hati_story

    Part 10

    Sore ini hujan, aku memandangi langit Jakarta yang mendung. Suara rintik-rintik hujanpun membuat hatiku terasa lebih damai. Seperti biasa, aku duduk santai di balkon rumahku, sambil membaca novel dan menikmati secangkir teh di sore yang dingin ini. Di sela-sela aku mengistirahatkan mataku dari membaca novel, aku teringat obrolanku dengan Jessica tadi siang. Anehnya, kenapa aku masih saja kepikiran tentang cerita dia. Jessica bilang kalo aku harus hati-hati dengan kedua cowok yang ada di hadapanku tadi siang, katanya.... *Flash back on* "Prill, seluruh kampus ini tau kalo mereka berdua itu playboy jadi kamu harus hati-hati, jangan terlalu deket sama mereka kalo nggak mau sakit hati." "Trus kenapa tadi kayaknya kamu antusias banget saat kak Bani ngajak kenalan?" tanyaku bingung. karna tadi kayaknya Jessica dukung banget aku kenalan sama kak Bani, tapi pas orangnya nggak ada kok dia malah jelek-jelekkin. "Kalo Kak Bani masih mending, dia emang playboy, tapi dia nggak akan pacaran sama lebih dari satu orang." Jelasnya. "Maksudnya?" Aku makin bingung sama penjelasan Jessica. "Maksudnya, Kak Bani suka gonta-ganti cewek. dia akan putus dulu sama ceweknya yang lama trus jadian sama cewek barunya, bukan sekaligus pacaran, gitu" jelasnya panjang lebar, kali ini aku mengerti. "Beda sama Kak Aliando." Lanjutnya membuatku terbelalak kaget, untung aku nggak tersedak. "Emang Kak Aliando kenapa?" Aku sangat antusias bertanya tentang cowok itu. "Kamu suka sama Kak Ali?" Tanya nya curiga. "WHAATTT? emangnya keliatan yaa kalo aku suka dia? kenal aja engga" Aku bener bener kaget banget sama partanyaan Jessica yang satu itu. "Kalo kamu suka, lupain aja deh" "Emangnya kenapa sih?" Aku masih aja penasaran. "Tipe cewek Kak Ali itu perfect, biasanya dari kalangan model, kalo enggak yaa dari kalangan wanita yang di club-club malam gitu. Kamu tau kan kayak apa modelnya." Aku cuma bisa menggangguk. "Parahnya lagi kalo Kak Ali suka sama 5 cewek, dia akan memacari mereka semua tanpa harus memutuskan salah satunya." Lanjutnya membuatku kaget, mendengarkan penjelasan Jessica.

    #2cinta1hati_story

    65 2 3 June, 2016
    Part 12 "Anak kedua mereka laki-laki juga, sedangkan Opa cuma punya anak satu itu yaitu ayahmu.Setelah mereka bertemu kembali, dibuatlah kesepakatan ulang. Kalau pun anak mereka nggak bisa dijodohkan maka masih ada cucu-cucu mereka. Akhirnya sampailah pada kenyataan kalau kami harus menjodohkan kamu dengan cucu mereka." bunda menghela nafas dan menatapku. "Maafin bunda yaa sayang" desahnya. "Tapi, bun. bukannya aku menolak, cuma kami kan nggak pernah bertemu, nggak saling kenal. Apa bisa kami menikah begitu saja?"tanyaku. "Itu sebabnya bunda nyuruh kamu pindah ke kampus itu, dia juga kuliah di kampus yang sama kayak kamu." Kata bunda mengagetkanku. "Apa ...?? jadi dia masih kuliah ...?? Bahkan, sekampus sama aku??" Tanyaku nggak percaya. "Iya. kemaren bunda ketemu sama maminya, katanya dia kenal sama kamu, dan dia menerima dengan senang hati perjodohan ini, bahkan minggu depan bunda mengundang dia sekeluarga untuk makan malam di sini." Bunda dengan santai menjelaskan. "bun, kalau dia masih kuliah berarti dia masih belum dewasa dong bun. bunda mau nyerahin aku sama cowok yang masih bau kencur?" Aku udah nggak bisa nahan kejengkelanku sama bunda, aku mau aja menerima perjodohan ini tapi setidaknya cowok itu harus lebih dewasa dari pada aku. Tapi kayaknya aku nggak punya pilihan lain. "Sayang. kamu jangan salah. umurnya 5 tahun lebih tua daripada kamu. Dia kuliah di situ karna melanjutkan S2-nya. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa dia nggak ngambil S2 di luar negri, karena dia juga bekerja di anak perusahaan papinya di sini sebagai General Manager." Penjelasan bunda kali ini juga sukses membuatku syok. "Bahkan ayah kamu pun sangat menghormatinya, ayah pernah beberapa kali ketemu sama dia." Kali ini aku bener-bener menggelengkan kepalaku sambil menatap bunda nggak percaya. 5 tahun lebih tua dari pada aku, S2 di kampusku,sebagai GM di perusahaannya, dia mengenalku padahal aku nggak tau siapa dia, pasti dia memata-matai aku dari jauh, dan parahnya lagi, ayah sangat menghormatinya. Haahh pasti dia orang yang tua sebelum waktunya, orang yang sangat membosankan. Aduhh gimana ini.. #2cinta1hati_story

    Part 12 "Anak kedua mereka laki-laki juga, sedangkan Opa cuma punya anak satu itu yaitu ayahmu.Setelah mereka bertemu kembali, dibuatlah kesepakatan ulang. Kalau pun anak mereka nggak bisa dijodohkan maka masih ada cucu-cucu mereka. Akhirnya sampailah pada kenyataan kalau kami harus menjodohkan kamu dengan cucu mereka." bunda menghela nafas dan menatapku. "Maafin bunda yaa sayang" desahnya. "Tapi, bun. bukannya aku menolak, cuma kami kan nggak pernah bertemu, nggak saling kenal. Apa bisa kami menikah begitu saja?"tanyaku. "Itu sebabnya bunda nyuruh kamu pindah ke kampus itu, dia juga kuliah di kampus yang sama kayak kamu." Kata bunda mengagetkanku. "Apa ...?? jadi dia masih kuliah ...?? Bahkan, sekampus sama aku??" Tanyaku nggak percaya. "Iya. kemaren bunda ketemu sama maminya, katanya dia kenal sama kamu, dan dia menerima dengan senang hati perjodohan ini, bahkan minggu depan bunda mengundang dia sekeluarga untuk makan malam di sini." Bunda dengan santai menjelaskan. "bun, kalau dia masih kuliah berarti dia masih belum dewasa dong bun. bunda mau nyerahin aku sama cowok yang masih bau kencur?" Aku udah nggak bisa nahan kejengkelanku sama bunda, aku mau aja menerima perjodohan ini tapi setidaknya cowok itu harus lebih dewasa dari pada aku. Tapi kayaknya aku nggak punya pilihan lain. "Sayang. kamu jangan salah. umurnya 5 tahun lebih tua daripada kamu. Dia kuliah di situ karna melanjutkan S2-nya. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa dia nggak ngambil S2 di luar negri, karena dia juga bekerja di anak perusahaan papinya di sini sebagai General Manager." Penjelasan bunda kali ini juga sukses membuatku syok. "Bahkan ayah kamu pun sangat menghormatinya, ayah pernah beberapa kali ketemu sama dia." Kali ini aku bener-bener menggelengkan kepalaku sambil menatap bunda nggak percaya. 5 tahun lebih tua dari pada aku, S2 di kampusku,sebagai GM di perusahaannya, dia mengenalku padahal aku nggak tau siapa dia, pasti dia memata-matai aku dari jauh, dan parahnya lagi, ayah sangat menghormatinya. Haahh pasti dia orang yang tua sebelum waktunya, orang yang sangat membosankan. Aduhh gimana ini.. #2cinta1hati_story

    63 5 4 June, 2016